Pengaruh Pupuk Hayati Bioboost dan Pupuk Guano Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang tanah (Arachis hypogeae L.)

Mittha Ulhair, Nurhayati Nurhayati, Jumini Jumini

Abstract


Abstrak. Tanaman kacang tanah merupakan komoditi agrobisnis yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan salah satu sumber protein dan lemak dalam pola pangan masyarakat Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pangan, serta meningkatnya kapasitas industry makanan dan pakan di Indonesia. Namun produksi kacang tanah di dalam negeri belum mencukupi kebutuhan penduduk Indonesia yang masih memerlukan impor dari luar negeri. Oleh sebab itu pemerintah  masih terus berusaha untuk meningkatkan produksi melalui intensifikasi dan perluasan areal pertanaman. Penggunaan pupuk hayati bioboost dan pupuk guano sebagai suatu pilihan dalam pengelolaan tanah untuk tujuan pemulihan dan peningkatan kualitas kesuburan tanah terdegradasi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati bioboost dengan dosis pupuk guano yang sesuai, serta mengetahui ada tidaknya interaksi yang nyata antara konsentrasi pupuk hayati bioboost dengan dosis pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah.Penelitian dilakukan di kebun percobaan sektor selatan Fakultas Pertanian Universitas Syiah kuala Darussalam Banda Aceh. Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati bioboost berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 21, dan 28 HST, berat polong, jumlah polong bernas, jumlah polong hampa, berat 100 butir biji, berat biji per tanaman dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah cenderung lebih baik di jumpai pada konsentrasi 10 ml/L air. Pemberian dosis  pupuk guano berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong bernas, berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, berat biji per tanaman, dan potensi hasil dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 14, 21, dan 28 HST, berat polong, jumlah polong hampa dan berat 100 butir biji. Hasil yang cenderung lebih baik dijumpai pada dosis 20 ton/ha. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara konsentrasi pupuk bioboost dengan dosis pupuk guano terhadap berat biji per tanaman dan potensi hasil serta nyata pada jumlah polong dan berat 100 butir biji.Kombinasi yang lebih baik dijumpai pada perlakuan konsentrasi pupuk bioboost 5 ml/Liter air dan dosis pupuk guano 20 ton/ha


Abstract. Peanut is an agricultural commodity with high level of economic value and one of protein and fat sources in Indonesian’s food pattern. The need of peanut from year to year increases as the population growth, the need of nutrient for society, food diversification and the capacity of food industry in Indonesia increase. Yet the domestic production of peanut has not reach the level of Indonesian’s need yet and needs to be imported from aboard. Hence, the government keeps struggling in order to increase the number of production through intensification and extention ofcultivating area. The use of biological bioboost manure and guano manure as choices in managing the soil in order to recover and increase the quality of degradated soil fertile. This research aims to know the effect of biological bioboost manure concentration and proper dose of guano manure, and to know whether there is a significant interaction between biological bioboost manure concentration and dose of guano manure toward peanut growth and production result. This research is done in pilot-field south sector of Fakultas Pertanian Universitas Syiah kuala Darussalam Banda Aceh. This research has been done during October to December 2017. The experimental plan used in this research is group random plan (RAK) factorial 4 x 3 pattern with 3 iterations. The result shows that biological bioboost manure has significant effect toward the number of beans, yet has no significant effect toward the height of plant age 14, 21 and 28 HST, weight of beans, number of filled out beans, number of empty beans, weight of 100 grain of seed, weight of seed per plant and potentional result. The concentration of bioboost manure tends to get better in effecting the growth and the result of peanut plantation in concentration of 10 ml/L water. The giving of dose of guano manure has significant effect toward number of filled out beans, number of beans, weight of seed per plant, and potential result yet has no significant effect toward the height of plant age 14, 21 and 28 HST, weight of beans, number of empty beans and weight of 100 grain of seed. The result tends to get better in dose of 20 ton/ha.


Keywords


Kacang Tanah ; Bioboost ; Pupuk Guano ; Peanut ; Bioboost ; Guano Manure

Full Text:

PDF

References


Adisarwanto. T, 2005, Meningkatkan Produksi Kacang Tanah di Lahan Sawah dan Lahan Kering. Penebar Swadaya. Jakarta. 88 hal.

Bell, M.J., B. Sukarno dan A.A. Rahmianna. 1992. Effect of photoperiod, temperature and irradiance on peanut growth and development. p. 85–94. In Peanut Improvement : A case study in Indonesia. Proc. of an ACIAR/AARD/QDPI Collaboraative review meeting held at Malang, East Java, Indonesia, 19–23 August, 1991. ACIAR Proc. No. 40. 108 p.

