Pengaruh Waktu dan Tingkat Salinitas terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi (Oriza sativa L.)

Irla Deskia Kasih, Nanda Mayani, Cut Nur Ichsan

Abstract


Abstrak. Padi merupakan tanaman pangan yang menghasilkan beras berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Fase awal pertumbuhan tanaman padi merupakan fase yang peka terhadap pengaruh salinitas, salinitas yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan tingkat salinitas terhadap pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca 2, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung pada Agustus sampai Oktober 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah (RPT) 3 x 6 dengan 3 ulangan. Petak utama waktu terjadinya salinitas (W) yang terdiri dari 3 taraf (0 hari setelah tanam, 15 hari setelah tanam dan 30 hari setelah tanam), anak petak tingkat salinitas (K) yang terdiri dari 6 taraf (0, 2000, 4000, 6000, 8000 dan 10000 ppm). Analisis ragam menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata dan sangat nyata sehingga dilanjutkan dengan Duncan New Multiple Range Test (DNMRT). Salinitas yang terjadi pada saat tanam pertumbuhan dapat menyamai kondisi tanpa salinitas (kontrol), sampai tingkat salinitas 6000 ppm, cekaman salinitas yang terjadi pada 15 HST dan 30 HST pertumbuhan masih dapat menyamai tingkat pertumbuhan pada perlakuan tanpa salinitas, sampai tingkas salinitas 10000 ppm pada parameter berat kering tajuk. 

Effect of Salinity Stress on Vegetative Growth of Rice (Oriza sativa L.)

Abstract. Rice is a staple food that plays an important role in the Indonesian economy. The initial phase of rice plant growth is a phase that is sensitive to salinity, high salinity can affect the growth of rice plants. This study aims to determine the effect of salinity on the growth of rice plants. This research was carried out in Greenhouse 2, Plant Physiology Laboratory and Laboratory of Seed Science and Technology, Agrotechnology Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University which took place from August to October 2021. The study used a Split Plot Design (SPD) with 2 treatment factors of  3 x 6 with 3 replications. The main plot of the time of salinity occurred (W) consisting of 3 levels (0 days after planting, 15 days after planting and 30 days after planting), subplots of salinity level (K) consisting of 6 levels (0. 2000, 4000, 6000 , 8000 and 10000 ppm). Analysis of variance showed the interaction effect so the test was continued with Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT). The results showed that the salinity that occurred at the time of planting growth could match the conditions without salinity (control), up to a salinity level of 6000 ppm, salinity stress that occurred at 15 DAP and 30 DAP, the growth could still match the growth rate in the treatment without salinity, up to a salinity level of 10000 ppm on the shoot dry weight parameter.



Keywords


Fase peka; irigasi; morfologi ; Sensitive phase; irigation; morphology

Full Text:

PDF

References


Aini, N., Sumiya, W., Syekhfani, Y., Dyah, R. dan Setiawan, A., 2014. Kajian Pertumbuhan, Kandungan Klorofil dan Hasil Beberapa Genotip Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) pada Kondisi Salinitas. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal, Palembang.

Arifiani, F, N., Kurniasih, B. dan Rogomulyo, R., 2018. Pengaruh Bahan Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Tercekam Salinitas. Vegetalika, 7 (3), pp. 30 – 40.

Arzie, D., Qadir, A. dan Suwarno, F. C., 2015. Pengujian Toleransi Genotipe Padi (Oryza sativa L.) terhadap Salinitas pada Stadia Perkecambahan. Bul. Agrohorti, 3 (3), pp. 377 – 386.

Chaugool, J., Naito, H., Kasuga, S. and Ehara, H., 2013. Comparison of Young Seedling Growth and Sodium Distribution Among Sorghum Plants under Salt Stress. Plant Production Science, 16 (3), pp. 261 – 270.

Handoyo, B., Herlinawati. dan Soelaksini, L., 2018. Aplikasi Garam (NaCl) untuk Meningkatkan Produksi Padi (Oryza sativa L.) Varietas Situ Bagendit di Tanah Litosol Banyuwangi. Agritrop, 16 (2), pp. 197 – 204.

