Inkubasi Telur Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) Menggunakan Sistem Corong dengan Padat Tebar yang Berbeda

Rizka Ulfani, Cut N. Defira, Hasanuddin Hasanuddin

Abstract


      The objective of this research was to study the influence of the different effects of egg stocking density used tilapia JAR methods on egg hatchability, incubation time to hatch and the survival rate of Lates calcarifer. The study was Conducted at Balai Perikanan Air Payau (BPBAP) Ujoeng Bate, district Aceh Besar on June to July 2017. The research used Completely Randomized Design as a statistical analysis method with five treatments and three replications. The sample was the fertilized Lates calcalifer eggs. The treatment used was a different stocking density of 100 eggs/L, 200 eggs/L, 300 eggs/L, 400 eggs/L, and 500 eggs/L. The ANOVA test showed that of different stocking density gave the significant effect on the hatching rate and the survival rate but there was no significant effect of incubation time to hatch of Lates calcarifer. The result showed the highest hatching rate was obtained at density 100 eggs/L (80%) and the lowest at density 500 eggs/L (52%). The best growth of survival rate phase was at a stocking density of 100 eggs/L respectively 66.6% and lowest growth of survival rate phase was at the stocking density of 500 eggs/L respectively 33.05%. Generally, it was reported that best treatment of stocking density for egg hatchability of Lates calcarifer was at 100 eggs/L.

       Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa inkubasi telur ikan kakap putih pada sistem corong dengan padat tebar yang berbeda terhadap, daya tetas telur, waktu penetasan dan kelangsungan hidup ikan kakap putih (Lates calcarife). Penelitian ini dilakukan di Balai Perikanan Air Payau (BPBAP) Ujoeng Bate, Kabupaten Aceh Besar pada Juni hingga Juli 2017. Analisis statistik menggunakan metode Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 ulangan . sampel yang digunakan adalah telur ikan kakap putih (Lates calcarife) yang telah terbuahi. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan padat tebar 100 butir/liter, 200 butir/liter, 300 butir/telur, 400 butir telur/liter, 500 butir/liter. hasil uji ANNOVA menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan padat tebar berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur dan kelangsungan hidup ikan kakap putih (Lates calcarife) tapi tidak berpengaruh nyata terhadap waktu penetasan telur.  Hasil ini menunjukkan daya tetas telur tertinggi terdapat pada perlakuan padat tebar 100 butir/liter (80%) dan persentase terendah terdapat pada perlakuan padat tebar 500 butir/telur (52%). Persentase kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan padat tebar 100 butir/liter sebesar 66.6% dan yang terendah terdapat pada perlakuan padat tebar 500 butir/liter sebesar 33.05%. secara umum dapat disimpulkan bahwa perlakuan padat tebar terbaik untuk penetasan telur dan kelangsungan hidup ikan kakap putih (Lates calcarife) adalah pada padat tebar 100 butir/liter.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.