PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) DALAM PAKAN SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK UNTUK BENIH IKAN SEURUKAN (Osteochilus vittatus)

Mayana Mayana, Zainal Abidin Muchlisin, Irma Dewiyanti

Abstract


The objective of the present study was to determine the optimum dosage of onion extract (Allium cepa) in the diet of seurukan fish (Osteochilus vittatus). The research was conducted in Drieng Beurembang Hatchery, Kuala Batee District, in Aceh Barat Daya and the onion was extracted at Department of Chemistry, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University on September to November 2015. The Completely Randomized Design Methods was in this study. The tested dosage of onion were 0 (control), 1%, 2%, 3% and 4% in the formulated diet. The fish were fed three times a day at (08:00 AM, 12:00 AM and 16:00 PM) for 70 days. The results showed that weight gain ranged  from 2.32 g to 3.21 g, the Specific growth rate ranged from 1.24 % day-1 to 1.41 % day-1, feed conversion ratio were 3.57 – 3.03, feed efficiency  ranged  33.40% - 39.25%, and the survival rates were reached up to 100%. The highest values for all measured parameters were obtained at dosage 4% of onion extract in the formulated diet. The Anova test showed that the different dosage of onion extract (Allium cepa) in the formulated diet gave significant affect on weight gain of (P<0.05), but did not give a significant affect on the length gain, specific growth rate, feed conversion ratio, feed efficiency and survival rate of seurukan fish (O. vittatus) (P> 0.05). It is concluded that the optimum dosage of onion extract in the formulated diet is 4%.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa) yang optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan benih ikan seurukan (Osteochilus vittatus). Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Desa Drieng Beurembang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya dan pembuatan esktrak bawang merah dilaksanakan di jurusan Kimia FKIP Unsyiah,  pada bulan September hingga November 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Faktor yang diuji adalah perbedaan konsentrasi ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pakan dengan 5 taraf perlakuan masing-masing 4 kali ulangan, yaitu; 0 (control), 1%, 2%, 3% dan 4% ekstrak bawang merah dalam pakan. Pakan diberikan 3 kali sehari pada pukul 08:00, 12:00 dan 14:00 WIB selama 70 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot berkisar antara 2,32 g – 3,21 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar 1,24 % per hari – 1,41 % hari, pertambahan panjang berkisar antara 2,45 cm – 2,57 cm, rasio konversi pakan 2,57- 3,03, Efesiensi pakan berkisar antara 33,40 % – 39,25 %, dan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%. Nilai tertinggi untuk semua parameter yang diukur didapatkan pada perlakuan E (4%) ekstrak bawang merah dalam pakan. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa) dalam pakan berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot mutlak, (P<0.05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efesiensi pakan dan kelangsungan hidup benih ikan seurukan (O. vittatus) (P>0.05). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dosis terbaik adalah 4%.  


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.