PUBLICATION ETHICS

Penyataan

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA) adalah jurnal peer-review dan open-access yang diterbitkan oleh Universitas Syiah Kuala, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi dan bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (atau IAI-Kompartemen Akuntan Pendidik). Tim redaksi berkomitmen untuk memenuhi dan mempertahankan standar etika publikasi tertinggi dan mengambil semua tindakan yang mungkin dilakukan terhadap malpraktik publikasi. Pernyataan ini menjelaskan perilaku etis dari semua pihak yang terlibat dalam proses publikasi artikel di jurnal ini, yaitu penulis, penyunting, dewan penyunting, mitra bebestari, dan penerbit. Pernyataan ini didasarkan pada Pedoman Praktik Terbaik COPE untuk Editor Jurnal.

 

Prinsip Etika

Jurnal kami berkomitmen untuk mematuhi prinsip-prinsip etika berdasarkan Praktik Inti yang dikeluarkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE) sebagai berikut:

1. Tuduhan pelanggaran

Jurnal kami menyambut setiap tuduhan pelanggaran etika yang dibuat terhadap penulis, mitra bebestari, dan penyunting. Penanganan tuduhan pelanggaran etika pada jurnal kami dapat dibagi menjadi dua yaitu. Pertama adalah tuduhan terhadap penulis dan kedua adalah tuduhan terhadap mitra bebestari atau penyunting. Jika seorang penulis diduga melakukan pelanggaran etika seperti plagiarisme atau artikelnya telah dipublikasikan di tempat lain maka penyelidikan independen akan dilakukan terhadap tuduhan tersebut. Jika tuduhan tersebut terbukti benar; penulis terduga akan masuk daftar hitam dan artikelnya akan ditarik dari publikasi JIMEKA, dan diminta untuk memberikan pernyataan permohonan maaf resmi yang akan dicantumkan pada fitur pengumuman di situs web kami.

Demikian pula dalam kasus tuduhan terhadap mitra bebestari atau penyunting, penyelidikan independen juga akan dilakukan. Jika tuduhan terhadap mitra bebestari dan penyunting terbukti benar dan sah, mitra bebestari dan penyunting tersebut tidak akan lagi berpartisipasi dalam aktivitas jurnal kami.

2. Kepengarangan dan kontribusi

Penulis bertanggung jawab untuk memberikan hasil penelitian original, yang belum pernah dipublikasikan di jurnal lain. Penulis juga bertanggung jawab untuk memberikan data yang akurat dan terperinci ketika diminta. Untuk memastikan orisinalitas, penulis perlu menguji plagiarisme dengan alat bantu atau software terpercaya sebelum penyerahan artikel. Penulis harus mengisi dan menyerahkan formulir perjanjian pengalihan hak cipta yang tersedia di situs web saat mengirimkan naskah. Saat menggunakan data dari sumber lain, diperlukan kutipan yang tepat.

3. Pengaduan dan banding

Jurnal kami berkomitmen untuk memperlakukan setiap pengaduan dan banding secara adil, independen, dan tepat waktu. Misalnya, pengaduan atas mitra bebestari akan ditangani oleh ketua penyunting dan setiap pengaduan atas ketua penyunting akan ditangani oleh penerbit.

4. Benturan kepentingan/Persaingan kepentingan

Benturan kepentingan dapat terjadi ketika penulis memiliki hubungan keuangan, komersial, hukum, atau profesional dengan organisasi lain, atau dengan orang yang bekerja dengan mereka, yang dapat mempengaruhi penelitian mereka. Oleh karena itu, penulis diharuskan untuk memberikan pengungkapan penuh terkait potensi benturan kepentingan dalam surat pengantar. Sumber keuangan terperinci yang mendukung karya juga harus diungkapkan sepenuhnya. Penyunting dapat memutuskan untuk tidak menerbitkan artikel anda berdasarkan pernyataan konflik. Benturan kepentingan dapat dinyatakan pada surat pengantar atau pada formulir pengiriman naskah di sistem daring peer-review jurnal.

