Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Sere Wangi Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues

M Rusdi Abduh Hasim, Sugianto Sugianto, Abubakar Karim

Abstract


Abstrak. Sere Wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tanaman atsiri dari famili Gramineae yang banyak digunakan dalam berbagai industri parfum, kosmetik, makanan, minuman dan obat-obatan. Selain itu, juga digunakan sebagai bahan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Minyak sere wangi merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang banyak dikembangkan di Indonesia. Melihat potensi minyak sere wangi di pasar dengan harga yang sangat menjanjikan, maka perlu dilakukan kajian kesesuaian lahan sebagai arahan pengembangan sere wangi, baik areal yang sudah ditanami maupun areal baru yang berpotensi dikembangkan di sentraproduksi sere wangi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian lahan tanaman sere wangi, di Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues. Penelitian telah dilaksanakan di Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues dan pengolahan data telah dilaksanakan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Kartografi,Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode survai lahan melalui deskriptif kuantitatif serta melakukan analisis terhadap data dan informasi yang didapatkan di lapangan. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu persiapan, pra pengolahan citra, kegiatan lapangan (ground check), analisis data, melakukan metode tumpang susun (overlay) dengan menggunakan analisis SIG, dan membandingkan (matching) antara karakteristik lahan dan persyaratan tumbuh tanaman sere wangi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk sere wangi di kawasan pengembangan sere wangi di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo lues secara aktual dapat dikatagorikan sebagai sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas paling dominan adalah lereng l Lebihdari 30%. Setelah dilakukan usaha perbaikan, secara potensial kesesuaian lahan pada pengembangan sere wangi di kawasan tersebut dalam digolongkan kedalam kelas kesesuaian lahan cukup sesuai (S2), yaitu dengan usaha pada faktor pembatas lereng dapat diperbaiki dengan mengatur jarak tanam dan penanaman mengikuti kontur

Land Suitability Evaluation for the Citronella Development Using Sytems Information Geospatial in Tripe Jaya Sub-District, Gayo Lues Regency.

Abstract. Sere Wangi (Cymbopogon nardus L.) is one of the essential plants of the Gramineae family that is widely used in various perfume, cosmetics, food, beverage and pharmaceutical industries. In addition, it is also used as a vegetable pesticide material for pest control and plant diseases. Perfumed sere oil is one type of essential oil that is widely developed in Indonesia. Seeing the potential of fragrant air oil in the market at a very promising price, it is necessary to study land suitability as a directive on the development of fragrant batteries, both planted acreage and new areas that have the potential to be developed in the center of the fragrant sere production. This research aims to determine the level of suitability of fragrant sere plant land, in Tripe Jaya District of Gayo Lues Regency. Research has been conducted in Tripe Jaya District of Gayo Lues Regency and data processing has been carried out at remote sensing and cartography laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. This research uses land survey methods through quantitative descriptive and conducts analysis of data and information obtained in the field. Research is carried out through several stages of activities, namely preparation, pre-image processing, field activities (ground check), data analysis, performing the overlay method using SIG analysis, and comparing (matching) between the characteristics of the land and the growing requirements of fragrant sere plants. The results of the study obtained that the aktual land suitability class for fragrant sere in the fragrant sere development area in Tripe Jaya District, Gayo Lues Regency. Aktual can be categorized as corresponding marginal (S3) with the most dominant limiting factor being slope l More than 30%. After improvement efforts, potentially the suitability of the land in the development of fragrant sere in the area in classified into the appropriate land suitability class (S2), namely with efforts on slope limiting factors can be improved by regulating planting distance and planting following contours.


Keywords


Keseuaian Lahan; Sere Wangi; Sistem Informasi Geografis ; Land Suitability; Sere Wangi; Geographic Information System

Full Text:

PDF

References


Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gayo Lues. 2014. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gayo Lues Tahun 2012 - 2023 (Qanun No. 15 Tahun 2013). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Gayo Lues.

Badan Penyuluh Pertanian. 2012. Program Penyuluh Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan Kecamatan Padang Batung: Padang Batung 2012.

BPS [Badan Pusat Statistik]. 2017. Luas Areal Tanaman Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman 2000-2005.

BPS [Badan Pusat Statistik]. 2019. Kabupaten Gayo LuesDalam Angka. Badan Pusat Statistik, GayoLues.

BPS [Badan Pusat Statistik]. 2021. Kabupaten Gayo Lues Dalam Angka. Badan Pusat Statistik, GayoLues.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten GayoLues. 2012. Kecamatan Blangkejeren. Kabupaten Gayo Lues.

BBSDLP (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber daya Lahan Pertanian). 2011.

Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Edisi Revisi. BBSDLP Bogor. 36p.

Beek, K.J. 1978. Land evaluation for agriculture development. International Institut forReclamation and Improvement/ILRI, Wageningen, The Netherland.

Departemen Pertanian. 1997. Kriteria Kesesuaian Tanah dan Iklim Tanaman Pertanian. Biro Perencanaan Pertanian Indonesia, Jakarta.

Fatimah, I., Rubiyanto, D. dan Huda, T. 2008. Peranan katalis TiO2/SiO2-montmorillonit pada reaksi konversi sitronelal menjadi isopulegol. Reaktor. 12(2): 83-89.

FAO. 1976. A Framework for Land Evaluation. Soil Resources Management and Conservation Service Land and Water Development Division. FAO Soil Bulletin No. 32. FAO-UNO, Rome.

FAO. 1983. Guidelines Land Evaluation for Rainfed Agriculture. Soil Resources Management and Conservation Service Land and Water Development Division.FAO Soil Bulletin No 52. FAO-UNO, Rome.

Mulyana, 2019. Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangantanaman Sere Wangi di Kabupaten Gayo Lues. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Pemerintah Gayo Lues. 2005. Qanun No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kebupaten Gayo Lues Tahun 2005-2025. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gayo Lues.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i2.20037

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id