Analisis Pendapatan Ushatani Padi berdasarkan Status Penguasaan Lahan Sawah Irigasi Di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya

Cut Idatul Fitriah, Widya wati, Sofyan Sofyan

Abstract


Abstrak. Indonesia merupakan negara agraris karena mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Tingginya pertambahan sehingga jumlah penduduk yang bertambah tidak sebanding dengan luas lahan yang tetap. Akibatnya lahan pertanian banyak dialih fungsikan menjadi areal non pertanian. Pada tahun 2017 rata-rata luas lahan yang dikuasai per RTP yaitu 2.589 m2. Akibatnya petani yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak memiliki lahan sawah sendiri akan memilih menggarap lahan sawah orang lain untuk menambah pendapatannya. Hal ini menyebabkan munculnya status penguasaan lahan petani pemilik penggarap, penyewa, penyakap dan pemegang gadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh pada usahatani padi sawah berdasarkan status penguasaan lahan petani pemilik-penggarap, petani penyakap, petani penyewa dan petani pemegang gadai di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Selanjutnya teknik pengambilan sampel ditentukan dengan cara stratified random sampling. Pengambilan sampel berdasarkan sistem penguasaan lahan sebesar 15%. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio dan Break Event Point (BEP). Hasil analisis pendapatan tertinggi yaitu pada petani dengan status lahan milik sebesar Rp. 8.322.235 /Ha/MT, selanjutnya pendapatan petani dengan status lahan sewa yaitu sebesar Rp. 8.201.947 /Ha/MT. Sedangkan pendapatan petani dengan status lahan gadai sebesar Rp. 8.075.218/Ha/MT. Pendapatan terendah yaitu pada status lahan sakap mencapai Rp. 8.029.151/Ha/MT. Berdasarkan hasil perhitungan R/C Usahatani padi sawah beririgasi pada petani pemilik-penggarap dan petani penyewa lebih menguntungkan dibandingkan dengan petani pemegang gadai dan petani penyakap.

Analisys of Rice Farmers Incomes Based on Irrigated Land Tenure Status in The Sub-District of Meureudu Pidie Jaya Regency

Abstract. Indonesia is an agrarian country as the majority of the population worked as farmers. A significant population growth is not comparable with the availability of land area. Therefore, many of agricultural lands have been converted into non-agricultural areas. In 2017, the average of land area was controlled by RTP and reached 2,589 m2. Hence, the farmer who own small land or landless farmer tends to cultivate land of others in order to get the income. Later, it comes up with the term of tenure status; farmer, tenant farmer, sharecropper, and pawn holder. The aim of this study is to know the income of farmer, tenant farmer, sharecropper, and pawn holder in rice farming business based on the tenure status at Meureudu, Pidie Jaya. The location of this study is determined by conducting purposive sampling method. The sampling technique is conducted by using stratified random sampling. The sample is selected based on the percentage of tenure system at 15%. The hypothesis testing is conducted by analyzing the production cost, revenue, income, R/C Ratio and Break Event Point (BEP). The findings indicate that the analysis of the highest income is earned by the farmers who own the land of Rp. 8.322.235/Ha/MT and then the income of tenant farmers with the status of rental land of Rp. 8.201.947/Ha/MT. While the income of farmers with pawn land status are Rp. 8.075.218/Ha/MT. The lowest income is earned by sharecroppers of Rp. 8.029.151/Ha/MT. Based on the calculation of R/C; the irrigated paddy farming on farmer and tenant farmers is more profitable than sharecroppers and pawn holders.



Keywords


Pendapatan; Status Penguasaaan Lahan; Petani Padi; Income; Status of land tenure; rice farmer

Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2008. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. PT Rineka Cipta, Jakarta.

Mudakir, B. 2011. Produktivitas Lahan Dan Distribusi Pendapatan Berdasarkan Status Penguasaan Lahan Pada Usaha Tani Padi (Kasus Di Kabupaten Kendal Propinsi Jawa Tengah). Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan. 1: 1-83. (1).

Prasetya, H dan Lukiastuti. 2009. Manajemen Operasi. Media pressindo, Yogyakarta.

Prisilia, M.Manatar dan Esry H. Laoh.2017. Pengaruh Status Penguasaan Lahan Terhadap Pendapatan Petani Padi di Desa Tumani, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Agri-SosioEkonomi Unsrat. 13:55-64 (1).

Setiawan I. 2006. Dinamika struktur dan kultur agraria petani pada berbagai zona agroekosistem di Kecamatan Solokanjeuk, Kecamatan Nagreg dan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Bandung.

Soekartawi.1995.Analisis Usaha Tani. UI Press, Jakarta.

Suharso, P. 2002. Tanah, Petani, Politik Perdesaan. Pondok Edukasi, Solo.

Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Winarso, B. 2012. Dinamika Pola Penguasaan Lahan Sawah di Wilayah Pedesaan di Indonesia. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 12:137-149.(3).

Wiradi, G. 2008. Pola penguasaan tanah dan reforma Agraria. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id