Berikut adalah contoh pengungkapan terkait benturan kepentingan oleh penulis:

Sesuai dengan kebijakan etika Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi dan kewajiban etis saya sebagai peneliti, saya melaporkan bahwa saya [memiliki kepentingan keuangan dan/atau bisnis di/sebagai konsultan untuk/menerima dana dari] (hapus jika perlu) suatu perusahaan yang dapat mempengaruhi penelitian saya.

Tim redaksi JIMEKA selanjutnya dapat memutuskan apakah akan menerbitkan atau tidak menerbitkan artikel berdasarkan pengungkapan di atas. Jika tidak ada pengungkapan oleh penulis, JIMEKA akan menerbitkan pernyataan berikut: “Tidak ada potensi benturan kepentingan yang dilaporkan oleh penulis”

5. Data dan reproduksibilitas

Penulis bertanggung jawab untuk memberikan data yang akurat dan terperinci ketika diminta.

6. Pengawasan etis

Penulis diwajibkan untuk menjaga kerahasiaan data yang dipublikasikan dalam artikelnya. Jurnal ini juga menjunjung tinggi pentingnya kerahasiaan data dan perilaku etis subjek penelitian baik manusia, bisnis, atau praktik pemasaran.

7. Kekayaan intelektual

JIMEKA adalah jurnal akses terbuka yang muncul di DOAJ (Directory of Open Access Journals). Hal ini berarti bahwa seluruh konten tersedia secara bebas tanpa biaya kepada pengguna atau institusinya. Pengguna diperbolehkan untuk membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan ke teks lengkap dari artikel, atau menggunakannya untuk tujuan sah lainnya, tanpa meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.

8. Manajemen jurnal

JIMEKA dioperasikan menggunakan platform Open Journal System (OJS). Dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Akuntansi, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. Tim redaksi JIMEKA diketuai oleh seorang Ketua Penyunting dibantu oleh dua Penyunting Pelaksana dan tim penyunting ahli dengan saran dan supervisi Dewan Penasihat Redaksi independen yang berasal dari berbagai institusi di Indonesia. Untuk memastikan manajemen jurnal yang efisien dan peningkatan yang berkelanjutan, anggota tim redaksi JIMEKA sesekali menghadiri pelatihan dan program relevan yang diadakan terkait dengan manajemen jurnal.

9. Proses peer review

Semua artikel yang dikirimkan akan ditinjau dalam sistem double-blind untuk peer review, dimana identitas mitra bebestari dan penulis akan tetap anonim. Naskah yang diterima akan ditinjau oleh setidaknya dua ahli: satu anggota redaksi serta satu mitra bebestari eksternal. Proses peninjauan akan memakan waktu dua hingga empat minggu.

10. Diskusi dan koreksi pasca publikasi

Jurnal kami memungkinkan diskusi pasca publikasi melalui surat kepada tim redaksi. Mekanisme untuk mengoreksi, merevisi, atau menarik kembali artikel setelah publikasi dapat diakses melalui fitur pengumuman pada situs web kami.

 

Tugas Tim Redaksi

1. Tanggung jawab tim redaksi

Ketua penyunting dan penyunting pelaksana memiliki tanggung jawab dan kewenangan penuh untuk menerima atau menolak suatu artikel. Artikel yang diserahkan oleh penulis pada JIMEKA akan didistribusikan oleh ketua penyunting atau penyunting pelaksana kepada dewan penyunting atau mitra bebestari eksternal. JIMEKA mengandalkan sistem double-blind peer review untuk menjaga kualitas dan keabsahan artikel individu dan jurnal yang menerbitkannya.

