Evaluasi Kecernaan pada Sapi Aceh Jantan yang Diberikan Konsentrat dengan Persentase Berbeda

handika khairiza

Abstract


Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Penelitian berlangsung selama 45 hari mulai tanggal 12 Oktober sampai 25 November 2018. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui berapa nilai kecernaan pada sapi aceh jantan dengan penambahan berbagai persentase konsentrat. Penelitian ini menggunakan 16 ekor sapi aceh jantan dengan umur berkisar 1,5 - 2 tahun dengan berat badan berkisar 150 – 175 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. dengan persentase pemberian pakan (hijauan% : konsentrat %). Perlakuan A (100% - 0%), B (80% : 20%), C (60% : 40%), dan D (40% : 60%). Parameter yang diamati yaitu Koefisien Cerna Bahan Kering (KCBK) dan Koefisien Cerna Bahan Organik (KCBO). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai KCBK cenderung meningkat pada pemberian konsentrat 40-60%. Hal tersebut disebabkan karena kandungan protein kasar dan TDN dari rumput gajah dan konsentrat Big geny tidak jauh berbeda, sehingga nilai nutrisi keempat ransum perlakuan relatif sama dengan kandungan protein kasar dan TDN masing-masing perlakuan A 10,20% dan 67,70%; B 11,30% dan 67,19%; C 12,35% dan 66,70%, dan D 13,51% dan 66,16%). Koefisien cerna bahan organik pada perlakuan B, C dan D lebih baik dari perlakuan A, masing-masing meningkat sebesar 24,61%, 32,05%, dan 39,17%. Rendahnya KCBO pada perlakuan A disebabkan pakan yang diberikan hanya hijauan sehingga kandungan protein kasar dan energi cenderung lebih rendah, sedangkan kandungan serat kasar relatif lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Pemberian konsentrat Big geny dengan persentase yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap koefisien cerna bahan kering (KCBK) pada sapi aceh jantan tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap koefisien cerna bahan organik (KCBO).

Digestibility Evaluation of Aceh Bulls Fed Concentrates With Different Percentages

Abstract. Centre of Breeding Superior Livestock And Forage Animal Feed (BPTU-HPT) Indrapuri Aceh Besar Regency did this study. From October 12 until November 25, 2018, the study lasted 45 days. The goal of this research is to determine how much the value of digestion in Aceh bulls increases when different percentages of concentrate are added. This research used 16 bulls ranging in age from 1.5 to 2 years old and weighing between 150 and 175 kg. The plan used is a Complete Random Plan (RAL) with 4 treatments and 4 repeats. with the percentage of feeding (forage%: concentrate ). Treatment A (100% - 0%), B (80%: 20%), C (60%: 40%), and D (40%: 60%). The observed parameters are the Dry Material Digest Coefficient (KCBK) and the Organic Material Digest Coefficient (KCBO). Based on the results of the research showed that the increase in KCBK value tends to increase in the administration of concentrates by 40-60%. This is because the rough protein and TDN content of elephant grass and Big geny concentrate are similar,  the nutritional value of the four treatment rations is relatively equal to the rough protein content and TDN treatment A 10.20% and 67.70%; respectively; B 11.30% and 67.19%; C 12.35% and 66.70%, and D 13.51% and 66.16%). The digestibility coefficient of organic matter in treatments B, C, and D have higher organic matter digestibility coefficients than treatment A, increasing by 24.61%, 32.05%, and 39.17% respectively. Treatment A has a low KCBO because it is fed solely forage, which has a lower content of coarse protein and energy but a larger content of coarse fiber than the other treatments. The administration of varying percentages of Big geny concentrate has no influence on the coefficient of dry material digest (KCBK) in bulls but has a significant impact on the organic matter digestibility coefficient (KCBO).


Keywords


Coefficient of Digesting Dry Materials; Coefficient of Digesting Organic Matter; Aceh Bulls; Elephant Grass; ConcentrateKoefisien Cerna Bahan Kering; Koefisien Cerna Bahan Organik; Sapi Aceh Jantan; Rumput Gajah; konsentrat;

Full Text:

PDF

References


Blümmel, M., H. Steingass and K. Becker. 1997. The relationship between in vitro gas production, in vitro microbial biomass yield and 15N incorporated and its implication for the prediction of voluntary feed intake of roughages. Br. Nutr. 77:911-921

Church, D.C., and W.G. Pond. 1974. Basic Animal Nutrition and Feeding. U. S. A.

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo, dan S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Edisi 6. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Parakkasi and Aminuddin. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Umartha, B.A. 2005. Mengenal karakteristik sapi aceh. Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Aceh Indrapuri, Aceh Besar




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i1.18983

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id