Pengaruh Dosis Ampas Tahu dan Pupuk Agrobost Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.)

Fathul Rizal, Bakhtiar Bakhtiar, Jumini Jumini

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ampas tahu dan konsentrasi pupuk agrobost serta interaksi antara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada bulan Januari sampai April 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis ampas tahu dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk Agrobost. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot dan potensi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ampas tahu berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 45 HST, diameter batang umur 30 HST dan 45 HST, panjang tongkol berkelobot, tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot dan tanpa kelobot, potensi hasil berkelobot dan tanpa kelobot, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST dan 30 HST serta diameter batang 15 HST. Perlakuan konsentrasi pupuk Agrobost berpengaruh sangat nyata terhadap diameter batang 30 dan 45 HST, panjang tongkol berkelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, potensi hasil berkelobot dan potensi hasil tanpa kelobot. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi 15 dan 45 HST serta diameter 15 HST. Tidak terdapat interaksi yang  nyata antara dosis ampas tahu dan konsentrasi pupuk Agrobost terhadap semua peubah  pengamatan.  Perlakuan dosis ampas tahu 10, 20 dan 30 ton/ha  memberikan pertumbuhan dan hasil jagung  manis yang sama baiknya, namun dari segi ekonomis 10 ton/ha lebih efektif untuk digunakan. Perlakuan pupuk agrobost yang lebih baik di jumpai pada konsentrasi 15 ml/l air yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis dibandingkan dengan kontrol dan 30 ml/l air.

Kata kunci : Ampas Tahu, Agrobost, Jagung Manis

Efect of Dosage Tofu Dregs and Agrobost Fetilezer to Growth and Yield of Sweet Corn Crops Zea mays saccharat Sturt.

Abstrack. This research was conducted to know wheter the effect of dosage tofu dregs and agrobost fertilizer consentration and interaction between both of it to growth and yield of sweet corn crops. This research did at. Experimental Farm and Plant Phaysiology Laboratory of Syiah Kuala University, Banda Aceh, on January to April 2018. The design was used  Randomized Block Design (RBD) 4 x 3 factorial pattern with 3 times repeated. The first factor was dosage of tofu dregs (D) and the second factor was agrobost consentration (T). The observed variables were plant height, stem diameter, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted, weight of cob weight without weight and yield potential. The results showed that dosage of tofu dregs very significant effect on plant height of 45 DAP, stem diameter of 30 DAP and 45 DAP, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted and weight of cob without weighted, yield potency of cob weighted and yield potency of cob without weighted. The significant effect on  plant height of 15 DAP and 30 DAP and stem diameter of 15 DAP. Agrobost fertilizer concentration was very significant effect on stem diameter of 30 and 45 DAP, length of cob weighted, length of cob without weighted, weight of cob weighted, weight of cob without weighted, yield potency of cob weighted and yield potency without weighted. However, no significant effect on the plant height of  15 and 45 DAP and the diameter of 15 DAP. There were no interaction between dregs of tofu and Agrobost fertilizer concentration on all observation parameters. The treatment of  dregs tofu 10, 20 and 30 tons/ha the same growth and yield of sweet corn, but terms of economical 10 tons/ha is more effective to use. The treatment of agrobost fertilizer  was found better at concentration of 15 ml/l water which gave growth and sweet corn yield compared to the control and 30 ml/l water.

Keyword: Dregs of Tofu, agrobost, Sweet Corn

 


Keywords


Ampas Tahu; Agrobost; Jagung Manis; Dregs of Tofu; agrobost; Sweet Corn

Full Text:

PDF

References


Ainurrahmi, R. 2008. Pengaruh pemanfaatan limbah tahu terhadap serapan N, P dan K serta pertumbuhan tanaman jagung. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Badan Pusat Statistik. 2015. Tanaman jagung per Provinsi.data.go.id/dataset/tanaman-jagung-per-provinsi.

Bagus, J., C. Wardani, I. Arsianti, dan D. Nasrullah. 1997. Alternatif pemanfaatan limbah buangan industri tahu dan tempe sebagai penyubur tanah. LKIP FP UB. Malang.

Djohana, 1989. Pupuk dan Pemupukan. Simpleex. Jakarta.

Gunarto, L. 2009. Penemu Pupuk Agrobost. Bogor.

Hakim, N., Y. Nyakpa., A.M. Lubis., Sutopo., M. Amin., G.B. Hong dan H.H. Bailey. 1986. Dasar - dasar ilmu tanah. Penerbit Universitas Lampung.

Hamzah, S., S. Utami dan M. A.Cholik. 2008. Pengaruh pupuk agrobost dan humagold terhadap pertembuhan dan produksi jagung ketan (Zea maysceratina). Fak. Pertanian UMSU. Medan.

Hanafiah. K. A. 2010. Rancangan Percobaan. Rajawali Pres. Palembang.

Hasibuan, B.E. 2006. Pupuk dan Pemupukan. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Medan.

Hidayani, Sufardi dan L. Hakim. 2014. Limbah tahu untuk memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah serta hasil tanaman jagung manis (Zea mays var. saccharata sturt. L). Universitas Jabal Ghafur. Sigli.

Kementerian Pertanian. 2015. Outlook komoditas pertanian subsektor tanaman pangan jagung. Pusat data dan Sistem Informasi Pertanian.

Lakitan, B. 1996. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan Efektif. Agromedia. Jakarta

Nopsagiarti, T. 2012. Uji berbagai varietas dan pemberian pupuk agrobost terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah. Program Studi Agroteknologi, sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Swarnadwipa, Teluk Kuantan, Riau. Jurnal Green Suwarnadwipa, 2 (2) : 19-26.

Nurhayati, N. 2006. Pertumbuhan dan hasil jagung manis pada berbagai waktu aplikasi bokashi limbah kulit buah kakao dan pupuk anorganik. J. Agroland, 3 (13): 256 –259.

Nuraini dan Puspitasari, D. 2004. Perbaikan dan Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Mutu. Pada Industri Pengolahan Tahu. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prahasta. 2009. Agribisnis Jagung. Pustaka Grafika. Bandung.

PT Agro Dahlia Profitmas. 2008. Cara Pemakaian Pupuk Biologi Agrobost. http://pupuksmsagrobost.blogspot.com/2008/06/pupuk-sms-agrobost-solusi-menuju-sukses.html [Diakses Juli 2014].

Rosmarkam, A. dan Nasih Widya Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.

Setyowati. 2001. Skrining fitokimia dan identifikasi komponen utama ekstrak metanol kulit durian (Durio zibethinus Murr.) Varietas Petruk. Jurnal Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia.

Suryawati, 2011. Jurnalistik Suatu Pengantar Teori dan Praktik. Ghalia Indonesia. Bogor.

Sutedjo, M. M. 2001. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Sutanto, R. 2006. Pertanian Organik. Kanisius. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i4.9510

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id