LOCAL KNOWLEDGE GEMPA DAN TSUNAMI TERHADAP PERINGATAN DINI PADA GURU SEKOLAH DASAR

Eka Yunita, Rachmalia Rachmalia

Abstract


Guru yang tinggal di daerah rawan bencana perlu perhatian khusus dalam peringatan darurat untuk meningkatkan kesiapsiagaan yang dapat dilakukan baik dari pendidikan formal maupun informal  seperti local knowledge sehingga dapat diwariskan ke siswa yang bisa dikembangkan dari pengalaman bencana sebelumnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan local knowledge meliputi; dimensi observasi, antisipasi, penyesuaian, dan komunikasi terkait bencana gempa dan tsunami terhadap peringatan dini pada guru di sekolah Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan desain cross section study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 orang dengan pengambilan sampel total sampling. Alat yang digunakan alat pengumpulan data adalah kuesioner berjumlah 41 pertanyaan local knowledge dan 106 pertanyaan kesiapsiagaan dengan menggunakan tehnik angket. Metode analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara local knowledge dengan peringatan dini pada guru di sekolah Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dimensi observasi (P-value=0,000), antisipasi (P-value=0,000), penyesuaian (P-value=0,000), komunikasi (P-value=0,003). Diharapkan kepada guru di sekolah kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh dapat mempertahankan dan meningkatkan local knowledge terkait peringatan dini bencana gempa dan tsunami sehingga mampu mewariskan kepada murid

Full Text:

PDF

References


Dekens, J. (2007a). Local knowledge for disaster preparedness in Nepal. A literature review. Kathmandu: ICIMOD. Diakses pada tanggal 20 januari dari http://www.preventionweb.net/file/2693.

GTZ SEQIP-GTZ IS GETIWS. (2008). Modul tsunami, disaster awarness in primary scholl (DAPS). Jakarta.

LIPI UNESCO/ISDR. (2006). kajian kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana gempa dan tsunami. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Jakarta. Diakses pada tanggal 6 januari dari http://www/buku-e.lipi.go.id/utama.cgi%3FI

McAdoo, B., Dengler, L., Prasetya, G., & Titov, V. (2006). Smong: How an oral history saved thousands on indonesia’s Simeulu island during the Desember 2004 and March 2005 Tsunami Earthquake Spectra.

Rachmalia., Hatthakit, U., & Chaowalit, A. (2010). Tsunami preparedness of people living in affected area and non affected areas: A comparative study in Coastal area in Aceh, Indonesia. Thailand: Prince of songkla University

Samant, L.D., Tobin, L. T., & Tucker, B. (2008). Preparing your community for tsunami: A guidebook for local advocades. Geohazard International. Dikutip pada tanggal 22 April 2017 dari http://www.geohazard.org/content/project/tsunamiguide.html

Surya. (2010). Jepang sosialisasikan pendidikan tsunami.

Maskud. (2016). Kearifan lokal dalam penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Panti Kabupaten Jember: Fenomena,3,2, 315-327.

Nugroho, C. (2007). Kajian kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana gempa bumi dan tsunami di Nias Selatan. MPBI-UNESCO. Diakses pada tanggal 4 desember 2016 dari http://unesdoc.unesco.org/ind.pdf.

Fema. (2004). Are you ready? An in depth guide to citizen preparedness. Dikutip pada 22 february 2017 dari http://www.fema.gov/areyouready.

GITEWS. (2009). Konsep dan rekomendasi untuk implementasi sistem peringatan dini tsunami di Bali.

UN/ISDR. (2006). Membangun sistem peringatan dini: Konferensi internasional ketiga tentang peringatan dini.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@unsyiah.ac.id