KETERSEDIAAN FASILITAS DAN PERILAKU CUCI TANGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

hayatun nufus, Teuku Tahlil

Abstract


Cuci tangan yang  merupakan suatu upaya yang mudah, sederhana, murah, dan berdampak besar bagi pencegahan penyakit-penyakit menular seperti diare dan ISPA tetapi belum menjadi kebiasaan pada anak usia sekolah padahal anak di usia tersebut rentan terhadap penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketersediaan fasilitas dengan perilaku cuci tangan pada anak usia Sekolah Dasar Banda Aceh. Jenis penelitian adalah korelatif dengan desain cross sectional study. Pengambilan sampel secara purposive dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Guttman dan Likert. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukkan kebanyakan responden menyatakan fasilitas cuci tangan tidak tersedia (51,9%) dan perilaku cuci tangan siswa/i berada pada kategori kurang baik (53,7%). Ada hubungan signifikan antara ketersediaan fasilitas dengan perilaku cuci tangan anak usia sekolah di Banda Aceh (P-Value=0,002). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan agar pihak sekolah dapat menyediakan fasilitas cuci tangan seperti sabun di samping kran air agar siswa/i dapat mencuci tangan setiap selesai melaksanakan kegiatan disekolah, dan untuk memenuhi perilaku hidup bersih dan sehat disekolah.


Full Text:

PDF

References


Cahyaningsih, S. P. (2011). Pertumbuhan dan Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta : CV. Trans Info Media.

Depkes RI (2007). Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Daerah. Diakses pada tanggal 1 November 2016. dari http: //www.Depkes.go.id

Depkes RI (2008). Pedoman Umum Cuci Tangan Pakai Sabun. Diakses pada tanggal 10 November 2016. dari http: //www.Depkes.go.id.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.

Nur, Diah (2012). tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun pada anak usia sekolah di SD 2 Jambidan Bangutapan Bantul

Tietjen, L at. al. (2004). Panduan Pencegahan Infeksi untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan Sumber Daya Terbatas. Edisi 1. Jakarta.

Maria M, dan Hery (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan dilingkungan SDK Rana Loba Manggarai Timur Flores.

Hikmah, (2015). Perilaku Mencuci Tangan Pada Anak SD NEGERI 3 GAGAK SIPAT BOYOLALIDarihttps://www.google.co.id/search?q=aisyah&oq=aisyah&aqs=chrome..69i57j0l5.1850j0j9&sourceid=chrome&ie=UTF8#q=hikmah+perilaku+cuci+tangan+pakai+sabun

Rosidi, Handasari dan Mahmudah (2010) tentang hubungan kebiasaan cuci tangan dan sanitasi makanan dengan kejadian diare pada anak SD Negeri Podo 2 Kecematan Kedungwuni Kabuapaten Pekalongan.Diakses pada tanggal 28 Februarihttp://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=418821

Winita, R., Mulyati., & Astuty, H. (2012). Upaya Pemberantasan kecacingan di sekolah dasar. MAKARA, kesehatan, Vol. 16, No. 2. Diakses tangal 9 November2016.

Zaidina, U (2008). Perilaku Cuci Tangan Sebelum Makan dan Kecacingan pada Murid SD di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. KESMAS, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 2, No. 6.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@unsyiah.ac.id