ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERGAULAN BEBAS PADA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH

Hafri Khaidir Anwar, Martunis Martunis, Fajriani Fajriani

Abstract


Abstract: Free association is an increasingly alarming case, especially for adolescents who have been entangled with deviant behaviors that are not in accordance with religious values / norms, customs and rules that apply in society. This study aims to determine the causes of the occurrence of promiscuity in the city of Banda Aceh. This research includes descriptive research using a qualitative approach. The subjects of this study were teenagers in the Banda Aceh City area. Data collection techniques are interviews. While the data analysis technique is done in three steps, namely data reduction, data display and verification. The results of the study show that matters related to free association conducted by young people in Banda Aceh City include (1) coming home / late at night; (2) Associating with the opposite sex without any limitations; (3) Bullying; (4) Misuse of the internet, namely accessing pornographic content; (5) Looks not in accordance with age; (6) Violating school rules, namely skipping school, not doing homework / school assignments, not attending teaching and learning activities at certain learning hours, and not attending ceremonies. The causes of the occurrence of promiscuity in adolescents are; (1) Low self control; (2) Low self-awareness of adolescents about the dangers of promiscuity; (3) Religious values tend to be lacking; (4) Poor lifestyle; (5) Low level of family education; (6) Poor harmonious family environment; (7) Lack of attention from parents; (8) Peer influence; and (9) Effects of the Internet.

Keywords: Causes, promiscuity, adolescence 

 

Abstrak: Pergaulan bebas merupakan suatu kasus yang semakin mengkhawatirkan terutama bagi remaja yang telah terjerat dengan perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan nilai/norma agama, adat istiadat serta kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas di Kota Banda Aceh. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para remaja dalam wilayah Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan tiga langkah, yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal terkait pergaulan bebas yang dilakukan remaja Kota Banda Aceh meliputi (1) Keluar/pulang ke rumah larut malam; (2) Bergaul dengan lawan jenis tanpa adanya batasan; (3) Bullying; (4) Penyalahgunaan internet yakni mengakses konten pornografi; (5) Berpenampilan tidak sesuai dengan umur; (6) Melanggar aturan sekolah yakni bolos sekolah, tidak mengerjakan PR/tugas sekolah, tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar pada jam pembelajaran tertentu, dan tidak mengikuti upacara. Adapun faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas pada remaja yaitu ; (1) Rendahnya kontrol diri; (2) Rendahnya kesadaran diri remaja terhadap bahaya pergaulan bebas; (3) Nilai-nilai keagamaan cenderung kurang; (4) Gaya hidup yang kurang baik; (5) Rendahnya taraf pendidikan keluarga; (6) Keadaan lingkungan keluarga yang kurang harmonis; (7) Minimnya perhatian orang tua; (8) Pengaruh teman sebaya; dan (9) Pengaruh Internet.

Kata Kunci : Faktor Penyebab, Pergaulan Bebas, Remaja.


Full Text:

PDF

References


Aisyah. (2013). Dampak Negatif Pergaulan Bebas Terhadap Generasi Muda Menurut Tinjauan Pendidikan Islam. SkripSi. Makassar : UIN Alauddin.

Amsyari, F. 2000. Prinsip-prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Artikelsiana, (2015). Pengertian Pergaulan Bebas, Penyebab, Akibat & Cara Mengatasi. (online). (http://www.artikelsiana.com/2015/09/pengertian-pergaulan-bebas-penyebab.html. diakses 13 april 2018).

Ash- Sha’idi. (2000). Menuju Keluarga Sakinah, hlm. 111

Bali TV. (2016). Pergaulan Bebas Remaja. (online). (https://www.youtube.com/watch?v=JI4s6ec1vWg. Diakses pada 13 september 2018).

Djamarah, S. B. (2004). Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga Sebah Perspektif Islam. Jakarta: Rineka Cipta.

Djufri dkk. (2016). Pedoman penulisan skripsi. Banda Aceh: FKIP Universitas Syiah Kuala.

Furchan, A. (2007). Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Gunarsa, S. D. (2006). Psikologi Muda Mudi. Jakarta: Mulia.

Komariah dkk. (2015). Pengaruh Gaya Hidup Remaja Terhadap Meningkatnya Perilaku Melanggar Norma Di Masyarakat. (online). (http:// ejournal .upi.edu/index.php/ sosietas/ article/ download/1527/1053., diakses 16 Agustus 2018).

Lestari, E. G. dkk (2017). Peran Keluarga Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja. Jurnal Penelitian & Pkm (2) : 153-159.

Merdeka.com. (2014). Remaja di Banda Aceh Terjebak Pergaulan Bebas dan Narkoba. (online). (https://www.merdeka.com/peristiwa/remaja-di-banda-aceh-terjebak-pergaulan-bebas-dan-narkoba.html. Diakses 13 september 2018).

Setiawan, T. (2009). Internet Untuk Anak: Panduan Wajib bagi Orang Tua, Yogyakarta: A ‘Plus.

Titisari, H. T. D. (2017). Hubungan antara Penyesuaian diri dan Kontrol diri dengan Perilaku Delikuen pada siswa SMA Muhammadiyah 1, Jombang. Psikodimensia (2) : 131-140.

Yudhaprawira, M. R. dan Uyun. (2017). Kematangan Beragama Remaja Akhir Sebagai Pelaku Seksual Pranikah. Jurnal Indigenous (1) : 49-59.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling

JIMBK Published by:

Program Studi Bimbingan dan Konseling

FKIP Universitas Syiah Kuala

P-ISSN: 2615-0344

 

Creative Commons License
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.