Analisis Kearifan Lokal Dan Pengembangannya Terhadap Pariwisata Di Kecamatan Sukakarya Kota Sabang

muhammad khalis, Teuku Fauzi, Azhar Gani

Abstract


Abstrak. Kearifan lokal sebagai objek dalam penelitian ini di gunakan untuk melihat dua segi yaitu segi fisik dan nonfisik, dari segi fisik meliputi makanan tradisional, cindera mata ,permainan tradisional, keahlian hidup. Segi nonfisik adalah peraturan atau norma-norma adat, seni dan budaya yang ada di kecamatan Sukakarya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melestarikan nilai kearifan lokal yang ada di kota Sabang dan dikembangkan kedalam bidang pariwisata mencakup bidang ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.  Model analisis yang digunakan yaitu model analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui gambaran umum mengenai kearifan lokal dan pengembangannya terhadap pariwisata di Kecamatan Sukakarya Kota Sabang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, FGD dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa . Kearifan lokal yang terdapat di kecamatan Sukakarya dari segi nonfisik berupa norma,qanun dan budaya masih terjaga dengan baik. Kearifan lokal dari segi fisik seperti makanan tradisonal sudah mulai hilang di kalangan masyarakat, ini disebabkan oleh bahan baku yang sulit didapat. Sedangkan permainan tradisional tidak lagi di mainkan oleh warga lokal karena mereka lebih tertarik dalam kegiatan pariwisata yang menghasilkan uang dan dapat menambah pendapatan mereka.

Kata kunci: Kearifan lokal,  Pengembangan Pariwisata, Ekonomi, Sosial dan Budaya.

 

Abstract. Local wisdom as an object in this study is used to see two aspects of physical and nonphysical. in terms of physical include traditional food, souvenirs, traditional games, life skills. Non-physical aspect is the rules or norms of adat, art and culture that exist in Sukakarya district. The purpose of this study is to preserve the value of local wisdom in the city of Sabang and developed into the field of tourism covering the economic, socio-cultural, and environmental. The analysis model used is descriptive analysis model with qualitative approach to know the general description of local wisdom and its development to tourism in Sukakarya district of Sabang City. Data collection techniques used interview, observation, FGD and documentation. Data analysis using interactive analysis model from Miles and Huberman. The results of the research show that. Local wisdom found in Sukakarya district in terms of nonphysical form of norms, qanun and culture is still well preserved. Local wisdom from a physical point of view such as traditional food has begun to disappear among the people, this is caused by hard-to-find raw materials, While traditional games are no longer played by locals as they are more interested in tourism activities that generate money and can supplement their income.

Keywords: Local Wisdom, Tourism Development, Economics, Social and Culture


Keywords


Kearifan lokal, Pengembangan Pariwisata, Ekonomi, Sosial dan Budaya. ; : Local Wisdom, Tourism Development, Economics, Social and Culture

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adiwarman A. Karim. 2008. Ekonomi Makro Islam. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Adirozal, 2001. “Budaya Lokal dalam Konteks Budaya Global: Eksistensi Kesenian Tradisional dalam Industri Pariwisata” dalam Jurnal Eksperisi Seni, 1 September, STSI Padang panjang.

Aini Mufidah, 2017, “Pengembangan Integrasi Sosial Melalui Kearifan Lokal (Suku Jawa dan Suku Bali di Kampung Rama Utama Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah”, Jurnal Kearifan Lokal 5 (9) : 17.

Anita Sulistyaning Gunawan, dkk. 2016. “Analisis Pengembangan Parawisata Sosial Ekonomi Masyarakat (studi pada wisata religi gereja pusarang kediri)”, Jurnal Administrasi Bisnis. 32 (1) : 10.

Ardi Surwiyanta. 2003. Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Sosial Budaya dan Ekonomi. Jurnal Media Wisata 2 (1) : 20.

Busron A. Karim. 2010. Pariwisata; Antara Tuntunan Industri Dan Kearifan Lokal. Jurnal KARSA, 18(2) : 157.

Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan WWF Indonesia. 2009. Prinsip dan Kriteria Ekowisata Berbasis Masyarakat. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan WWF Indonesia.

Djamhur Hamid. 2016. Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Kehidupan Masyarakat Lokal Di Kawasan Wisata Studi Pada Masyarakat Sekitar Wisata Wendit, Kabupaten Malang. Jurnal Adminitrasi Bisnis (JAB) 30 (1) : 16.

Fatmawati, Malik. 2016. Peranan Kabudayaan Dalam Pencitraan Kebudayaan Bali. Jurnal Kepariwisataan Indonesia 11(1) : 19.

Gulo, W. 2002. Metode Penelitian. PT. Grasindo, Jakarta

I Gusti Made Wendri. 2016. Kajian Motivasi: Penawaran Pariwisata Spiritual Bali Ke Depan. Jurusan Pariwisata Negeri Bali. Jurnal Sosial dan Humaniora, 6(1) : 19.

I Putu Gede Parma. 2010. Kontribusi Pariwisata Alternatif Dalam Kaitannya Dengan Kearifan Lokal Dan Keberlansungan Lingkungan Alam. Diterbitkan Pada Jurnal Media Komunikasi FIS Universitas Pendidikan Ganesha Edisi Khusus Perhotelan 9(2) :45-57.

Jessy, Tiara Apriani Putri. “Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan Melalui Pajak Daerah Sektor Pariwisata”. Journal Administrasi Negara. 5 (3) : 45-60.

Karisma, Widya & Abiding lating. ”Analisis Peran Industri Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Wonosobo. Jurnal Ilmiah FEB Unibraw Kharisma. 1 (3) : 34-40

Khairani. 2009. Analisis Variabel Yang Berpengaruh Terhadap Pembentukan Citra Daerah Tujuan Wisata : Studi Kasus Wisatawan Nusantara Yang Berwisata Ke Yogyakarta Periode 2007-2009. Skripsi. Universitas Indonesia.

Lilian Sarah.” Dampak Pariwisata Terhadap Pendapatan Dan Tingkat Kesejahteraan Pelaku Usaha Di Kawasan Wisata Pantai Natseda, Pulau Ambon”. Jurnal Organisasi dan Manajemen, 9 (1) :87-105.

Luthfi, Muhammad. “Pengembangan Pariwisata dan Dampak Sosial Ekonomi di Bandar Lampung”.Jurnal Riset Akuntansi dan Manjemen. Vol.2 No.1. (Juni, 2013).

Mohd Jirey Kumalah. 2015, “Kearifan Tempatan Dan Potensinya Sebagai Tarikan Pelancongan Berasaskan Komuniti: Kajian Kes Komuniti Bajau Ubian Di Pulau Mantanani, Sabah”, Malaysian Journal of Society and space 11 (12) : 112-128.

Moleong, 2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Remaja Rosda Karya, Bandung.

Nurhadi, Febrianti Dwi Cahya.el. “Strategi Pengembangan Pariwisata Oleh Pemerintah Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah“ (Studi Pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto). Jurnal Administrasi Publik (JAP). 2 (2) : 27-40.

Pawarti, A., H. 2012. “Nilai pelestarian lingkungan dalam kearifan lokal lubuk larangan ngalau agung di kampuang surau kabupaten dharmaraya provinsi sumatera barat”. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan.

Pitana, I. G., & Diarta, I. k. (2009). Pengatar Ilmu Pariwisata. Yogjakarta: penerbit Andi.

Sibarani, 2012. Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: asosiasi Tradisi Lisan.

Sugioyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Alfabeta, Bandung.

Suryadana, M Liga dan Vanny Octavia. Pengantar Pemasaran Pariwisata. Bandung: Alfabeta. 2015.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan. Jakarta : Sekreteriat Negara.

Wanjat Kastolani. Sri Marhanah dkk. 2016. Hubungan Daya Tarik Wisata Dengan Motivasi Berkunjung Wisatawan Ke Alam Wisata Cimahi. Jurnal Manajemen Resort dan Luisure. 13 (1): 25-30.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id