Efektivitas Fungsi Lembaga Adat Keujreun Blang dalam Pengelolaan Air Irigasi di Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar

Eka Maulida, Sofyan Sofyan, Teuku Makmur

Abstract


Abstrak. Keujreun blang merupakan lembaga yang mengatur kegiatan di bidang usaha persawahan yang mempunyai tugas menentukan dan mengkoordinasikan tata cara turun kesawah, mengatur pembagian air kesawah petani, membantu pemerintah dalam bidang pertanian, mengkoordinasikan khanduri blang dan upacara lain yang berkaitan dengan adat dalam usaha pertanian sawah, memberi teguran atau sanksi kepada petani yang melanggar aturan-aturan adat meugo atau tidak melaksanakan kewajiban lain dalam sistem pelaksanaan pertanian sawah secara adat serta menyelesaikan sengketa antar petani yang berkaitan dengan pelaksanaan usaha pertanian. Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang telah memunculkan suatu pemikiran untuk menguatkan kembali peranan dan keberadaaan keujreun blang sebagai salah satu lembaga yang ada di Aceh sejak tahun 1817. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas fungsi lembaga adat keujreun blang dalam pengelolaan air irigasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. Objek dari penelitian ini adalah petani padi sawah yang berada di daerah layanan irigasi yang dikelola keujreun blang di Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random sampling. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi lembaga adat keujreun blang dalam pengelolaan air irigasi dilihat dari tingkat pelaksanaan pengawasan adat blang, pengawasan ketersediaan air, pengawasan saluran dan penggunaan air, penegakan adat blang, penyelesaian sengketa, dan pemberian teguran dan sanksi dinilai efektif yaitu sebesar 94,7 persen.

The Effectiveness Of The Traditional Keujreun Blang Institution Function In The Management Of Irrigation Water In The Kuta Cot Glie Sub-District, Aceh Besar District

Abstract. Keujreun blang is an institution that regulates activities in the field of rice fields that have duties to determine and coordinate procedures for descending down, regulate the distribution of water to farmers, assist the government in the field of agriculture, coordinate khanduri blang and other ceremonies related to adat in paddy farming, give reprimands or sanctions to farmers who violate meugo customary rules or not carry out other obligations in the customary paddy farming system and resolve disputes between farmers related to the implementation of agricultural business. Kuta Cot Glie Aceh Besar is one of the areas that has raised a thought to reinforce the role and existence of keujreun blang as one of the existing institutions in Aceh since 1817. This research aims to know the effectiveness of the functioning of the institutions of the indigenous keujreun blang in the management of irrigation water. This research was carried out at Kuta Cot Glie Aceh Besar District. The object of this research is the rice farmers who were in the area of irrigation service managed keujreun blang in Kuta Cot Glie Aceh Besar District. Sampling techniques using Simple Random sampling. Data analysis method used in this research is descriptive analysis techniques. The results showed that the implementation of the custom institution function keujreun blang in irrigation water management as seen from the level of implementation of the customs surveillance, monitoring of water availability blang, surveillance channels and water usage, customs enforcement blang, dispute resolution, and the granting of reprimand and sanctions assessed effectively i.e. of 94.7 percent.



Keywords


Efektivitas, Irigasi, Keujreun Blang, effectiveness, irrigation, Keujreun Blang.

Full Text:

PDF

References


Ansori A., Ariyanto A., dan Syahroni. 2013. Kajian Efektivitas dan Efisiensi Jaringan Irigasi Terhadap Kebutuhan Air pada Tanaman Padi (Studi Kasus Irigasi Kaiti Samo Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu). Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian, Riau.

Bakar A., Yusoef A., dan Anwar. 2012. Peran Lembaga Adat Keujreun Blang dalam Peningkatan Kesejahteraan Petani Sawah Di Kabupaten Bireun. Jurnal Pendidikan dan Pembinaan Ummat. 1: 13-14 (6).

Hakim, A, R. 2017. Eksistensi Keujreun Blang dalam Pengelolaan Air Irigasi Persawahan di Gampong Blang Pateuk Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Jannata, Abdullah, dan Priyati. 2015. Analisa Kinerja Pengelolaan Irigasi di Daerah Irigasi Lemor Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggrara Barat. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem. 3: 113 (1).

Juned, H, T. 2008. Peran Keujreun Blang dalam Memajukan Pertanian dan Meugoe. Dalam Andri Kiawan, 2016. Kedudukan dan Fungsi Keujreun Blang dalam Pengelolaan Pertanian di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kiawan, A. 2016. Kedudukan dan Fungsi Keujreun Blang Dalam Pengelolaan Pertanian di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Kurniawan, A. 2005. Transformasi Pelayanan Publik. Yogyakarta.

Lubis, S.B., Hari, dan Martani, H. 2009. Pengantar Teori Organisasi: Suatu Pendekatan Makro. Jakarta.

Maifianti, K., Suci. 2014. Perspektif Komunikasi Ritual Kanuri Blang Sebagai Bentuk Kerjasama dalam Masyarakat Tani di Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mutiya, A, A. 2016. Peranan Lembaga Adat dalam Melestarikan Nilai-Nilai Piil Pesenggiri di Desa Gunung Batin Udik Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lampung.

Mislini. 2006. Analisis Jaringan Komunikasi Pada Kelompok Swadaya Masyarakat. Kasus KSM di Desa Tanaman Sari Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Tesis. Program Studi Ilmu Penyuluhan pembangunan Institut pertanian Bogor. Bogor.

Nasdian, T. 2003. Pengembangan Masyarakat (Community Development) dalam Hendra 2013. Totua Ngata dan Konflik Studi Atas Posisi Totuo Ngata Sebagai Lembaga Adat di Kecamatan Marawola. Jurnal Antropologi Indonesia. 34: 17 (1).

Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta

Peraturan Gubernur Aceh No. 45 Tahun 2015 Tentang Peran Keujreun Blang dalam Pengelolaan Irigasi.

Peraturan Pemerintah Nomor. 23 Tahun 1982 Tentang Irigasi.

Rahman, Abd Said. 2013. Efektivitas Organisasi Kecamatan Sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Lokal. 2: 203 (1).

Syahputra, Hariadi, dan Subejo. 2016. Peran Keujreun Blang Terhadap Perilaku Petani dalam Pengelolaan Air Pertanian di Nanggroe Aceh Darussalam. Skripsi. Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sahrirudin, Permana, dan Farida. 2014. Analisis Kebutuhan Air Irigasi Untuk Daerah Irigasi Cimanuk Kabupaten Garut. Jurnal Irigasi. 13: 2 (1).

Wilsa, Nurdin M. 2016. Efektivitas Fungsi Lembaga Adat Aceh dalam Penyelesaian Tindak Pidana Ringan di Tingkat Gampong. Jurnal Ilmiah Dunia Ilmu. 2: 161 (3).

Yusoef A., Abubakar, dan Yanis R. 2011. Konsep Pemanfaatan Lembaga Adat Keujreun Blang dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Pemakai Air (Sawah) di Kabupaten Bireun. Laporan Hasil Penelitian di Biayai Oleh Dikti. Universitas Serambi Mekah. Aceh.

Yulia, Sulaiman, dan Herinawati. 2012. Pemberdayaan Fungsi dan Wewenang Keujreun Blang di Kecamatan Swang Aceh Utara (dalam Pelaksanaan Qanun Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Lembaga Adat). Jurnal Dinamika Hukum. 12: 369 (2).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id