Bertham, Y. H. 2002. Potensi Pupuk Hayati alam Peningkatan Produktivitas acang Tanah Dan Kedelai Pada anah Seri Kandanglimun Bengkulu. urnal Ilmu – Ilmu Pertanian ndonesia, olume 4, No.1,2002, Hlm 8 – 26. Program Studi Ilmu Tanah akultas Pertanian Universitas engkulu. Bengkulu.

[BPS] Badan Pusat Statistik . 2016. Tabel Produksi Kacang Tanah. Diakses dari www.bps.go.id. Diakses tanggal 13 april 2017.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Data Strategis BPS. BPS. Jakarta.

[DEPTAN] Departemen Pertanian. 2016. Road Map Peningkatan Produksi Kacang Tanah dan Kacang Hijau Tahun 2015-2016. Jakarta

Adisarwanto, T. 2000. Meningkatkan Produksi Kacang Tanah di Lahan Sawah dan Lahan Kering. Penebar Swadaya. Jakarta. 9 hal.

Amrizal dan Arif. 2012. Effect of The Organic Fertilizers Guano and Tithonia (Tithinia diversifiola) On The Growth And Yield Of Sweet Corn (Zea Mays saccharata Sturt). Hasil Penelitian Tanaman Pangan: 5 hal.

Chusnia. W., Tini, S. Dan Salamun. 2012. Kajian Aplikasi Pupuk Hayati dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Polybag. (Online). (http://biologi.fst.unair.ac.id/wp-content/uploads/2012/04/jurnal-Wilda.pdf., Diaskes 29 April 2018).

Cibro, M.A. 2008. Respon Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Terhadap Pemakaian Mikoriza Pada Berbagai Cara Pengolahan Tanah. Universitas Sumatera Utara. Medan. http://tanamanpangan.deptan.go.id., 2012. Direktoral Jendral Tanaman Pangan. diakses tanggal 14 Maret 2017.

Lingga, Pinus. 2002. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Manuhuttu A. P., H. Rehatta, dan J. J. G. Kailola. 2014. Pengaruh konsentrasi pupuk hayati bioboost terhadap peningkatan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L). Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Agrologia: 3 (1):1-27

Pitojo, S. 2005. Benih Kacang Tanah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 75 hal.

Prasetyo S,2006. Guano bahan pupuk organik yang diremehkan. http://jurnalbumi.wordpress.com/2006/01/18/guano-bahan-pupuk-organik-yang-diremehkan-2/.

Purwono, dan H.Purnamawati. 2007. Budi daya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. PenebarSwadaya.Bogor

Rani, W. 2012. Respon tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) varietas victory terhadap pemberian pupuk guano dan mulsa jerami padi. Tesis. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.

Rahmadsyah.A., dan Riana. 2014. Manfaat pupuk guano. http://www.jitunews.com/read/5373/banyaknya-manfaat-pupuk-guano. Diakses pada tanggal 12 Juli 2018.

Ratna D. I, 2002. Pengaruh Kombinasi Pupuk Hayati dengan Pupuk Organik Cair terhadap Kualitas dan Kuantitas Hasil Tanaman Teh (Camelia sinensis L.) O. Kutze) Klon Gambung 4. Jurnal Ilmu Pertanian 10 : 17-25.

Soverda.N., dan Tiur. H. 2009. Respon tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril.) terhadap pemberian berbagai konsentrasi pupuk hayati. Jurnal Agronomi. 13(1) : -12.

Sumarno. 2003. Teknik Budidaya Kacang Tanah. Sinar Baru Algensindo. Bandung

Suprapto, H. S. 2004. Bertanam Kacang Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta. 32 hal.

Suwarno dan K. Idris. 2007. Potensi dan Kemungkinan Penggunaan Guano Secara Langsung Sebagai Pupuk Di Indonesia. Jurnal Tanah dan Lingkungan.Vol.9 (1): 37 – 43.

Trustinah, E. Guhardja, dan W. Gunarso. 1987a. Perkembangan polong kacang tanah (Arachis hypogaea (L.) Merr.). Penelitian Palawija, 2(1): 56–60.

Udiyani PM, Setiawan MB, 2003. Kajian terhadap pencemaran lingkungan didaerah petanian berdasarkan data radioaktivitas alam.http://digilib.batan.go.id/eprosiding/ File%20Prosiding/Lingkungan/Bapeten/artikel/Pande-Made-Udiyani-172.pdf. Diunduh tanggal 14 Maret 2017

Wawan Irwan, A. Wahyudi, dan C. Suherman, 2006. Pengaruh Pupuk Organik terhadap Hasil Kedelai (Glicine max (L.) Merr) dalam SistemTumpangsari dengan Sorghum (Shorghumbicolor (L.) di Jatinangor




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i4.9555

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id