Keputusan untuk menerbitkan artikel, penyunting harus objektif dan adil dalam menjalankan tugasnya tanpa membeda-bedakan jenis kelamin, suku, agama, pandangan politik atau asal geografis penulis. Penyunting berhak melakukan revisi redaksional terhadap naskah yang diterima. Penyunting juga harus menerima artikel berdasarkan kualitas artikel pada bobot akademik. Tanggung jawab mitra bebestari diperlukan untuk meningkatkan kualitas artikel dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh ketua penyunting atau penyunting pelaksana. Mitra bebestari berkontribusi pada proses pengambilan keputusan atas suatu artikel. Jika mitra bebestari menemukan kemiripan dalam artikel yang sedang ditinjau dengan konten yang telah dipublikasikan atau dikirimkan, maka mitra bebestari diharuskan untuk menyampaikan hal tersebut kepada penyunting. Mitra bebestari tidak boleh memiliki benturan kepentingan sehubungan dengan penelitian, penulis dan/atau penyandang dana penelitian.

2. Fair play dan independensi editorial

Penyunting mengevaluasi setiap naskah yang diterima hanya berdasarkan kualitas akademiknya (urgensi, orisinalitas, keabsahan studi, kejelasan) dan relevansinya dengan ruang lingkup jurnal, tanpa memandang ras, jenis kelamin, orientasi seksual, asal etnis, kewarganegaraan, kepercayaan agama, filsafat politik atau lembaga asal penulis. Keputusan untuk menyunting dan menerbitkan suatu artikel tidak ditentukan oleh kebijakan pemerintah atau lembaga lain di luar jurnal. Ketua penyunting memiliki otoritas penuh atas seluruh konten redaksional jurnal dan waktu publikasi konten tersebut.

3. Kerahasiaan

Penyunting dan tim redaksi tidak akan mengungkapkan informasi apapun terkait naskah yang diterima, kepada siapapun selain penulis yang bersangkutan, mitra bebestari, calon mitra bebestari, dewan penasihat redaksi lainnya, dan penerbit, sebagaimana mestinya.

4. Pengungkapan dan benturan kepentingan

Penyunting dan anggota dewan penyunting tidak akan menggunakan informasi yang tidak dipublikasikan yang diungkapkan dalam naskah yang diterima untuk tujuan penelitian pribadi tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Informasi atau ide istimewa yang diperoleh penyunting sebagai hasil penanganan naskah akan dirahasiakan dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi mereka. Penyunting akan mengundurkan diri untuk mempertimbangkan naskah apabila terdapat benturan kepentingan yang dihasilkan dari hubungan kompetitif, kolaboratif, atau lainnya dengan salah satu penulis, perusahaan, atau institusi yang terkait dengan naskah. Penyunting akan meminta anggota lain dari dewan penyunting untuk menangani naskah tersebut.

5. Keputusan publikasi

Penyunting memastikan bahwa setiap naskah yang sedang dipertimbangkan untuk publikasi menjalani proses peer-review oleh setidaknya dua mitra bebestari yang ahli di bidangnya. Ketua Penyunting bertanggung jawab untuk memutuskan naskah mana yang akan diterbitkan, berdasarkan keabsahan karya yang bersangkutan, urgensi dan manfaatnya bagi peneliti dan pembaca, komentar mitra bebestari, dan persyaratan hukum yang saat ini berlaku terkait indikasi pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta, dan plagiarisme. Ketua penyunting dapat berdiskusi dengan penyunting atau mitra bebestari lainnya dalam membuat keputusan tersebut.

 

Tugas Mitra Bebestari

1. Kontribusi untuk keputusan redaksional

Proses peer review membantu penyunting dalam membuat keputusan redaksional. Selain itu, melalui komunikasi redaksional antara penyunting dengan penulis dapat membantu penulis dalam merevisi naskahnya. Proses peer review adalah komponen penting dari komunikasi ilmiah formal dan merupakan inti dari penelitian ilmiah. AP-SMART berpandangan bahwa setiap akademisi yang ingin berkontribusi pada proses penelitian ilmiah berkewajiban untuk melakukan review yang wajar.

