Upaya Teungku Dayah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Santri Di Dayah Thalibul Huda Gampoeng Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh

Fakhrurrazi Fakhrurrazi, Syaiful Bahri, Amsal Amri

Abstract


Fakhrurrazi. 2016. Upaya Teungku Dayah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Santri Di Dayah Thalibul Huda Gampoeng Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Skripsi, Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:

 

(1)   Drs. Syaiful Bahri, M.Pd., (2) Drs. Amsal Amri, M.Pd

 

Kata Kunci: Upaya, Teungku Dayah, Kedisiplinan Belajar Santri

 

Pendidikan Dayah berfungsi untuk mendalami ilmu agama Islam sebagai pedoman hidup dengan menekankan kepentingan dalam kehidupan sehari-hari dan bermasyarakat. Sumber ilmu rujukan adalah dari ulama bermazhab Syafi'i dan beraliran Ahlussunnah wal Jama'ah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya Teungku Dayah dalam meningkatkan kedisiplinan belajar Santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Teungku Dayah dalam meningkatkan kedisiplinan belajar Santri. Penelitian ini juga bermanfaat sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga pendidikan Dayah dalam mengembangkan Dayahnya. Bagi Santri agar dapat meningkatkan kedisiplinan dalam belajar. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan dengan jenis/metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Dayah Thalibul  Huda Gampoeng Bayu Lamcot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh. Subjek penelitian adalah 5 orang Teungku dayah dan 30 orang Santri. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan  mendeskripsikan semua hasil wawancara dengan Teungku dan Santri selanjuntnya diambil kesimpulan. Hasil penelitian adalah 1) setiap selesai shalat lima waktu, Teungku memberikan nasihat kepada santri untuk tetap menjaga kedisiplinan dalam belajar, misalnya tepat waktu masuk kelas dan aktif dalam pembelajaran, 2) santri juga di ajarkan adab-adab dalam belajar. Dengan demikian santri akan disiplin dalam belajar, 3) jika santri melakukan masalah atau tidak disiplin terhadap waktu belajar, shalat berjamaah dan mengulang pelajaran, maka dilakukan peringatan dan diberikan sangsi sesuai peraturan dayah yang telah di tetapkan, 4) santri dilatih dalam kepemimpinan, misalnya mengontrol santri ketika masuk waktu shalat. Diberikan tugas untuk dapat mengingatkan dirinya dan temannya dalam melaksanakan shalat berjamaah.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.