Gambaran penerimaan diri anak panti asuhan dan faktor yang mempengaruhinya

Witri Ronica, Nurhasanah Nurhasanah, Dahliana Abd.

Abstract


Abstract: Self-acceptance is the ability of individuals to be able to have a positive view of themselves and be willing to live with all the characteristics that exist in themselves without feeling uncomfortable with themselves. Without an individual's self-acceptance it would be difficult to accept a good state of self that relates to weaknesses and strengths. This study aims to describe the self-acceptance of Budi Luhur orphanage children and the factors that influence it. The approach used in this study is descriptive qualitative with the subject of the research are orphanage children who still have parents. The results showed that children lacked self-acceptance or lacked understanding, were unable to regulate emotions, and were unable to interact harmoniously with the environment. While the factors that influence it are not being able to understand the condition of themselves, feeling uncomfortable, family problems and being negative about the future. It is expected that the orphanage will improve facilities for self-development, so that foster children feel happy living in the orphanage. Furthermore, to always supervise foster children, provide good guidance, and give more attention to children, so that they can understand their true self. To parents to be able to work with caregivers to be able to convince their children, parents leave their children to orphanages not because they are not loved anymore.Keywords: Self-Acceptance, Influencing Factors, orphanage children 

Abstrak: Penerimaan diri adalah kemampuan individu untuk dapat memiliki pandangan positif mengenai diri sendiri dan bersedia untuk hidup dengan segala karakteristik yang ada pada diri tanpa merasa ketidaknyamanan terhadap diri sendiri. Tanpa adanya penerimaan diri individu akan sulit untuk menerima keadaan diri baik yang berhubungan dengan kelemahan maupun kelebihannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri anak panti asuhan Budi Luhur dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu anak-anak panti asuhan yang masih memiliki orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak kurang memiliki penerimaan diri atau kurang memahami dirinya, kurang dapat mengatur emosi, dan kurang dapat berinteraksi secara harmonis dengan lingkungan. Sedangkan faktor yang mempengaruhinya adalah tidak bisa memahami kondisi diri, merasa tidak nyaman, permasalahan keluarga dan bersikap negatif terhadap masa depan. Diharapkan kepada pihak panti asuhan untuk meningkatkan fasilitas untuk pengembangan diri, sehingga anak-anak asuh merasa senang tinggal di panti. Selanjutnya agar selalu mengawasi anak-anak asuh, memberikan pembinaan yang baik, serta memberikan perhatian yang lebih kepada anak-anak, agar mereka dapat memahami keadaan diri yang sebenarnya. Kepada orangtua agar dapat bekerja sama dengan pengasuh untuk dapat meyakinkan anak-anak bahwasannya, orangtua menitipkan anak ke panti asuhan bukan karena tidak disayang lagi.

Kata Kunci: Penerimaan Diri, Faktor yang mempengaruhi, Anak panti asuhan

 


Full Text:

PDF

References


Bastaman, H. D. (2010). Integrasi Psikologi dengan Islam Menuju Psikologi Islami. Yogyakarta: Yayasan Insan Khamil & Pustaka Pelajar

Brooks, W.D.,P. (2005). Interpersonal Community. Lowa. Brow Company Publisher.

Chaplin, J.P. (2005). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Depsos RI, (1986). Buku Pedoman Pelayanan Kesejaheraan Anak Melalui Panti Sosial. Jakarta.

Germer, C.K. 2009. The mindful path to self-compassion. USA: The Guilford Press.

Handayani, M. M. (2000). Efektivitas Pelatihan Pengenalan Diri Terhadap Peningkatan Penerimaan Diri dan Harga Diri.Insan. Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Vol.2 No.1.November 2000

Moleong, L. J. (2008). Metodelogi Penelitian. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Rakhmawati, I. (2015). Peran keluarga dalam pengasuhan anak. Bimbingan Konseling Islam, 6, 1-18.

Rosalia, D. P. (2008). Harga Diri Remaja Panti Asuhan SOS Desa Taruna Semarang. Skripsi (tidak diterbitkan). Semarang: Fakultas Psikologi Universitas Khatolik Soegijapranata.

Santrock, J. W. (2007). Adolescene, Eleventh Edition. (terj. Benedictine Widyasinta). Jakarta: Erlangga.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling

JIMBK Published by:

Program Studi Bimbingan dan Konseling

FKIP Universitas Syiah Kuala

P-ISSN: 2615-0344

 

Creative Commons License
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.