Pengaruh Jenis Media Pembibitan dan Dosis Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bibit Produksi Jamur Merang (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer)

Farhan Bustamam, Mardhiah Hayati, Rita Hayati

Abstract


Abstrak .Jamur merang merupakan salah satu jamur yang dikonsumsi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Keberhasilan budidaya jamur tergantung pada beberapa faktor, antara lain bibit jamur yang berkualitas. Bibit jamur berkualitas ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu jenis media pembibitan dan kadar media atau pH media tumbuh bibit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis media pembibitan dan dosis dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil bibit produksi jamur merang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pembibitan Jamur: Jamurindonesia.id yang bertempat di Desa Baet Mesjid, Suka Makmur, Aceh Besar pada 1 November sampai dengan 30 Maret 2021. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 (dua) ) faktor. Faktor pertama adalah jenis pembibitan media yang terdiri dari 3 (tiga) taraf. Faktor kedua adalah dosis dolomit yang terdiri dari 3 (tiga) taraf. Dengan demikian, pada penelitian ini terdapat 3x3 kombinasi dengan total 9 kombinasi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa Jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pembibitan jamur merang dan berpengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan miselium. pertumbuhan bibit jamur lebih baik dijumpai pada media eceng gondok dan berbeda tidak nyata dengan media ampas tebu pada kecepatan pertumbuhan miselium. Selanjutnya pada uji tumbuh bibit jamur merang mendapatkan bahwa jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tubuh buah yang tumbuh dan berpengaruh nyata terhadap bobot segar tubuh buah yang tumbuh. Hasil uji tumbuh bibit terbaik ditemukan pada media eceng gondok. Dosis dolomit berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pembibitan dan berpengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan miselium. pertumbuhan bibit jamur lebih baik dijumpai pada dosis dolomit 0,5% dan berbeda tidak nyata dengan dosis 1%. Selanjutnya pada uji tumbuh bibit jamur merang mendapatkan bahwa dosis dolomit tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Hasil uji tumbuh cenderung lebih baik ditemui pada dosis dolomit 1%. Terdapat interaksi yang sangat nyata terhadap semua parameter pembibitan jamur merang dan berinteraksi nyata terhadap persentase kontaminasi. Kombinasi perlakuan lebih baik pada media eceng gondok dengan dosis dolomit 0,5% dan tidak nyata dengan semua kombinasi lainnya.

Effect of Nursery Media Type and Dolomite Dosage on Growth and Yield of Seedling Production of Edible Mushroom (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer)

Abstract. Straw mushroom is one of the most widely cultivated edible mushrooms in Indonesia. The success of mushroom cultivation depends on several factors, including quality mushroom seeds. Quality mushroom seeds are determined by several factors including the type of nursery media and the acidity of the media or the pH of the seedling growing media. The purpose of this study was to determine the effect of the type of nursery media and the dose of dolomite on the growth and yield of edible mushroom seeds. This research was carried out at the Mushroom Breeding Laboratory: Mushroomindonesia.id located in Baet Mesjid Village, Suka Makmur, Aceh Besar on November 1 to March 30, 2021. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern consisting of 2 (two) ) factor. The first factor is the type of nursery media which consists of 3 (three) levels. The second factor is the dose of dolomite which consists of 3 (three) levels. Thus, in this study there were 3x3 combinations with a total of 9 combinations. The results showed that the type of media had a very significant effect on all parameters of mushroom breeding and had a significant effect on the speed of mycelium growth. The growth of mushroom seeds was found to be better on water hyacinth media and not significantly different from bagasse media in the mycelium growth rate. Furthermore, in the mushroom seedling growth test, it was found that the type of media had a very significant effect on the number of fruit bodies that grew and had a significant effect on the fresh weight of growing fruiting bodies. The best seedling growth test results were found in water hyacinth media. Dolomite dose had a very significant effect on all nursery parameters and significantly affected the rate of mycelium growth. The growth of mushroom seedlings was found to be better at a dose of 0.5% dolomite and not significantly different at a dose of 1%. Furthermore, in the mushroom seedling growth test, it was found that the dose of dolomite had no significant effect on all parameters. The results of the seedling growth test tend to be better found at a dose of 1% dolomite. There was a very significant interaction with all parameters of mushroom breeding and a significant interaction with the percentage of contamination. The combination of treatments was found to be better in water hyacinth media with a dose of 0.5% dolomite and not significantly different from all other combinations. Furthermore, in the mushroom seedling growth test, it was found that the type of media and the dose of dolomite interacted not significantly with all parameters.



Keywords


Jamur Merang; Bibit Jamur; Dosis Dolomit

Full Text:

PDF

References


Masefa, L., dan Periadnadi Laboratorium Mikrobiologi, N., Biologi, J. and Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, F., 2016. Pengaruh Kapur dan Dolomit Terhadap Pertumbuhan Miselium dan Produksi Jamur Tiram Cokelat (Pleurotus cystidiosus O.K Miller) The Effect of Calcite and Dolomite to The Mycelium Growth and Production of Brown Oyster Mushroom (Pleurotus cystidiosus O.K.Miller). Online Jurnal of Natural Science, 5(1), pp.11–20.

Miles, P.G. and Chang, S.-T., 2004. Mushrooms. SECOND EDITION ed. CRC Press.

Parjimo, H. and Handoko, A., 2007. Budidaya jamur: Jamur Kuping. Jamur Tiram dan Jamur Merang. [online] Jakarta: PT Agromedia Pustaka.

Saputra, W., 2014. Budidaya Jamur Merang. PT Agromedia Pusaka. Jakarta.

Sari, I.P., 2017. Pertumbuhan Miselium Bibit F2 Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Dan Jamur Merang (Volvariella Volvaceae) Pada Media Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Dan Media Kardus. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Sinaga, M.S., 2011. Budidaya Jamur Merang. Jakarta: Penebar Swadaya

Suriawiria, H.U., 1997. Bioteknologi Perjamuran. Angkasa Bandung. Bandung.

Utomo, M., Sabrina, tengku, Sudarsono, Lumbanraja, jamalam, Rusman, B. and Wawan, 2016. Ilmu Tanah Dasar Dasar dan Pengelolaan. Pertama ed. Kencana. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i3.20830

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id