MEBOBO PADA ADAT PERKAWINAN SUKU KLUET DESA MALAKA KECAMATAN KLUETTENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN

Hasbullah . Hasbullah

Abstract


ABSTRAK

Kata kunci: Mebobo, Adat,suku Kluet.

Penelitian ini berjudul “Mebobo pada Adat Perkawinan Suku Kluet di Desa Malaka Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan” mengangkat masalah mebobo pada acara adat perkawinan di Kluet. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara dan makna dari syair mebobo saat acara adat perkawinan di desa Malaka Kecamatan Kluet Tengah Aceh Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, dan teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mebobo Pada acara adat perkawinan suku Kluet sudah dilaksanakan semenjak abad ke-13 Masehi.Mebobo dilaksanakan oleh laki-laki pemuda desa serta tokoh adat di desa tersebut, diiringi dengan syair-syair yang dilantunkan namun tidak semua lirik dalam syair memiliki makna yang jelas karena hanya sebagai hiburan dan penyemarak saja.Mebobo dilaksanakan pada malam hari.Istilah mebobo dimaksudkan pada saat mengantarkan pengantin pria kerumah pengantin wanita, sedangkan sebaliknya disebut Pagi Makan.Secara keseluruhan makna dari syair mebobo sendiri lebih kepada kata-kata nasihat dan arahan serta acara pelepasan dari sahabat-sahabat pengantin pria.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdillah Aminuddin, M, 2005. Skripsi Dengan Tema: Seni Sebagai Media

Dakwah ( Studi Pesan-Pesan Dakwah Dalam Syair-Syair Nasyid Justice Voice ), Yogyakarta: Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga.

Alwi.2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Cetak Pertama Edisi III. Balai Pustaka.

Arikunto, Suharismi, 2006. Posedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka Cipta.

Bukhari dkk, 2006, Kluet dalam Bayang-Bayang Sejarah. Banda Aceh: Team Ikatan Kekeluargaan Masyarakat Kluet (IKMK).

Depdikbud, 1979.Kebudayaan Daerah Musik Dan Tari Daerah Istimewa Aceh. Jakarta: Pusat Penelitian Sejarah Budaya.

Dhuhri, Sufuddin.2009. PeusijuekSebuah Tradisi Sosial Masyarakat Pasee dalam Perspektif Tradisionalis dan Reformis.Lhokseumawe: The 3rd International Conference on Development of Aceh (ICDA).

Endraswara, 2006.Budi Pekerti Jawa. Yogyakarta: Buana Pustaka.

Herdiansyah, Haris. 2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial.Jakarta: Salemba Humanika.

Koentjaraningrat.2009, Ilmu Antropologi.Jakarta: PT.RienekaCipta.

M. Lutfi, 2012. Perkawinan Menurut Hukum Adat dan Menurut Hukum Islam.

(http//www.lutfichakim.com., diakses 02 Maret 2016).

Moelyono, Anton M. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Moleong. 2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Notoadmodjo, Sukidjo, 2005. Metode Penelitian Deskriptif, Jakarta: Rineka Cipta.

Saryono.2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika

Sobur, Alex, 2004. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Soelaiman A., Darwis, 2011.Kompilasi Adat Aceh, Banda Aceh: Pusat Studi Melayu Aceh (PUSMA)

Sugiarto, Eko, 2007. Mengenal Pantun Dan Puisi Lama, Yogyakarta: Pustaka

Widyatama.

Sugiyono, 2010.Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

T, Syamsuddin dkk. 1978. Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Istimewa Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.