Ichsan C.N., Darusman,M I Sulaiman , R Andini, 2021a. Role of plant genetic resources in encountering climate change challenge. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 711. doi:10.1088/1755-1315/711/1/012008.

Ichsan, C.N., Bakhtiar, Efendi, Sabaruddin, 2021b. Morphological and physiological change of rice (Oryza sativa L.) under water stress at early season. OP Conf. Series: Earth and Environmental Science 667. doi:10.1088/1755-1315/667/1/012108.

Jalil, M., Sakdiah, H., Deviana, E. dan Akbar, I., 2016. Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) pada Berbagai Tingkat Salinitas. Jurnal Agrotek Lestari, 2 (2), pp. 63 – 74.

Joarder, J. C., Razir, S. A. A., Islam, M. and Kobir, M. H., 2018. Salinity Impact on Experimental Fodder Sorghum Production. SAARC Journal of Agriculture, 16 (1), pp. 145 – 155.

Lubis, E., Barus, W. A. dan Risnawaty., 2017. Peningkatan Produksi Padi pada Tanah Salin dengan Pemberian Asam Askorbat. Universitas Muhammdiyah Sumatera Utara, Medan.

Ma’ruf, A., 2016. Respon Beberapa Kultivar Tanaman Pangan terhadap Salinitas. Jurnal Penelitian Pertanian BERNAS, 12 (3), pp. 11 – 19.

Ma’sum, F. Q. A., Kurniasih, B. dan Ambarwati, E., 2016. Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) pada Beberapa Takaran Kompos Jerami dan Zeolit. Vegetalika, 5 (3), pp. 29 – 40.

Masitoh, D., 2018. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pemberian SA (Salicylic Acid) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) pada Kondisi Tercekam Gaaram (NaCl). Universitas Jember, Jember.

Munns, R. and James, R., 2002. Screening Methods for Salinity Tolerance: A Case Study with Tetraploid Wheat. Plant and Soil, 253, pp. 201 – 218.

Pranata, M. dan Kurniasih, B., 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Jerami Padi terhadap Pertumbuhan dan hasil Padi (Oryza sativa L.) pada Kondisi Salin. Vegetalika, 8 (2), pp. 95 – 107.

Purwaningrahayu, RD., 2016. Karakter Morfofisiologi dan Agronomi Kedelai Toleran salinitas. Iptek Tanaman Pangan, 11 (1), pp. 35 – 48.

Putri, L. W., 2013. Pertumbuhan dan Produksi Empat Varietas Padi Sawah (Oryza sativa L.) Hasil Seedpriming pada Lahan Salin. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Rachman, A., Dariah, A. dan Sutono, S., 2018. Pengelolaan Sawah Salin Berkadar Garam Tinggi, Jakarta: IAARD PRESS.

Samanhudi, Rahayu, M., Sakya, A. T. dan Susanti, Y. D., 2021. Seleksi Ketahanan Beberapa Varietas Sorgum Manis (Sorghum biochar L.) pada Berbagai Konsentrasi Salinitas. Jurnal Pertanian Presisi, 5 (1), pp. 40 – 56.

Sudaryono., 2017. Teknologi produksi ubikayu di lahan pasang surut Kalimantan [Internet].http://pangan.litbang.pertanian.go.id/files/seminar/2017/Teknologi%252Produksi%2520Ubikayu%2520di%2520Lahan%2520Pasang%2520Surut%2520Kalimantan%2520Selatan%252010082017.pdf. Diakses pada 10 Juni 2021.

Thohiron, M. dan Prasetyo, H., 2012. Pengelolaan Lahan dan Budidaya Tanaman Lahan Tercekam Lumpur Marine Sidoarjo. J-PAL, 3 (1), pp. 19 – 27.

Yuniati, R., 2004. Penapisan Galur Kedelai (Glycine max L. Merrill) Toleran Terhadap NaCl untuk Penanaman di Lahan Salin. Markara, Sains, 8 (1), pp. 21 -24.

Zannati, A., 2015. Perubahan Iklim dan Cekaman Abiotik Salinitas. Pusat Penelitian Bioteknologi LiPi-Cibinong: Bio Trends, 1.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i2.20132

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id