Perlakuan biopriming kombinasi ekstrak tomat dan Trichoderma spp. terhadap viabilitas dan vigor benih terung (Solanum melongena L.) kadaluarsa

Saidina Ramadhani, M. Abduh Ulim, Trisda Kurniawan

Abstract


Abstrak. Penelitian tentang pengaruh perlakuan biopriming terhadap viabilitas dan vigor benih terung kadaluarsa dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Laboratorium Penyakit Tanaman Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. serta interaksi antara konsentrasi ekstrak buah tomat dan spesies Trichoderma spp. terhadap viabilitras dan vigor benih terung kadaluarsa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak buah tomat yang terdiri atas  4 taraf dan faktor kedua yaitu spesies Trichoderma spp. yang terdiri atas 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak buah tomat terbaik dijumpai pada konsentrasi ekstrak buah tomat 10%, baik yang dikombinasikan dengan T. harzianum maupun T. asperellum. Jenis Trichoderma spp. terbaik dijumpai pada T. harzianum pada semua konsentrasi ekstrak buah tomat.

Kata kunci: Biopriming, Ekstrak Buah Tomat, Trichoderma spp..

Biopriming Treatment Combination of  Tomato Extract and Trichoderma spp. to Viability and Vigor of Expired Eggplant Seeds

Abstract. Research on the effect of biopriming treatment on viability and vigor of expired eggplant seeds was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology and Plant Disease Laboratory of Syiah Kuala University, Banda Aceh from August to October 2017. This study aims to determine the effect of tomato extract concentration and species Trichoderma spp. as well as the interaction between the concentration of tomato extract and species Trichoderma spp. to viability and vigor of expired eggplant seeds. This research was conducted by using Randomized Block Design (RBD) factorial pattern with 2 factors and 3 replications. The first factor is the concentration of tomato extract consisting of 4 levels and the second factor is species  Trichoderma spp. which consists of 3 levels. The results showed that the best concentration of tomato extract was found in the concentration of 10% tomato extract, both combined with T. harzianum and T. asperellum. The best species of Trichoderma spp. found in T. harzianum in all concentrations of tomato extracts.

Keywords : Biopriming, Tomato Extract, Trichoderma spp..


Keywords


Biopriming, Ekstrak Buah Tomat, Trichoderma spp.Biopriming, Tomato Extract, Trichoderma spp...

Full Text:

PDF

References


Akbari, G., A.S.M.H. Arab, A. Alikhani, I. Allahdadi dan M.H. Arzanes. 2007. Isolation and selection of indigenous Azospirillum spp. and IAA of superior strain on wheat roots. World J. of Agricultural Sci. 3: 523-529.

Arshad, M. dan W.T. Frankenberger. 1993. Microbial production of plant growth regulators. Soil Microbial Ecology. Marcel Dekker, Inc. New York-Bassel-Hongkong p. 307-347.

Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jendral Hortikultura. 2016. Produktivitas Sayuran di Indonesia 2011-2015. Http://www.pertanian.go.id/Data5tahun/pdf HORTI2016/3 Produktivitas%20%20Nasional%20Sayuran.pdf. [Diakses 12 Juni 2017]

Bjorkman, T., L.M. Blancgard dan G.E. Harman. 1999. Solubilization of phosphates and miconutrients by the plant-growth-promoting and biocontrol fungus Trichoderma harzianum 1295-22: effect of environmental stress. J. Amer. Soc. Hort. Sci. 123 (1): 35-40.

Charisma, A. M., S.R. Yuni dan Isnawati. 2012. Pengaruh kombinasi kompos Trichoderma dan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merill) pada media tanam tanah kapur. J. LenteraBio. 1 (3): 111-116.

Harman G.E., C.R. Howell, A. Viterbo dan M. Lorito. 2004. Trichoderma species – opportunistic, avirulent plant symbionts. Nature Reviews in Microbiology. 2: 43-56.

Marliah, A., M. Nasution., dan S. Azmi. 2010. Pengaruh masa kadaluarsa dan penggunaan berbagai ekstrak bahan organik terhadap viabilitas dan vigor benih semangka (Citrullus vulgaris Schard.). J. Agrista. 14 (2): 44-50.

Maulidia, V. 2014. Perlakuan biopriming kombinasi air kelapa dan Trichoderma terhadap viabilitas dan vigor benih cabai kadaluarsa (Capsicum annum L.). Skripsi. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Sunarjono, H. 2013. Bertanam 36 Jenis Sayur. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Vinale, F., K. Sivasithamparam, E.L. Ghisalberti, R. Marra, M.J. Barbetti, H. Li, S.L. Woo dan M. Lorito. 2008. A novel role for Trichoderma secondary metabolites in the interactions with plants. Physiol Mol Plant Pathol. 72: 80-86.

Wanjiru, M.M. 2009. Effect of Trichoderma harzianum and Arbuscular mycorrhizal fungi on growth of tea cuttings, napier grass and disease management in tomato seedlings. Plant and Microbial Sciences. 13: 305-312.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id