INISIASI PEMBENTUKAN BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) VARIETAS MERCY F1 SECARA PARTENOKARPI AKIBAT KONSENTRASI GIBERELIN DAN DOSIS PUPUK KALIUM

Sarah Afrita Rizky, Mardhiah Hayati, Marai Rahmawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi giberelin dan dosis pupuk kalium, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun varietas Mercy F1 secara partenokarpi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kebun Gampong Ilie-Ulee Kareng-Banda Aceh, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi giberelin (Kontrol, 100, 200 dan 300 ppm) dan dosis pupuk kalium (Kontrol, 100 dan 200 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi giberelin berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah biji per buah dan bobot buah per tanaman. Hasil mentimun terbaik dijumpai pada konsentrasi giberelin 300 ppm dalam menurunkan jumlah biji per buah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dosis pupuk kalium berpengaruh sangat nyata terhadap bobot buah per tanaman dan bobot buah per buah, berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman dan panjang buah per buah. Hasil mentimun terbaik dijumpai pada dosis 200 kg ha-1 pupuk kalium dalam meningkatkan bobot buah per buah dan panjang buah per buah. Interaksi antara konsentrasi giberelin dan dosis pupuk kalium berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman dan jumlah biji per buah. Hasil mentimun terbaik dijumpai pada kombinasi konsentrasi giberelin 300 ppm dengan dosis pupuk kalium 100 kg ha-1.

(Parthenocarp Fruit Initiation of Cucumber (Cucumis sativus L.) Mercy F1 Variety due to the Concentration of Gibberellins and the Dose of Potassium Fertilizer)

Abstract. This study aims to determine the effect of gibberellins concentration and potassium fertilizer dosage, as well as their interaction on the growth and yield of Mercy F1 cucumber plant by parthenocarpy. This research was carried out in the gardens of Gampong Ilie-Ulee Kareng-Banda Aceh, Plant Physiology Laboratory and Horticultural Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The design used was a Randomized Factorial Block Design 3 x 4 with 3 replications. The factors observed were the concentration of gibberellins (Control, 100, 200 and 300 ppm) and the dose of potassium fertilizer (Control, 100 and 200 kg ha-1). The results showed that the concentration of gibberellins had a very significant effect on the number of seeds by fruit and fruit weight by plant. The best cucumber yields were found at a concentration of 300 ppm gibberellins in reducing the number of seeds by fruit. The results also showed that the dose of potassium fertilizer had a very significant effect on fruit weight by plant and fruit weight by fruit, significantly affected the number of fruits by plant and fruit length by fruit. The best cucumber yield was found at a dose of 200 kg ha-1 of potassium fertilizer in increasing fruit weight by fruit and fruit length per fruit. The interaction between the concentration of gibberellins and the dose of potassium fertilizer significantly affected the number of fruits by plant and the number of seeds by fruit. The best cucumber yields were found in a combination of 300 ppm gibberellin concentration with a dose of 100 kg ha-1 potassium fertilizer.



Keywords


Giberelin; inisiasi; mentimun; mercy F1; partenokarpi; pupuk kalium; Cucumber; gibberellin; initiation; potassium fertilizer; parthenocarpi

Full Text:

PDF

References


Adnyesuari, A. A., R. H. Murti, dan S. Mitrowihardho. 2015. Induksi partenokarpi pada tiga genotipe tomat dengan . Jurusan Budidaya Pertanian. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Jurnal Ilmu Pertanian. 18(1): 56-62.

BPS. 2019. Statistik indonesia statistical yearbook of indonesia 2019. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Daulay, K. B. 2020. Pupuk KCl dan urin kambing berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun jepang (Cucumis sativus var. japonese) Skripsi. Jurusan Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Hermawan, A. 2015. Kajian sifat sisik buah mentimun (Cucumis sativus L.) menggunakan pengolahan citra (Image Processing). Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Jember. Jember.

Hudah, M., S. Hartatik, S. Soeparjono, dan Suharto. 2019. Pengaruh pemangkasan pucuk dan pupuk kalium terhadap produksi dan kualitas benih mentimun (Cucumis sativus L.). Universitas Jember. Jurnal Bioindustri. 1(2): 176-185.

Kawamura, S., K. Ida, M. Osawa, and T. Ikeda. 2018. No effect of seed presence or absence on sugar content and water status of seeded and seedless watermelon fruits. HortScience. 53(3): 304-312.

Liu, S., Y. Zhang, Q. Feng, L. Qin, C. Pan, A. T. Lamin-Samu, and G. Lu. 2018. Tomato auxin response factor 5 regulates fruit set and development via the mediation of auxin and gibberellin signaling. Scientific reports. 8(1): 2971.

Lolaei, A., N. Teymouri, R. Bemana, A. K, Pour, dan S. Aminian. 2013. Effect of gibberellin on vegetative and sexual growth and fruit quality of strawberry (Fragaria x Ananassa duch. Cv. Selva and Qeen elisa). Agriculture and Crop Sciences. 5(14): 1508-1513.

Makuta, D. T. 2013. Pengaruh pemberian pupuk Kalium terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Skripsi. Program Studi Agroteknologi.

Muchtadi, T. R, dan Sugiyono. 2014. Prinsip Proses Dan Teknologi Pangan. Alvabeta. Bandung.

Padmiarso, M. W. 2019. Budidaya Mentimun yang Lebih Menguntungkan. Pustaka Agro. Jakarta.

Rezaldi, F., M. A. H., Qonit, S. Mubarok, A. Nuraini, dan Kusumiyati. 2019. Pemanfaatan fenomena pembentukan buah partenokarpi dalam perspektif pertanian di Indonesia. Jurnal Kultivasi. 18(2): 859-868.

Rukmana, R. 2015. Budidaya Mentimun. Kanisius. Yogyakarta.

Suhartono. Arsyadmunir, A. Firdaus, I. Z. 2020. Induksi partenokarpi dengan GA3 pada mentimun (Cucumis sativus L.) lokal madura. Jurnal Agrovigor. 13(1): 82-88.

Suprihatin. 2011. Proses pembuatan pupuk cair dari batang pohon pisang. Fakultas Teknologi Industri UPN. Jawa Timur. Jurnal Teknik Kimia. 5(2):429-433.

Tani ternak organik. 2015. SOP budidaya mentimun secara organik. https://taniternakorganik.blogspot.com/2015/02/sop-budidaya-mentimun-secara-organik.html?m=1. Diakses tanggal : 10 April 2020.

Wulandari, D. W., Y. S. Rahayu, dan E. Ratnasari. 2014a. Pengaruh pemberian hormon giberelin terhadap pembentukan buah secara partenokarpi pada tanaman mentimun varietas mercy. Jurnal Lentera Bio. 3(1): 27-32.

Wulandari, E., B. Guritno, dan N. Aini. 2014b. Pengaruh kombinasi jumlah tanaman per polybag dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas venus. Jurnal Produksi Tanaman. 2(6): 465-473.

Yasmin, S., T. Wardiyanti. Dan Koesriharti. 2014. Pengaruh perbedaan waktu dan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar (Capsicum annum L.). Jurnal Produksi Tanaman. 2(5): 395-403.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i3.17559

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id