2. Ketepatan waktu

Setiap mitra bebestari yang merasa tidak memenuhi syarat untuk review suatu naskah atau mengetahui bahwa review tidak mungkin dilakukan secara tepat waktu harus segera memberitahu penyunting dan menolak undangan untuk review. Dengan demikian penyunting dapat segera menghubungi mitra bebestari alternatif.

3. Kerahasiaan

Setiap naskah yang diterima untuk di-review adalah dokumen rahasia dan harus diperlakukan sebagaimana mestinya; Naskah-naskah tersebut tidak boleh diperlihatkan atau didiskusikan dengan orang lain, kecuali jika diizinkan oleh Ketua Penyunting (hanya dilakukan dalam keadaan luar biasa dan khusus). Hal ini juga berlaku untuk mitra bebestari yang menolak untuk me-review naskah.

4. Standar objektivitas

Proses review dilakukan secara objektif dan hasil review dirumuskan secara jelas dengan memberikan argumen pendukung sehingga penulis dapat menggunakannya untuk merevisi naskah. Kritik pribadi terhadap penulis tidak dibenarkan.

5. Pengakuan sumber

Mitra bebestari harus mengidentifikasi pernyataan dalam karya ilmiah yang belum dikutip oleh penulis. Setiap pernyataan yang merupakan observasi, derivasi atau argumen yang telah dilaporkan dalam publikasi sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Mitra bebestari juga diharuskan untuk memberitahu penyunting terkait kesamaan substansial atau tumpang tindih antara naskah yang sedang dipertimbangkan dengan naskah lainnya, baik yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan.

6. Pengungkapan dan benturan kepentingan

Setiap mitra bebestari yang memiliki benturan kepentingan akibat persaingan, kerja sama, maupun hubungan atau koneksi lain dengan salah satu penulis, perusahaan atau institusi yang terkait dengan naskah dan karya harus segera memberitahu penyunting untuk menyatakan benturan kepentingan. Mitra bebestari yang bersangkutan harus menolak undangan untuk me-review. Dengan demikian, penyunting dapat segera menghubungi mitra bebestari alternatif.

Konten yang tidak dipublikasikan yang diungkapkan dalam naskah yang diterima tidak boleh digunakan dalam penelitian pribadi mitra bebestari tanpa adanya persetujuan tertulis dari penulis. Informasi atau ide istimewa yang diperoleh melalui proses peer review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi. Hal ini juga berlaku untuk mitra bebestari yang menolak untuk meninjau naskah.

 

Tugas Penulis

1. Standar pelaporan

Penulis diharuskan untuk menyajikan karya ilmiah yang bersifat orisinal disertai dengan pembahasan yang akurat dan diskusi yang objektif. Artikel harus memiliki informasi mendetail dan bersumber pada referensi yang sesuai, yang memungkinkan orang lain mereplikasi artikel tersebut. Artikel yang ditinjau harus akurat, objektif, dan komprehensif, sedangkan ‘opini’ redaksional atau potongan perspektif harus diidentifikasi dengan jelas. Pernyataan palsu atau sengaja tidak akurat merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima.

2. Akses data dan retensi

Penulis mungkin diminta untuk memberikan data mentah penelitiannya untuk tinjauan redaksional, serta harus siap untuk menyediakan akses publik ke data tersebut. Penulis juga harus memastikan aksesibilitas data tersebut kepada pihak profesional lainnya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 10 tahun setelah publikasi (sebaiknya melalui repositori data berbasis institusi atau subjek maupun pusat data lainnya), dengan syarat kerahasiaan para peserta dapat dilindungi serta hak hukum terkait kepemilikan data tidak menghalangi pengungkapan data tersebut.

