Analisis Indeks Stabilitas Agregat Tanah pada Beberapa Kelas Lereng dan Penggunaan Lahan di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah

Irma Fadila, Khairullah Khairullah, Manfarizah Manfarizah

Abstract


Abstrak. Indeks stabilitas agregat tanah merupakan merupakan ukuran dari kemampuan agregat tanah dalam bertahan terhadap gaya yang merusak agregat tersebut. Lereng dan penggunaan lahan dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap stabilitas agregat tanah. Semakin curam keadaan suatu lahan maka resiko bahan organik tererosi juga semakin besar, dimana bahan organik memiliki fungsi sebagai salah satu pengikat antar agregat tanah. Tutupan lahan yang baik dapat melindungi tanah dari tumbukan butir hujan sehingga dapat melindungi agregat tanah agar tidak mudah rusak, selain itu vegetasi pada suatu lahan dapat menyumbang bahan organik. Penelitian ini mengkaji bagaimana lereng dan penggunaan lahan dapat mempengaruhi indeks stabilitas agregat tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah pada lereng 0 - 8%, 8 - 15%, 15 - 25 % pada penggunaan lahan kebun kopi dan kebun campuran. Penelitian ini mengamati empat parameter yaitu kemantapan agregat dan faktor pendukung berupa C-organik, tekstur dan struktur tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun campuran cenderung memiliki indeks stabilitas agregat tanah yang lebih tinggi meskipun masih dalam satu kriteria yang sama yaitu agak stabil. Indeks stabilitas agregat tanah tertinggi terdapat pada SPL 6 sedangkan indeks stabilitas agregat tanah terendah terdapat pada SPL 2.

The analysis of The Stability of Soil Aggregates on Some Classes of Slope and Land Use in the District of Bukit Regency Bener Meriah

Abstract. The aggregate stability of the soil is a measure of the ability of soil aggregates in enduring style that spoil the aggregate. The slope and land use can provide different influences on the stability of soil aggregates. The more steep the state of a land then the risk of organic matter eroded is also greater, where the organic material has a function as one of the fastener between soil aggregates. Land cover can better protect the ground from the collision of grains of rain so it can protect the soil aggregates that are not easily damaged, in addition the vegetation on the land can be accounted for organic materials. Penany years of research examines how the slopes and land use can affect the stability of soil aggregates. This research was conducted in the District of Bukit Regency Bener Meriah on the slopes 0 - 8%, 8 - 15%, 15 - 25 % on land use coffee plantation and gardens mixture. This study observed the four parameters namely aggregate stability and supporting factors in the form of C-organic, soil texture and structure. The results showed that the mixed gardens tend to have an index of aggregate stability of the soil is high, although still in the same criteria that is somewhat stable. The aggregate stability of the soil was highest in the SPL 6 (land unit) while the stability of soil aggregates lowest SPL 2 (land unit).


Keywords


Agregat tanah; lereng; penggunaan lahan;Soil aggregate; slope; land use

Full Text:

PDF

References


Arabia, T., Zainabun., Karim, A. and Sari, I.P. 2015. Klasifikasi Andosol Berdasarkan Sistem Soil Taxonomy di University Farm Unsyiah Kabupaten Bener Meriah. Jurnal. Agrosamudra. 2(1), pp. 11-20.

Hamimi, M., 2019. Karakteristik Beberapa Sifat Fisika Tanah Pada Tiga Tipe Penggunaan Lahan Pertanian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Doctoral dissertation. Universitas Andalas.

Jamil, I. S., 2009. Studi Perubahan Kualitas Tanah di Kawasan Lereng Gunungapi Sindoro Bagian Timur. Skripsi. Jurusal Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret.

Putri, T., P. Marpaung and Razali. 2015. Klasifikasi Tanah di Lereng Selatan Gunung Burni Telong Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Online Agroteknologi. Universitas Sumatra Utara. 3(1), pp. 264 - 275.

Refliaty dan Erawati J. M., 2010. Kemantapan Agregat Ultisol pada Beberapa Penggunaan Lahan dan Kemiringan Lereng. Jurnal Hidrolitan. Fakultas Pertanian. Universitas Jambi. 1(2), pp. 35 - 42.

Sukarman and Dariah A., 2014. Tanah Andosol di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Sukarman and Dariah A., 2014. Tanah Andosol di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Zainura, U., Kusnadi N., and Burhanuddin., 2016. Perilaku Kewirausahaan Petani Kopi Arabika Gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Jurnal Penyuluhan. 12(2), pp. 126 - 143.`

Supriyadi, S. 2008. Kandungan bahan organik sebagai dasar pengelolaan tanah di lahan kering Madura. Jurnal Embryo, 5(2), pp. 176-183.

Suriadikusumah, A., Hudaya R., and Sutanto A. S., 2014. Pengaruh Kemiringan Lereng dan Penggunaan Lahan Terhadap Beberapa Sifat Fisika Tanah di Sub-DAS Cikapundung Hulu. Soilrens. Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Padjajaran. 12(1), pp. 22 - 29

Yulnafatmawita., Adrinal., and Daulay A. F., 2008. Pengaruh Pemberian Beberapa Jenis Bahan Organik Terhadap Stabilitas Agregat Tanah Ultisol Limau Manis. Jurnal Solum. 5(1), pp.7 - 13.

Zulkarnain, K. 2018. Identifikasi Morfologi dan Beberapa Sifat Fisik Tanah pada Lahan Pertanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Cransz) dan Karet (Havea brasiliensis Muell) di Jati Agung. Skripsi. Universitas Lampung. Lampung Selatan.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i2.20121

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id