Analisis Nilai Tambah Buah Kelapa Dan Kelayakan Usaha Minyak Goreng Kelapa Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen

Dhiyan Nublina, Sofyan Sofyan, Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah

Abstract


Abstrak - Kelapa merupakan tanaman perkebunan dengan areal terluas di Indonesia, lebih luas dibandingkan karet dan kelapa sawit serta menempati urutan teratas untuk tanaman budidaya setelah padi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai tambah buah kelapa dan produk turunannya yang diperoleh petani dan pengolah kelapa di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen, dan untuk mengetahui kelayakan usaha Kilang Minyak Goreng Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dengan menggunakan metode purposive sampling. Data nilai tambah dianalisis menggunakan metode Hayami. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh petani kelapa bulat yaitu sebesar Rp.325 per Kg, sedangkan nilai tambah yang diperoleh dari produk turunan kelapa berupa arang sebesar Rp.560 per Kg, minyak goreng sebesar Rp.550 per Kg dan kelapa cungkil sebesar Rp.400 per Kg. Sedangkan data kelayakan usaha dianalisis menggunakan kriteria kelayakan yaitu NPV, Net B/C, IRR dan BEP. Hasil analisis kelayakan usaha Kilang Minyak Goreng Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen menunjukkan usaha tersebut layak dijalankan, dimana nilai NPV sebesar Rp. 2.511.492.137, Net B/C sebesar 1,77, IRR sebesar 63,48%, dan BEP sebesar 4,99 atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya BEP yaitu 4 tahun 11 bulan 24 hari.

Kata Kunci : Buah Kelapa, Minyak Goreng Kelapa, Nilai Tambah, Kelayakan Usaha

Abstract  -Coconut is a plantation crop with the largest acreage in Indonesia, even larger than the rubber and palm oil as well as ranks the top spot for the crop after rice. The purpose of this study is to determine the value added of coconut and its derivativeproducts that coconut farmers and entrepreneurs obtained in Juli District of Bireun and to determine the feasibility of cooking oil refinery in Juli District of Bireuen. This study was conducted in Juli District of Bireuen Regencyby using purposive sampling method. The data of value added were analyzed using Hayami method. The results of the value added analysis showed that the raw coconut farmers value added equal to Rp.325/kg, while the value added from coconut derivative products in the form of a charcoal equal to Rp.560/Kg, cooking oil equal to Rp.550/Kg, and coconut chunks equal to Rp.400/kg.While the data of feasibility were analyzed using the eligibility criteria, namely NPV, Net B/C, IRR and BEP, the results of feasibility analysis of cooking oil refinery in Juli District of Bireuen showed that the business was viable, with the NPV value of Rp. 2.511.492.137; Net B/C of 1,77; IRR of 63,48%, and BEP of 4,99 or length of time required for the BEP was 4 years 11 months and 24 days.

 

Keywords: Coconut, Coconut Cooking Oil, Value Added, Feasibility


Keywords


Buah Kelapa, Minyak Goreng Kelapa, Nilai Tambah, Kelayakan Usaha,Coconut, Coconut Cooking Oil, Value Added, Feasibility

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id