Analisis Sistem Pemasaran Cengkeh (Syzygium aromaticum) Di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar

Arie Naufal, Azhar Azhar, Agus Nugroho

Abstract


Abstrak Cengkeh saat ini menjadi komoditi andalan daerah Provinsi Aceh selain pala, lada, nilam dan tebu. Beberapa daerah yang menjadi sentral, salah satunya adalah Kecamatan Lhoknga. Banyak permasalahan yang dihadapi oleh para petani diantaranya harga yang fluktuatif serta daya tawar yang rendah. Peran lembaga-lembaga pemasaran juga menetukan efektivitas suatu sistem pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fungsi pemasaran cengkeh didaerah penelitian, selain itu juga untuk melihat marjin pemasaran dan pola pemasaran yang paling menguntungkan bagi petani cengkeh di Kecamatan Lhoknga. Penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif kualitatif. Teknik pengambilan sampel petani menggunakan purposive sampling dan untuk lembaga pemasaran menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi pemasaran yang dilakukan oleh petani meliputi fungsi pertukaran berupa kegiatan penjualan. fungsi fisik berupa pengolahan (penjemuran), penyimpanan dan pengangkutan. Fungsi fasilitas berupa perolehan informasi pasar. Fungsi pemasaran yang dilakukan oleh lembaga pemasaran relatif sama yaitu fungsi pertukaran berupa pembelian dan penjualan. Fungsi fisik berupa penyortiran, penjemuran, penyimpanan, dan pengangkutan. Fungsi fasilitas yaitu jaminan harga dengan perjanjian tertentu, dan informasi pasar. Marjin pemasaran dan nilai farmer share pada saluran pemasaran I yang melibatkan petani, pedagang pengumpul desa, pedagang pengumpul kota, dan konsumen (supplier) memiliki marjin total pemasaran sebesar Rp. 7000 per kg dengan nilai farmer share 92,63%. Pada saluran II yang melibatkan petani, pedagang pengumpul kecamatan, dan konsumen (supplier) menghasilkan marjin total sebesar Rp. 5000 per kg dengan nilai farmer share 94,73%. pada saluran III yang melibatkan petani, pedagang pengumpul kota, dan konsumen (supplier) menghasilkan marjin total sebesar Rp. 3000 per kg dengan nilai farmer share 96,84%.

Analysis Of Clove (Syzygium aromaticum) Marketing System In Lhoknga Subdistrict, Aceh Besar Regency

Abstract Nowaday, clove is the mainstay commodity of Aceh Province besides to nutmeg, pepper, patchouli and sugarcane. Some regions that are central of cloves, one of that regions is Lhoknga District. Many problems faced by farmers include fluctuating price and low bargaining power. The role of marketing institutions also determines the effectiveness of a marketing system. This research aims to look at the marketing function of clove in the research area, in addition to seeing the marketing margin and the most profitable marketing pattern for clove farmers in Lhoknga District. This research was conducted with qualitative and quantitative descriptive analysis. The sampling technique of farmers using purposive sampling, and for marketing institution using snowball sampling. The result of research is showing that the marketing function carried out by farmers includes the exchange function in the form of sales activities, physical function in the form of processing (drying), storage and transportation. Facility function in the form of obtaining market information. The marketing function carried out by marketing institutions is relatively same, the exchange function in the form of buying and selling. The physical function in the form of sorting, drying, storage and transportation. Facility function are price guarantee with certain agreement, and market information. Marketing margin and farmer share value on marketing channel I involving farmers, village collectors, city collectors, and consumers (suppliers) having a total marketing margin of Rp. 7000/kg with 92.63% farmer share value. In channel II which involving farmers, sub-district collectors, and consumers (suppliers) producing a total margin of Rp. 5000/kg with 94.73% farmer share value. In channel III involving farmers, city collectors, and consumers (suppliers) generating a total margin of Rp. 3000/kg with 96.84% farmer share value.



Keywords


sistem pemasaran; efisiensi pemasaran; cengkeh; kecamatan lhoknga; marketing system; marketing efficiency; cloves; lhoknga subdistrict

Full Text:

PDF

References


Anindasari. (2009). Analisis Pemasaran Kopra di Desa Lemusa Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal jurusan Ekonomi Pertanian/Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Tadulako.

Ditjenbun. (2016). Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Cengkeh. Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan.

Dahl, D.C dan J.W. Hammond. (1977). Marketing And Price Analysis. The Agricultural Industries. New York: Mc Graw Hill Company.

Hadiwijaya, T. (1986). Cengkeh: Data Dan Petunjuk Ke Arah Swa Sembada. Jakarta: PT. Gunung Agung.

Hanafiah, A.M dan Saefuddin. (1986). Tataniaga Hasil Perikanan. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Kotler, P dan Keller, K.L (2008). Manajemen Pemasaran Edisi 12 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Limbong, W.H dan Sitorus, P (1987). Pengantar Tataniaga Pertanian, Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian . Bogor: Institut Pertanian Bogor .

Redaksi Sawit Indonesia. “Sektor Perkebunan Berkontribusi Tumbuhkan Ekonomi Nasional”. 3 Agustus 2018. https://sawitindonesia.com/rubrikasi-majalah/kinerja/sektor-perkebunan-berkontribusi-tumbuhkan-ekonomi-nasional.html.

Sudiyono, A. (2001). Pemasaran Pertanian. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Wirartha, I. M. (2005). Metodelogi Penelitian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Penerbit ANDI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id