ANALISIS PENYEBAB REMAJA MELAKUKAN BALAPAN LIAR DI KOTA TAKENGON

Alpi Wantona, Nur Janah, Dara Rosita

Abstract


ABSTRAK

 

Wantona,Alpi.2019.Analisis Penyebab Remaja Melakukan Balapan Liar di Kota Takengon. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:

Pembimbing: (1) Dra. Nur Jannah. P.Si,. MM   (2) Dara Rosita, S.T,. S.Pd., M.Ed

Kata Kunci : Analisis Penyebab Remaja, Balapan Liar

Remaja adalah individu yang sedang berada pada masa peralihan dari masa kanak kanak menuju dewasa dan di tandai dengan perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan sosial. Remaja akan mengalami pergejolakan yang menjerumuskan ke prilaku menyimpang secara moral dan sosial apabila di pengaruhi oleh pergaulan yang salah di sekolah maupun di masyarakat, apalagi tidak ada pendamping dari orang tua, guru, dan masyarakat. Bentuk penyimpangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah aktivitas balapan liar yang sangat populer pada usia remaja Balapan liar adalah adu kecepatan dengan sepeda motor yang dilakukan di tempat tempat umum. Balapan liar dilakukan di jalan raya, parkir stadion serta di tempat lainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis penyebab remaja melakukan balapan liar di Kota Takengon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 5 orang remaja pelaku balapan liar dan 3 orang masyarakat yang tinggal di sekitar aktivitas balap liar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara menggunakan pedoman FGD. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penyebab remaja melakukan balapan liar adalah berusia 15-16 tahun, dengan jenjang pendidikan yang ditekuni yaitu sekolah tingkat menengah atas (SMA), pada usia tersebut memperlihatkan bahwa rasa ingin tahu dan ketertarikannya terhadap dunia balap liar sangat tinggi, pada saat orang lain memicu kendaraannya dengan kencang menimbulkan rasa ingin tahu dan ingin melakukannya dan ingin menunjukkan kepada orang bahwa mereka mampu dan mereka bisa. Penyebab yang mendorong pelaku balap liar melakukan balapan liar yaitu datang dari diri sendiri dan teman sepermainan, serta orang terdekat, dan juga saat melihat teman sebayanya mengendarai kenderaan dengan kecepatan yang tinggi memicu adrenalin untuk ikut melakukan balapan liar tanpa menghiraukan kecelakaan yang dapat dialami remaja saat melakukan balapan liar serta uang taruhan yang didapat pada saat memenangkan balapan liar serta tempat menyalurkan hobi.


Full Text:

PDF

References


George Ritzer & Douglas J Goodman. 2005, Teori Sosiologi, Yogyakarta, Kreasi Wacana,

Hasibuan, (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Hasan Basri, (2009). Filsafat Pendidikan Islam. Bandung : Pustaka Setia.

Hidayat, (2008). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Hardiyanto, (2017). Remaja Dan Perilaku Menyimpang (Studi Kasus Remaja di Kota Padangsidimpuan). Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Email: Sigit12hardiyanto@gmail.com.

Hurlock, Elizabeth B. (2007). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Kartono, (2010). Patologi Sosial Kenakalan Remaja. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Kedaulatan Rakyat. (2009). Pembubaran aksi Balap Liar. http://www.kr.co.id/ (Diakses pada tanggal 13 April 2019)

Maisari, (2013). Pengaruh Kontrol Diri Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Degradasi Moral Pada Usia Sekolah Di Kelas Viii Mts Nahdlatul Ulama Kaliawi Tanjungkarang Pusat Bandar Lampung. Bandar Lampung : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Bandar Lampung.

Mantiri, (2017). Perilaku Menyimpang Di Kalangan Remaja Di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Email: vivevike_mantiri@yahoo.co.id.

Notoatmoatmodjo, S. (2011). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Rhineka Cipta.

Notoatmoatmodjo, S. (2010). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta. Rhineka Cipta

Pratiwi, (2012). Kesehatan Remaja di Indonesia. http://idai.or.id/public-articles/seputar-kesehatan-anak/kesehatan-remaja-di-indonesia.html (Diakses pada tanggal 13 April 2019)

Riyadi, (2012). Peran Polri Dalam Penanganan Balapan Liar (Studi Kasus di Polsek Musuk, Boyolali). Surakarta : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rochmah, (2010). Psikologi Perkembangan. Ponorogo : STAIN Ponorogo Press.

Sarwono, (2011). Psikologi Remaja. Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.

Satori, (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta.

Sofyan S. Willis. (2006). Remaja & Masalahnya. Bandung : Alfabeta.Sri Rumini, dkk, (2006). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

Sugiono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tri, (2010). Persepsi Masyarakat Terhadap Balap Liar Di Kalangan Remaja (Studi Kasus di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul). Yogyakarta : Program Studi Pendidikan Sosiologi Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Zainal, (2014). Balapan Liar Motor (Studi Kasus Di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar). Makassar : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Makassar.

Yudha, Manggala P Putra, (2013). Polri: Motor Sumbang Angka Kecelakaan Paling Besar. http://www.republika.co.id/ (Diakses pada tanggal 13 April 2019).

Yuliartini, (2014). Kajian Kriminologis Kenakalan Anak Dalam Fenomena Balapan Liar di Wilayah Hukum Polres Buleleng. Jurnal Psikologi. Vol. 7, No. 3, 2014.

Widyastuti, dkk. (2010). Kesehatan Reproduksi Jakarta : Fitramaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling

JIMBK Published by:

Program Studi Bimbingan dan Konseling

FKIP Universitas Syiah Kuala

P-ISSN: 2615-0344

 

Creative Commons License
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.