Pengaruh Lama Fermentasi pada Pembuatan Kompos dari Bahan Liter Ayam, Limbah Serbuk Kayu Pinus dan Eceng Gondok Terhadap Kualitas Fisik

Dhiwa Nafis, Aman Yaman, Allaily Allaily

Abstract


Abstrak. Pemanfaatan limbah liter pinus bekas pakai tidak langsung dapat digunakan sebagai kompos dikarenakan serbuk gergaji masih mengandung rasio karbon dan nitrogen (C/N) yang cukup tinggi. Salah satu tanaman air yaitu eceng gondok dipandang sebagai gulma yang bertumbuh dengan cepat di air serta dapat merusak lingkungan perairan tempatnya bertumbuh. Pengolahan limbah dibuat melalui proses pengomposan yang dibantu oleh stater EM-4 (Effective Microorganism 4). Mengenai tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisa kualitas fisik komposwberupa tekstur, warnawdanwbau dengan komposisi limbah liter ayam, limbah serbuk kayu pinus, dan eceng gondok. Penelitian ini menggunakan RancanganwAcak Lengkap (RAL) yang tersusun dari empat perlakuan yaitu P1 = Fermentasi selama 4 minggu, P2 = Fermentasi selama 6 minggu, P3 = Fermentasi selama 8 minggu, dan P4 = Fermentasi selama 10 minggu dengan empat kali ulangan. Pengamatan meliputi tekstur, bau, dan warna yang kaji dalam bentuk deskriptif. Hasil yang didapatkan dari penelitian memperlihatkan bahwa tekstur kompos pada penelitian ini berukuran 25 mm sesuai SNI: 19-7030-2004. Perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan P4. Bau atau aroma kompos masih menyengat dan warna kompos masih berwarna coklat kemerahan tua (belum sesuai SNI: 19-7030-2004). Waktu fermentasi belum cukup untuk menghasilkan kompos yang baik pada parameter tekstur, bau dan warna.

The Effect of Fermentation Period on Physical Quality of Compost Composed by Chicken Litter, Pine Wood Waste and Water Hyacinth Mixture


Abstract. Utilization of used pine liter waste can not be directly used as compost because sawdust still contains a fairly high ratio of carbon and nitrogen (C/N). One of the aquatic plants that hyacinth is seen as a weed that grows quickly in the water and can damage the aquatic environment where it grows. Sewage treatment is made through a composting process assisted by an EM-4 stater (Effective Microorganism 4). Regarding the inspiration that drove this research was to examine physical quality of compost in the form of texture, color and smell with the composition of chicken liter waste, pine wood powder waste, and hyacinth. This review uses Complete RandomIzed Design (RAL) made of four designs: P1 = Fermentation for 4 weeks, P2 = Fermentation for 6 weeks, P3 = Fermentation for 8 weeks, and P4 = Fermentation for 10 weeks with four repeats. Observations include textures, smells, and colors analyzed in descriptive form. The results showed that the compost texture in this study measured 25 mm according to SNI: 19-7030-2004. The best treatment is indicated by the P4 treatment. The smell or aroma of compost is still stinging and the color of the compost is still dark reddish brown (not yet in accordance with SNI: 19-7030-2004). Fermentation time is not enough to produce good compost on texture, smell and color parameters.


Keywords


Limbah liter; Serbuk kayu pinus; Eceng gondok; EM-4 (Effective Microorganim 4); Tekstur; Bau; Warna; Compost; Liter waste; pine wood powder; hyacinth; EM-4 (Effective Microorganim 4); Texture; Smell; Color

Full Text:

PDF

References


Djuarnani, N., Kristian, dan Setiawan, B.S., 2005. Cara cepat Membuat Kompos. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Gaur, A.C., 1981. A Manual of Rural Composting. New Delhi : Project Field Document No, 15, FAO of The United Nations.

Hajama, N., 2014. Studi Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Kompos dengan Menggunakan Aktivator EM4 dan Mol Serta Prospek Pengembangannya. Skripsi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Makassar.

Isroi., 2008. Kompos. Bogor : Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia.

Joedodibroto, R., 1983. Prospek Pemanfaatan Eceng Gondok dalam Industri Pulp dan Kertas, Berita Selulosa. Balai Besar Selulosa. Bandung, Edisi Maret 1983, Vol. XIX no. 1.

Junaedi, A., R Ahmad dan S. Eko., 2008. Pembuatan Arang Kompos Bioaktif dari Limbah Penyulingan Nilam. Kuok, Riau : Balai Penelitian Hutan Penghasil Serat.

Komarayati, S., 1996. Pemanfaatan Serbuk Gergaji Limbah Industri Sebagai Kompos. Buletin Penelititan Hasil Hutan.

Kumalasari, R. E. 2016. Pengomposan Daun Menggunakan Konsorsium Azotobacter. Jurnal Sains dan Seni ITS, 5 (2), pp.2337-3520.

Muhtar, A., 2008. Penggunaan Tanaman Eceng Gondok Sebagai Pre-Teratman Pengolahan Air Minum Pada Air Selokan Mataram. Tugas Akhir Strata-1, Teknik Lingkungan. UII, Yogyakarta

Murbandono, L., 1995. Membuat Kompos. Jakarta : Penebar Swadaya.

Pitoyo., 2016. Pengomposan Pelepah Daun Salak dengan Berbagai Macam Aktivator. Makalah Seminar Hasil, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Rizky, A, dan Meiliana, F., 2020. Pengaruh Aktivator Terhadap Sifat Fisik Kompos Pelepah Daun Salak Sidempuan. Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Graha Nusantara. Padang Sidempuan.

Setyaningsih, E., D. Astuti, dan R. Astuti., 2017. Kompos Daun Solusi Kreatif Pengendali Limbah. Jurnal Bioeksperimen, 3 (2), pp.45-51.

Soepardi, G., 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Standar Nasional Indonesia., 2004. Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik, SNI 19-7030-2004. Badan Standar Nasional, Jakarta.

Sucipta, K.S.P., L. Kartini, dan N. Soniari., 2015. Pengaruh Populasi Cacing Tanah dan Jenis Media terhadap Kualitas Pupuk Organik. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 4 (3), pp.17-19.

Sulistyorini, L. 2005. Pengelolaan Sampah dengan Cara Menjadikannya Kompos. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2 (1), pp.77-84.

Suwatanti, EPS dan Widiyaningrum P., 2017. Pemanfaatan MOL Limbah Sayur Pada Proses Pembuatan Kompos. Jurnal MIPA, Jurusan Biologi, Universitas Negeri Semarang. Indonesia.

Syukur, A dan Nur I., 2006. Kajian Pengaruh Pemberian Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 6 (2), pp.124-131.

Ubaidillah, M., Maryadi dan Dianita, R., 2018. Karakteristik Fisik dan Kimia Phospo-Kompos yang diperkaya dengan Abu Serbuk Gergaji Sebagai Sumber Kalium. Jurnal Ilmiah Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Jambi, Jambi.

Widyarini, W., 2008. Studi Kualitas Hasil dan Efektifitas Pengomposan Secara Konvensional dan Modern di TPA Temesi- Gianyar Bali. Thesis Jurusan Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Udayana, 6 hal, Denpasar.

Yaman, M. A., 2019. Teknologi Penanganan, Pengolahan Limbah Ternak dan Hasil Samping Peternakan. Banda Aceh : Syiah Kuala University Press.

Yuwono, T., 2006. Kecepatan Dekomposisi dan Kualitas Kompos Sampah Organik. INNOFARM, Jurnal Inovasi Pertanian, 4(2), pp.116-123.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i3.18307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id