Pengaruh Konsentrasi POC Nasa dan Dosis Biochar Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

Alfittatul Yurika, Cut Nur Ichsan, Nanda Mayani

Abstract


Abstrak. Bawang merah ialah termasuk komoditas unggulan hortikultura yang sudah menjadi usahanya petani dengan intensif. Bawang merah sangat dibutuhkan di Indonesia harusnya lebih mengupayakan lagi terhadap menambah produksi dan kualitas bawang merahnya seperti dengan pemakaian pupuk yang sesuai. Dalam menanggulangi masalah tersebut bisa memanfaatkan POC nasa dan biochar sekam padi. Penelitian ini memiliki tujuan yakni untuk mengidentifikasi pengaruh konsentrasi POC nasa dan dosis biochar sekam padi hingga interaksi diantara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Sektor Timur dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, pada Mei-Juli 2021. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan yang mencakup 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC nasa dengan 4 taraf yakni 0, 3, 5, dan 7 ml L air -1 dan faktor kedua dosis biochar sekam padi terdiri atas 3 taraf yakni 10, 20, dan 30 t ha-1. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya konsentrasi POC nasa berpengaruh sangat nyata parameter tinggi tanaman umur 14 dan 24 HST, berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun umur 24 HST. Konsentrasi POC nasa yang lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah yaitu 3 ml L air-1. Dosis biochar sekam padi berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun berumur 34 HST dan berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah daun umur 44 HST. Pertumbuhan bawang merah yang lebih baik terdapat pada dosis biochar sekam padi 10 t ha-1. Ditemukan adanya interaksi yang tidak nyata antara konsentrasi POC Nasa dan dosis biochar sekam padi pada seluruh parameternya.

The Effect Concentration of  Liquid Organic  Fertilizer Nasa and Dose of Rice Husk Biochar on Growth an Yield of Onion red (Allium ascalonicum L.)

Abstract. Shallots are one of the leading horticultural commodities that have become an intensive farmer's business. Shallots are very much needed in Indonesia, and more efforts should be made to increase the production and quality of shallots, such as by using appropriate fertilizers. In tackling this problem, NASA can use POC and rice husk biochar. The aim of the study was to identify the effect of Nasa POC concentration and rice husk biochar dose to the interaction between the two on the growth and yield of shallots. The research was carried out at the Experimental Garden of the Eastern Sector and the Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, in May-July 2021. This study used a 4x3 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications that included 2 treatment factors. The first factor was NASA's POC concentration with 4 levels, namely 0, 3, 5, and 7 ml L water -1 and the second factor was the rice husk biochar dose consisting of 3 levels, namely 10, 20, and 30 t ha-1. The results showed that the concentration of POC nasa had a very significant effect on plant height at 14 and 24 DAP, significantly affecting the number of leaves at 24 DAP. The better concentration of POC nasa on the growth of shallots was 3 ml L water-1. The dose of rice husk biochar significantly affected the number of leaves at 34 DAP and had a very significant effect on the number of leaves at 44 DAP. The better shallot growth was found at a dose of rice husk biochar 10 t ha-1. It was found that there was no significant interaction between the concentration of POC Nasa and the dose of rice husk biochar on all parameters.


Keywords


Bawang Merah: POC Nasa: Biochar Sekam Padi: Shallots: POC nasa: Biochar rice husk

Full Text:

PDF

References


Alfonsus, Y. Selvie. T. Rinny. M., 2019. Respon pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L. var Lembah Palu) terhadap konsentrasi pupuk organik cair. Jurnal Penelitian. 3(10):1-10.

Gani, A., 2009. Potensi arang hayati biochar sebagai komponen teknologi perbaikan produktivitas lahan pertanian. Iptek Tanaman Pangan. 1(2): 1-8.

Neneng L., Nurida., Ahmad. R., dan S. Sutono., 2015. Biochar Pembenah Tanah yang Potensial. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Jakarta. Hlm: 12.

Jamilah dan Novita. 2016. Respon Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Interval Waktu dan Jenis Pupuk Organik Cair. Universitas Taman Siswa, Padang. Hlm: 21

Rahmah, A. R., Sipayung, dan T. Simanungkalit., 2013. Pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) pemberian pupuk kandang ayam dan Em4 (Effective Microorganisms-4). Jurnal Online Agroteknologi. 1(4): 2337-6597.

Sumarni, N., E. Sumiati, dan Suwardi., 2005. Pengaruh kerapatan tanam dan zat pengatur tumbuh terhadap produksi umbi bawang merah asal biji kultivar bima. Jurnal Penelitian. 22(1): 52-59.

Susilawati, Irmawati, Sri, S., Astuti, K., dan Ade, M,. 2019. Penggunaan biochar dan tinggi muka air pada umur satu bulan setelah tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Jurnal Lahan Suboptimal. 8(3): 203-212.

Tambunan, S., E. Handayanto, dan B. Sisyanto., 2014. Pengaruh aplikasi bahan organik segar dan biochar terhadap ketersediaan P dalam tanah di lahan kering malang selatan. Jurnal Tanah dan Sumber Daya Lahan. 1(1): 89-98.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i2.20100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id