PENERAPAN TERAPI MEMAAFKAN PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN: SUATU STUDI KASUS

Ayu Lestari, Syarifah Rauzatul Jannah, Farah Dineva R

Abstract


Perilaku kekerasan merupakan respons emosi yang muncul sebagai bentuk reaksi terhadap meningkatnya kecemasan, dirasakan sebagai suatu ancaman (diejek/dihina) dan ungkapan perasaan terhadap situasi yang tidak menyenangkan (keinginan tidak tercapai, rasa kecewa serta tidak puas). Perasaan terancam ini dapat berasal dari pengaruh lingkungan luar (penyerangan fisik, kehilangan orang terdekat dan masukan dari orang lain) dan pengaruh lingkungan dalam (kegagalan di dunia kerja, perasaan tidak mendapatkan perhatian dan ketakutan terhadap penyakit fisik). Studi kasus ini bertujuan untuk mampu melakukan asuhan keperawatan secara holistik dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah melakukan studi kasus selama 6 hari dengan memberikan asuhan keperawatan jiwa terdiri dari pengkajian, penentuan diagnosa, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus yang didapatkan adalah pasien mampu memahami Strategi Pelaksanaan (SP) dan terapi memaafkan yang telah diajarkan serta mampu diaplikasikan selama dirawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Berdasarkan hasil studi kasus direkomendasikan agar lebih memperhatikan dan lebih memperkuat peran perawat melalui pemberian terapi sebagai aktivitas yang dapat diterapkan pada pasien dengan masalah kesehatan jiwa, khususnya pasien dengan risiko perilaku kekerasan.


Full Text:

PDF

References


Afconneri, Y., Lim, K., & Erwina I. (2020). Faktor-faktor kekambuhan pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. Hb Sa’anin Padang. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 5(2), 321-330.

Arditia, S. F. (2019). Penanggulangan gejala pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa, 3(1),69-78.

Aroviani, M. R. N., & Niman, S. (2021). The risk of violent behavior: a case study. Jurnal Sahabat Keperawatan, 3(2), 1-7.

Fanning, J. R., Coleman, M., Lee, R., & Coccaro, E. F. (2019). Subtypes of aggression in intermitted explosive disorder. Journal of Psychiatric Research, 1(9), 164-172..

Gaebal, W., & Zielasek, J. (2015). Focus on psychosis. Dialogues in Clinical Neuroscience, 17(1), 9-18.

Hardianto, M. R. B., Azizah, M. J., Jatimi, A., Munir, Z., & Rahman, H. F. (2020). Spiritual care dalam mengurangi tingkat kemarahan pasien skizofrenia. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 1(1), 18-26.

Howland, R. H. (2011). Penatalaksanaan pada pasien dengan gangguan jiwa. Jurnal Keperawatan Psikososial dan Pelayanan Kesehatan Jiwa, 53(11), 21-34.

Kaplan., Saddock., & Grebb. (2010). Sinopsis psikiatri ilmu pengettahuan perilaku psikiatri klinis, Edisi 7, Jilid I.

Keliat, B. A. (2019). Asuhan keperawatan jiwa. Jakarta: EGC

Livana, P. H., & Suerni, T. (2019). Faktor predisposisi pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Jiwa, 1(1), 27-38.

Luaute, J., & Plantier, D. (2016). Care management of the agitation or aggressiveness crisis in patients with tbi. systematic review of the literature and practice recommendations. Annals of Physical and Rehabillitation Medicine, 5(9), 58-67.

Massuhartono & Mulyanti. (2018). Terapi religi melalui dzikir pada penderita gangguan jiwa. Journal of Islamic Guidance and Counseling, 2(2), 201-214.

Maylani, R. Y., Fadraersada, J., & Ramadhan, A. M. (2018). Studi pemberian antipsikotik terhadap beberapa jenis skizofrenia di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Mulawarman Pharmaceutical Conference, 2(1), 54-65.

Musdalifah, W., Susanti., & Robiyanto. (2019). Evaluasi penggunaan obat triheksifenidil sebagai terapi adjuvant pada pasien skizofrenia di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak. Universitas Tanjung Pura.

Novitayani, S. (2018). Terapi psikofarmaka pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Aceh. Idea Nursing Journal, 9(1), 16-21.

Pasaribu F., Hamid & Mustikasari, N. (2013). Pengaruh usia produktif pada pasien skizofrenia dengan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Umum Daerah Bogor. FIK UI: Depok.

Ramadhan, R., Junuda, R. A., Ihsan, S., Tien., & Kusnan. A. (2020). The effect of listening to the murottal qur'an against schizophrenia in inpatients at the Mental Hospital of Southeast Sulawesi Province. Research Gate, 3(2), 121-132.

Regil, G. D. L., Castillo, E. D. F., & Cauich, V. J. (2019). Psychological intervention in traumatic brain injury patients. Behavioural Neurology, 2(3), 11-26.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Badan penelitian dan pengembangan kesehatan kementerian RI Tahun 2018.

Stuart, G. W. (2016). Prinsip dan praktik keperawatan kesehatan jiwa. Editor Keliat, B. A., Pasaribu, J. Singapore: Elsevier.

Stuart, H. (2016). Reducing the stigma of mental illness. Global Mental Health. 3(17), 1-14.

Stuart, G. W. & Sundeen, S. (2016). Buku saku keperawatan. Cetakan pertama, Jakarta: EGC.

Suhron, M., Yusuf, A. H., Subarniati, R., Amir, F & Zainiya, Z. (2020). How does forgiveness therapy versus emotion-focused therapy reduce violent behavior schizophrenia post restrain at East Java. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 9(14), 214-219.

Townsend, M. & Morgan, K. (2018). Psychiatric mental health nursing: concept of care in evidence-based practice, Edisi 9. Philadelphia: F.A. Davis Company.

WHO (2019), Schizophrenia. Diakses pada 30 Desember 2021. https://www.who. int/news- room/ fact-sheets/detail/ schizophrenia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@unsyiah.ac.id