Hubungan Lebar Karapas dan Berat Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Serta Faktor Kondisi di Perairan Aceh Singkil

Kasril Kasril, Irma Dewiyanti, Nurfadillah Nurfadillah

Abstract


The objectives of this research were to examine the relationship between carapace width and body weight of mangrove crab (Scylla serrata), and condition factors and sex ratio of mangrove crab in Aceh Singkil waterworks. This research was conducted from January 2017 until February 2017 at Kecamatan Kuala Baru, Kecamatan Singkil, and Kecamatan Singkil Utara. The method of research was used census method. The samples of mangrove crab have used the catch result of fisherman during 30 days in Aceh Singkil waterworks. was obtained b value of Kecamatan Kuala Baru was b=2.66, Kecamatan Singkil was b=2.34 and Kecamatan Singkil Utara was b=2.21. From the three research locations of mangrove crab, it had negative allometric growth properties. The number of relative weight condition factor (wr) for Kecamatan Kuala Baru was 66.48-263.34 (average 5.83), Kecamatan Singkil was 5.14-6.57 (average 5.70) and Kecamatan Singkil Utara was 5.08-5.95 (average 5.70). Based on the survey of sex-ratio in Kecamatan Kuala Baru mas 1:1.33, Kecamatan Singkil was 1: 1.5 and Kecamatan Singkil Utara was 1: 2.8. This study was showed the sex-ratio of both types of mangrove crab was still in the balance.

       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lebar karapas dan berat  kepiting bakau (Scylla serrata) serta faktor kondisi dan sex-ratio kepiting bakau di perairan Aceh Singkil. Penelitian ini dilakukan pada bulan  Januari sampai Februari 2017 di Kecamatan Kuala Baru, Kecamatan Singkil dan Kecamtan Singkil Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus.Sampel kepiting bakau yang digunakan adalah hasil tangkapan para nelayan selama 30 hari yang tertangkap di perairan Aceh Singkil. nilai b Kecamatan Kula baru diperoleh nilai b = 2,66, Kecamatan Singkil b = 2,34 dan Kecamtan Singkil Utara b = 2,21. Dari ketiga lokasi penelitian kepiting bakau (Scylla sp.) tersebut mempunyai sifat pertumbuhan alometrik negative. Nilai faktor kondisi berat relatif (Wr) untuk perairan Kuala Baru 66,48-263,34 (rata-rata 105,70) Singkil 70,29-152,89 (rata-rata 104,58) dan Singkil Utara 74,58-145,44 (rata-rata 105,72) dapat diartikan perairan tersebut masih mendukung untuk pertumbuhan kepiting bakau Nilai faktor kondisi Fulton (K) untuk perairan Kuala Baru berkisar antara 5,29 – 7,28 (rata-rata 5,83), Singkil 5,14-6,57 (rata-rata 5,70) dan Singkil Utara 5,08-5,95 (rata-rata 5,70. Berdasarkan hasil survei didapatkan Sex-ratio Kuala Baru adalah 1 : 1,33, Singkil 1 : 1,5 dan Singkil Utara 1 : 2,18. Hal ini menunjukkan sex-ratio kepiting bakau masih dalam keadaan seimbang.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.