Pengaruh Campuran Ekstrak Kulit Bakau dan Serai Wangi Terhadap Mortalitas dan Perkembangan Crocidolomia pavonana (F)

Nozi Liansyah, Hasnah Hasnah, Alfian Rusdy

Abstract


Abstrak. Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Crambidae) adalah hama penting pada tanaman famili Brassicaceae. Hama ini menyerang daun bagian dalam yang terlindung hingga mencapai titik tumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetukan konsentrasi yang efektif dari campuran ekstrak serai wangi dan kulit bakau terhadap mortalitas dan perkembangan C. pavonana. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan Program Studi Proteksi Tanaman dan Laboratorium Analisis Pangan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah. Penelitian dimulai sejak bulan Maret 2016 sampai dengan Mei 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi campuran ekstrak serai wangi dan kulit bakau berpengaruh terhadap mortalitas larva C. pavonana yaitu pada perlakuan aplikasi campuran ekstrak 2 g serai wangi + 2 g kulit bakau sebesar 85%. Persentase penghambatan makan tertinggi terjadi pada aplikasi campuran ekstrak 2 g serai wangi + 2 g kulit bakau yaitu 53%, sedangkan persentase tertinggi pupa  C. pavonana yang muncul terjadi pada perlakuan aplikasi 4 g ekstrak serai wangi yaitu 30% dan persentase imago muncul tertinggi pada perlakuan 4 g serai wangi yaitu 27%. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi campuran ekstrak serai wangi dan kulit bakau lebih efektif dibandingkan aplikasi secara tunggal.

Influence of mixture of Fragrant Lemongrass Extract gods and Mangrove Bark toward mortality and Developmental Crocidolomia pavonana (F.)

Abstract. Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Crambidae) is an important pest of plants in the family Brassicaceae. This pest attack leaves the inside sheltered until you reach the point of growing up. The purpose of this study was to determine the effective concentration of a mixture of fragrant Lemongrass extract and mangrove bark toward mortality and development of c. pavonana. This research has been carried out in the laboratory of Plant Pests Plant Protection Course and laboratory Analysis of food Agricultural Technology Courses Faculty of Agriculture University. The study started in March 2016 until May 2016. This study used a Randomized Complete Design method (RAL) single pattern consisting of 5 treatment and repeated four times so that the retrieved 20 unit trial. The results showed that the application of a mix of fragrant Lemongrass extract and mangrove bark effect on larval mortality of c. pavonana in treatment of mixed application of extract of Lemongrass scented 2 g + 2 g mangrove bark of 85%. The percentage inhibition of the highest feeding occurs on the application of mixed fragrant Lemongrass extract 2 g + 2 g mangrove bark that is 53%, while the highest percentage of pupae of c. pavonana which appeared to occur at the treatment application 4 g extract of Lemongrass fragrance that is 30% and the percentage Imago appears highest on treatment 4 g Lemongrass fragrance that is 27%. Thus, the results showed that the application of a mix of fragrant Lemongrass extract and mangrove bark is more effective than a single application.

 


Keywords


Insektisida nabati, pengendalian dan Crocidolomia pavonana

Full Text:

PDF

References


Dadang & D. Prijono. 1999. Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Gomez, K. A., & A. A. Gomez. 1995. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian, Alih Bahasa: E. Syamsuddin dan J. S. Baharsya, Universitas Indonesia. Jakarta.

Kalshoven, L. G. E. 1981. Pest of Crops in Indonesia. Direvisi dan ditranslate oleh P. A. Vand der Lann. Ikhtiar Baru, Van Haeve Jakarta.

Matsushita, H., T. Mio & O. Haruko. (2002). Porcine pancreatic α-amylase shows binding activity toward N-linked oligosaccharides of glycoproteins. The Journal of Biological Chemistry. 277, 4680—4686.

Mutchler, E. 2010. Dinamika Obat: Buku Ajar Farmakologi dan Toksikologi. Edisi 5. Diterjemahkan oleh Widianto, M dan A.S. Kanti. ITB. Bandung.

Prijono, D. 1999. Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Prijono, D. 2003. Teknik Ekstraksi, Uji Hayati, dan Aplikasi Senyawa Bioaktif Tumbuhan, Panduan bagi Pelaksana PHT Perkebunan Rakyat. Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sastrosiswojo, S. & Setiawati, W. 1990. Biologi and control of crosilodomia binotalis in Indonesia. Dalam : Talekar NS. Editor. Diamonback Mont and Other Crucifer Pests. Proceeding of the second Internasional Workshop; 1990 dec 10-14; Tainan Taiwan (TW) AVRDC. Hal. 81-87.

Siamtuti, W. S., R. Aftiarani., Z. K. Wardhani., N. Alfianto., I. V. Hartoko. 2017. Potensi tanin pada ramuan nginang sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan. Bioeksperimen. 3 (2)

Winarto, L. & L. Sebayang. 2015. Teknologi Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Kubis. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Sumatera Utara, Medan.

Yusro, F. 2010. Rendemen ekstrak etanol dan uji fitokimia tiga jenis tumbuhan obat Kalimantan Barat. Jurnal Tengkawang. 1:29-36.

Yuswanti L, Prijono D. 2004. Pengaruh campuran ekstrak Aglaia harmsiana Perkins dan Dysoxylum acutangulum Miq. (Meliaceae) terhadap mortalitas dan oviposisi Plutella xylostella (L.) (Lepidoptera: ponomeutidae). JHPT Trop. 4 (1): 1-7.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id