3. Orisinalitas dan plagiarisme

Penulis harus memastikan bahwa mereka menulis dan mengirimkan hanya karya orisinal, dan jika mereka telah menggunakan karya dan/atau kata-kata orang lain, maka harus disampaikan bahwa sumber-sumber tersebut telah dikutip dengan tepat. Publikasi yang telah berpengaruh dalam menentukan sifat penelitian yang dilaporkan dalam naskah juga harus dikutip. Plagiarisme memiliki banyak bentuk, mulai dari alasan "meneruskan" penelitian milik orang lain sebagai milik sendiri; menyalin atau memparafrasekan bagian penting dari penelitian orang lain (tanpa atribusi); hingga mengklaim hasil penelitian yang dilakukan oleh orang lain. Plagiarisme dalam bagaimanapun bentuknya merupakan perilaku penerbitan yang tidak etis dan tidak dapat diterima.

4. Publikasi ganda, duplikat, redundan, atau bersamaan

Naskah yang menggambarkan penelitian yang pada dasarnya sama tidak boleh dipublikasikan pada lebih dari satu jurnal atau publikasi utama. Oleh karena itu, penulis tidak boleh menyerahkan naskah yang telah diterbitkan di jurnal lain. Penyerahan naskah secara bersamaan ke lebih dari satu jurnal merupakan perilaku penerbitan yang tidak etis dan tidak dapat diterima.

Publikasi beberapa jenis artikel (seperti pedoman klinis, terjemahan) di lebih dari satu jurnal terkadang dapat dibenarkan, asalkan kondisi tertentu terpenuhi. Penulis dan penyunting jurnal yang bersangkutan harus menyetujui publikasi sekunder, yang harus mencerminkan data dan interpretasi yang sama dari dokumen utama. Referensi utama harus dikutip dalam publikasi sekunder.

5. Kepengarangan naskah

Hanya pihak-pihak yang memenuhi kriteria kepengarangan berikut ini yang dapat dicantumkan sebagai penulis dalam naskah karena mereka harus dapat mengambil tanggung jawab publik atas konten tersebut: (i) memberikan kontribusi signifikan terhadap konsepsi, rancangan, pelaksanaan, perolehan data, atau analisis/interpretasi pembelajaran; dan (ii) menyusun naskah tersebut atau merevisinya secara kritis untuk konten intelektual yang penting; dan (iii) telah melihat dan menyetujui naskah akhir dan menyetujui penyerahannya untuk diterbitkan. Semua pihak yang memberikan kontribusi substansial pada naskah (seperti bantuan teknis, bantuan penulisan dan penyuntingan, dukungan umum) namun tidak memenuhi kriteria kepengarangan tidak boleh dicantumkan sebagai penulis, tetapi harus diakui pada bagian "Ucapan Terima Kasih" setelah memperoleh izin dari yang bersangkutan. Penulis korespondensi harus memastikan bahwa semua rekan penulis telah sesuai (menurut definisi di atas) dan tidak ada rekan penulis yang tidak pantas dimasukkan dalam daftar penulis serta memastikan bahwa semua rekan penulis telah melihat dan menyetujui naskah akhir dan menyetujui penyerahannya untuk diterbitkan.

6. Pengungkapan dan benturan kepentingan

Penulis diharuskan pada tahap sedini mungkin (umumnya dengan mengirimkan formulir pengungkapan pada saat penyerahan dan termasuk pernyataan dalam naskah) mengungkapkan setiap benturan kepentingan yang mempengaruhi hasil atau interpretasinya dalam naskah tersebut. Contoh potensi benturan kepentingan yang harus diungkapkan meliputi hal-hal keuangan seperti honorarium, hibah pendidikan atau pendanaan lainnya, partisipasi dalam presentasi oral, keanggotaan, pekerjaan, konsultan, kepemilikan saham, atau kepentingan ekuitas lainnya, dan kesaksian ahli berbayar atau hak paten, pengaturan perizinan, serta hubungan non-keuangan seperti hubungan pribadi atau profesional, afiliasi, pengetahuan atau kepercayaan dalam materi penelitian atau materi yang dibahas dalam naskah.

