Kuat Tarik Edible Film Bahan Dasar Pati Sagu Dengan Penambahan Sorbitol

Sufri Yanto Syahputra, Raida Agustina, Bambang Sukarno Putra

Abstract


Abstrak. Edible film adalah produk lembaran tipis yang digunakan untuk melapisi makanan yang berfungsi sebagai penghalang kelembaban, oksigen, karbon dioksida, aroma, dan transfer zat terlarut, serta aditif yang meningkatkan kualitas makanan. Kelebihan dari edible film antara lain: dapat menghambat difusi oksigen dan uap air memasuki bahan pelapis, menghambat pembusukan mikroba dan keamanannya itu dikonsumsi. Faktor konsentrasi sorbitol terdiri dari taraf yaitu S0 sebesar 1,4 %, S1 sebesar 1,6%, S2 sebesar 1,8%, dan S3 sebesar 2% dari total volume larutan pembuatan film. Hasil penelitian memperoleh nilai kuat tarik dengan variasi konsentrasi sorbitol (1,4%, 1,6%, 1,8%, 2%) yaitu 76 kgf/cm2, 86 kgf/cm2, 75 kgf/cm2, 79 kgf/cm2. Hasil terbaik dari penelitian ini didapat pada konsentrasi sorbitol 1,6% dimana, nilai kuat tarik telah memenuhi Japanese Industrial Standard (JIS) namun belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Tensile Strength Edible Film Sago Starch Base With Addition Of Sorbitol As Plasticizer

Abstract. Edible film is a thin sheet product that is used to coat food and serves as a barrier to moisture, oxygen, carbon dioxide, fragrance, and solute transmission, as well as food additives. Edible films have several advantages, including the ability to prevent oxygen and water vapor from entering the coating material, the prevention of microbial deterioration, and the fact that they are safe to eat. S0 of 1,4%, S1 of 1,6%, S2 of 1,8%, and S3 of 2% of the total volume of the film-making solution were the levels of sorbitol concentration factor. The tensile strength values obtained with variations in sorbitol concentrations (1,4%, 1,6%, 1,8%, 2%) namely 76 kgf/cm2, 86 kgf/cm2, 75 kgf/cm2, 79 kgf/cm2. The greatest results were from a sorbitol concentration of 1.6 percent, where the tensile strength value met the Japanese Industrial Standard (JIS) but not the Indonesian National Standard (SNI).



Keywords


Edible film; plasticizer; sorbitol; konsentrasi; pati sagu; kuat tarik ; Edible film; plasticizer; sorbitol; concentration; sago starch; tensile strength

Full Text:

PDF

References


Alfian, A., W. Dewi., dan S. P. Dwi. 2020. Pembuatan edible film dari pati kulit singkong menggunakan plasticizer sorbitol dengan asam sitrat sebagai crosslinking agent. Jurnal inovasi proses, 5(2), 46–56.

Botanri, S., S. Dede., G. Edi., dan Q. Ibnul. 2011. Studi ekologi tumbuhan sagu (Metroxylon spp) dalam komunitas alami di Pulau Seram, Maluku. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol.8 No. 3, 135 - 145.

BSN. 2004. Bahan tambahan pangan pemanis buatan - persyaratan penggunaan dalam pangan. SNI 01-6993-2004, 1–42.

Diova, D., Darmanto., dan R. Laras. 2013. Karakteristik edible film komposit semirefined karaginan dari rumput laut (Eucheuma cottonii) dan beeswax. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 2(4), 1–10.

Ginting, H. A., Rorong, J. A., dan Wuntu, A. D. 2016. Efek ekstrak limbah cair empulur batang sagu baruk (Arenga microcarpha) terhadap fotoreduksi besi(iii). Jurnal MIPA. 5(1), 44.

Hidayati, S., Z, A., Sapta., dan A, Astri. 2015. Aplikasi sorbitol pada produksi biodegradable film dari nata de cassava. Reaktor, 15(3), 195.

Jacoeb, A., M., Nugraha, R., dan S. P. S. D. Utari. 2014. Pembuatan edible film dari pati buah lindur dengan penambahan gliserol dan karagenan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 17(1), 14-21.

Nofiandi, D., Ningsih, W., dan Putri, A. S. L. 2016. Pembuatan dan karakterisasi edible film dari poliblend pati sukun-polivinil alkohol dengan propilenglikol sebagai plasticizer. Jurnal Katalisator, 1(2), 1–12.

Oetary, D., Syaubari., dan R, Medyan. 2019. Pengujian mekanik dan biodegradabilitas plastik biodegradable berbahan baku pati bonggol pisang dengan penambahan kitosan, sorbitol, dan minyak kayu manis. Jurnal Serambi Engineering, 4(2), 565–572.

Palguna, I. G. P. A., Sugiyono, dan Hariyanto, B. 2014. Karakteristik pati sagu yang dimodifikasi dengan perlakuan gelatinisasi dan retrogradasi berulang. Jurnal Pangan, 23(6), 146–156.

Pradana, G. W., J, A. Mardiono., dan R, Suwandi. 2017. Karakteristik tepung pati dan pektin buah pedada serta aplikasinya sebagai bahan baku pembuatan edible film. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(3), 609–619.

Putra, A. D., Johan, V. S., dan Efendi, R. 2017. Penambahan sorbitol sebagai plasticizer dalam pembuatan edible film pati sukun. Jom faperta, 4(2), 1–15.

Wafi, A., A. Lukman., dan N. Y. Lailun. 2020. Analisis kuat tarik dan elongasi film gelatin – khitosan. Alchemy, 8(1), 1.

Wang, J., J. Sang, and F. Ren. 2010. Study of the physical properties of whey protein: sericin protein-blended edible films. Eur. Food Res. Tech., 231: 109-116.

Widaningrum., P, Endang, Y., dan M. S. Joni. 2005. Kajian terhadap SNI mutu pati sagu. Jurnal Standardisasi, 7(2), 91.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i2.19598

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id