Bioaktivitas Ekstrak Metanol Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) Terhadap Pertumbuhan Gulma Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.)

Muhammad Syahran Tsaqif, Rika Husna, Gina Erida

Abstract


Abstrak. Gulma merupakan tumbuhan yang keberadaannya tidak diinginkan dan sangat merugikan bagi tanaman serta dapat menganggu kepentingan manusia dalam budidaya hasil pertanian. Penggunaan herbisida sintetis secara terus menerus telah memunculkan berbagai alternatif untuk mengendalikan gulma, seperti mengeksplor potensi senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida. Alang-alang merupakan salah satu gulma yang dapat berpotensi sebagai bioherbisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bioaktivitas ekstrak metanol alang-alang pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan gulma bayam duri. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Gulma Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Laboratorium Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Juni sampai dengan September 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial dengan 6 taraf perlakuan yang terdiri dari kontrol positif (2,4-D pada 0,686 kg b.a ha-1), kontrol negatif (aquades), dan ekstrak metanol alang-alang 5%, 10%, 15%, 20%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari 2 pot, sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi ekstrak metanol alang-alang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi gulma dan diameter batang gulma bayam duri. Ekstrak metanol alang-alang 20% merupakan konsentrasi terbaik yang mampu memberikan penekanan lebih tinggi terhadap tinggi gulma dan diameter batang. Hasil uji fitokimia ekstrak metanol alang-alang mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, saponin, flavonoid, dan fenolik.

 

Bioactivity of Methanol Extract Cogon Grass (Imperata cylindrica L.) Againts the Growth of Weed Spiny Amaranth (Amaranthus spinosus L.)

Abstract. Weeds are plant whose existence is undesirable and very detrimental to plants and can interfere with human interests in the cultivation of agricultural products. The use of synthetic herbicides continuously has led to various alternatives to control weeds, such as exploring the potential for chemical compounds derived from plants that can be used as bioherbicides. Cogon grass is one of the weeds that has the potential as a bioherbicide. The purpose of this study was to determine the bioactivity of methanol extract cogon grass at various concentrations again the growth of weed spiny amaranth. The research was carried out at the Weed Science Laboratory, Agrotechnology Department, Faculty of Agriculture, Chemistry Education Laboratory, Teaching and Educational Sciences, and the Screen House, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. Implementation time starts from June to September 2021. This experiment was arranged based on a completely randomized design (CRD) with a non-factorial pattern with 6 levels of treatment consisting of positive control (2.4-D at 0.686 kg a.i ha-1), negative control (Aquadest), and 5%, 10%, 15%, 20% of methanol extract cogon grass. Each treatment was repeated 3 times and each replication consisted of 2 pots, so that 36 experimental units were obtained. The results showed that the application of methanol extract cogon grass had a very significant effect on weed’s height and stem diameter of weed spiny amaranth. Concentration 20% of methanol extract cogon grass was the best concentration which was able to give higher suppression of weed’s height and stem diameter. The results of the phytochemical test of methanol extract cogon grass contained alkaloids, terpenoids, saponins, flavonoids, and phenolic compounds.

 


Keywords


Alang-alang; Bioherbisida; fenolik; Cogon Grass; Bioherbicide; and Phenolics

Full Text:

PDF

References


Adler, M.J. and Chase, C.A., 2007. Comparison of the allelopathic potential of leguminous summer cover crops: Cowpea, sunn hemp, and velvetbean. HortScience, 42(2), pp.289–293.

Apri, L., Mukarlina and Linda, R., 2018. Potensi ekstrak metanol rhizom alang-alang (Imperata cylindrica (L.) (Beauv)) dalam penghambatan pertumbuhan gulma maman ungu (Cleome rutidosperma D. C). Protobiont, 7(1), pp.25–30.

Ardi, 1999. Ilmu Gulma. Padang: Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Arief, M., Hasanuddin and Hafsah, S., 2016. Pemanfaatan ekstrak kirinyuh (Chromolaena odorata L.) pada stadia pertumbuhan yang berbeda sebagai bioherbisida untuk mengendalikan bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 1(2), pp.168–175.

Astarina, N.W.G., Astuti, K.W. and Warditiani, N.K., 2013. Skrining fitokimia ekstrak metanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb.). Jurnal Farmasi Udayana, 2(4), pp.1–7.

Erida, G., Saidi, N., Hasanuddin and Syafruddin, 2019. Allelopathic screening of several weed species as potential bioherbicides. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 334(1), pp.1–12.

Frastika, D., Pitopang, R. and Suwastika, I.N., 2017. Uji efektivitas ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena Odorata (L.) R. M. King Dan H. Rob) sebagai herbisida alami terhadap perkecambahan biji kacang hijau (Vigna Radiata (L.) R.Wilczek) dan biji karuilei (Mimosa Invisa Mart. ex Colla) The. Natural Science: Journal of Science and Technology, 6(3), pp.225–238.

Gardner, F.., Pearce, R.B. and Mitchell, R.L., 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Herawati S ed. Jakarta: UI Press.

Harborne, J.., 1998. Phytochemical Methods : A Guide to Modern Technique of Plant Analysis. 3rd ed. New York: Chapman and Hall.

Hasannudin, 2012. Dasar-Dasar Pengelolaan Gulma. Banda Aceh: CV. Bina Nanggroe.

Kurniati, T., Daniel and Sudrajat, 2018. Uji toksisitas dan sifat alelopati ekstrak alang-alang (Imperata cylindrica) terhadap perkecambahan biji padi (Oryza sativa). Jurnal Atomik, 3(1), pp.54–60.

Kusumaningtyas, E., Widiati, R.R. and Gholib, D., 2008. Uji daya hambat ekstrak dan krim ekstrak daun sirih (Piper betle) terhadap Candida albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Seminar nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, pp.805–812.

Sastroutomo, S, S., 1990. Ekologi Gulma. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Sukman, Y. and Yakup, 2002. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Jakarta: Rajawali.

Yulifrianti, E., Linda, R. and Lovadi, I., 2015. Potensi alelopati ekstrak serasah daun mangga (Mangifera indica (L .) terhadap pertumbuhan gulma rumput grinting (Cynodon dactylon (L .) Press. Jurnal Protobiont, 4(1), pp.46–51.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i2.19872

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id