Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Pola Bilangan di Kelas VIII MTsN Model Banda Aceh

Mila Furrahmah, Rahmah Johar, Bintang Zaura

Abstract


Berpikir kritis adalah suatu kegiatan atau aktifitas untuk menyelidiki atau menilai  informasi. Berfikir kritis bertujuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, sehingga keputusan yang dianggap terbaik akan dilakukan dengan benar. Namun, pada kenyataannya kemampuan berpikir kritis matematika siswa masih belum memuaskan. Hal tersebut disebabkan karena siswa masih lemah dalam menyelesaikan soal non rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pola bilangan di kelas VIII-9 MTsN Model Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 36 siswa kelas VIII-9 MTsN Model Banda Aceh. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis yang diperkuat dengan wawancara. Data yang telah diperoleh dianalisis secara deskriptif, sedangkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dinilai sesuai dengan pedoman penilaian kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 36 orang siswa terdapat 16 (45%) orang siswa masuk dalam kriteria  kemampuan berpikir kritis tinggi, 13 (36%) orang siswa masuk dalam kriteria kemampuan berpikir kritis sedang , dan 7 (19%) orang siswa masuk dalam kriteria kemampuan berpikir kritis rendah. Siswa dikatakan memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori tinggi, karena melalui tahap klarifikasi, assessment dan inferensi. Siswa pada kategori sedang, hanya melalui tahap klarifikasi dan assessment, sedangkan siswa pada kategori rendah, hanya melalui tahap klarifikasi saja.

 

Kata Kunci:         berpikir kritis, kemampuan berpikir kritis, pola bilangan.

Full Text:

83-90

References


Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.Jakarta:Bumi Aksara.

Depdiknas. 2006. Standar Isi Mata Pe¬lajaran Matematika Tingkat Seko¬lah Dasar Dan Menengah. Jakarta:Depdiknas.

Fisher, Alec. 2007. Berpikir Kritis Sebuah Pengantar. Jakarta : Erlangga.

Jacob, and Sam. 2008. Measuring Critical Thinking In Problem Solving Through Online Discussion Forums In First Year University Mathematics. Proceedings Of the International MultyConference of Engineers and Computer Scientists, 19–21.Tersedia: www.iaeng.org/publication/IMECS2008/ IMECS2008_pp816 821.pdf.

Lewy, dkk. 2009. Pengembangan Soal untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pokok Bahasan Barisan dan Deret Bilangan di Kelas IX Akselerasi SMP XA Verius Maria Palembang. Jurnal Pendidikan Matematika, (2): 15 – 28.

Marwan, dkk.2016. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMK melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Jurnal Didaktik Matematika, (2): 9 – 12.

Noer, Sri Hastuti. 2009. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Prosiding.

Retnowati, Dwi dkk. 2016. Proses Berpikir Kritis Siswa kelas XI Farmasi SMK Citra Medika Sragen dalam Pemecahan Masalah Matematika. Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, (1): 105 – 116.

Soedjadi, R. 2000. Kiat Belajar Matematika di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan.

Sumarmo, Utari. 2010. Berfikir dan Disposisi Matematika apa, Mengapa, dan Bagaimana di Kembangkan pada Peserta Didik. Jurnal FMIPA UPI, 1 – 27.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika

ISSN 2614-1078 (online)
Organized by Program Studi S1 Pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala
Published by Universitas Syiah Kuala
Website : http://jim.unsyiah.ac.id/pendidikan-matematika/
Email     : jimpmat@fkip.unsyiah.ac.id