7. Pengakuan sumber

Penulis harus memastikan bahwa mereka telah mengakui karya orang lain dengan benar, dan juga harus mengutip publikasi yang telah berpengaruh dalam menentukan sifat penelitian yang dilaporkan. Informasi yang diperoleh secara pribadi (dari percakapan, korespondensi atau diskusi dengan pihak ketiga) tidak boleh digunakan atau dilaporkan tanpa izin tertulis dari sumbernya. Penulis tidak boleh menggunakan informasi yang diperoleh dalam rangka memberikan layanan rahasia, seperti naskah yang pernah diulas atau aplikasi pemberian hibah, kecuali mereka telah memperoleh izin tertulis eksplisit dari penulis karya tersebut.

8. Bahaya dan subjek manusia atau hewan

Jika terdapat pekerjaan yang melibatkan bahan kimia, prosedur, atau peralatan yang memiliki bahaya yang tidak biasa yang melekat dalam penggunaannya, penulis harus mengidentifikasi hal tersebut secara jelas dalam naskah. Jika pekerjaan melibatkan penggunaan hewan atau peserta manusia, penulis harus memastikan bahwa semua prosedur dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan pedoman kelembagaan yang relevan serta memastikan bahwa naskah telah menyertakan pernyataan persetujuan dari komite kelembagaan yang relevan. Penulis juga harus menyertakan pernyataan dalam naskah bahwa persetujuan tertulis telah diperoleh untuk eksperimen dengan peserta manusia. Hak privasi peserta manusia harus selalu diperhatikan.

9. Peer review

Penulis berkewajiban untuk berpartisipasi dalam proses peer review dan bekerja sama sepenuhnya dengan segera menanggapi permintaan penyunting untuk memberikan data mentah, klarifikasi, bukti persetujuan etika, persetujuan peserta penelitian, dan izin hak cipta. Dalam kasus keputusan pertama "diperlukan revisi", penulis harus menanggapi komentar mitra bebestari secara sistematis, poin demi poin, tepat waktu, merevisi, dan mengirimkan kembali naskah mereka ke jurnal sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan.

10. Kesalahan mendasar dalam karya yang diterbitkan

Jika penulis menemukan kesalahan atau ketidakakuratan yang signifikan dalam karya mereka yang diterbitkan, maka penulis berkewajiban segera memberitahu penyunting atau penerbit jurnal dan bekerja sama dengan mereka untuk memperbaiki naskah baik dalam bentuk ralat atau penarikan jurnal terkait. Jika penyunting atau penerbit mengetahui dari pihak ketiga bahwa karya yang diterbitkan mengandung kesalahan atau ketidakakuratan yang signifikan, maka penulis berkewajiban untuk segera memperbaiki atau meretraksi naskah serta memberikan bukti kepada penyunting jurnal terkait kebenaran naskah tersebut.

 

Tugas Penerbit

1. Penanganan perilaku penerbitan yang tidak etis

Pada kasus pelanggaran ilmiah baik yang terduga maupun terbukti, kecurangan publikasi, serta plagiarisme, penerbit bekerja sama dengan penyunting untuk mengambil tindakan yang tepat dalam memperjelas situasi dan memperbaiki artikel yang dipermasalahkan. Hal ini termasuk publikasi segera atas perbaikan kekeliruan, klarifikasi, atau dalam kasus yang paling parah yakni penarikan kembali artikel terkait (retraction). Penerbit bersama dengan penyunting diharuskan mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mengidentifikasi dan mencegah publikasi artikel yang didalamnya terdapat pelanggaran, dan dalam keadaan apa pun tidak mendorong pelanggaran tersebut atau dengan sengaja membiarkan pelanggaran tersebut terjadi.

2. Akses ke konten jurnal

Penerbit berkomitmen untuk memastikan setiap artikel tersedia secara permanen dan meningkatkan aksesibilitas melalui kemitraan dengan organisasi serta memelihara arsip digital kami.