Aplikasi Beberapa Bentuk Formulasi Trichoderma spp dalam Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat

Muhammad Fazil, Tjut Chamzurni, Rina Sriwati

Abstract


Abstrak: Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) adalah salah satu patogen tular tanah yang sangat berbahaya bagi tanaman tomat, hal itu dikarenakan patogen ini mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama di dalam tanah. Salah  satu  alternatif  pengendalian  secara  biologi  yang  ramah  lingkungan  adalah dengan cara memanfaatkan cendawan antagonis sebagai agen biokontrol yaitu Trichoderma spp. penggunaan cendawan antagonis sebagai agen hayati harus dalam bentuk formula yang tepat dengan bahan yang mudah tersedia. Penelitian  ini   bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  aplikasi  beberapa   bentuk formulasi  Trichoderma  spp  dalam  mengendalikan penyakit  layu  fusarium  pada  tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dengan menggunakan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 unit tanaman. Susunan perlakuan bentuk formulasi berbahan aktif Trichoderma spp yaitu F0 = Kontrol (tanpa perlakuan),F1 = Formulasi pelet daun katuk 3 g (+ 10 butir)/polibag, F2 = Formulasi padat jagung kering 3 g/polibag dan F3 = Formulasi cair produk komersil 100 ml/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi beberapa bentuk formulasi  Trichoderma spp  mampu memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase layu tanaman dan tinggi tanaman serta persentase batang yang xylemnya terdiskolorasi.

 

Application of Several Forms by Trichoderma spp Formulation in Controlling Fusarium Wilt Disease on Tomato Plants

Abstract. Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) is one of the soil pathogens that is very harmful for tomato plants, it is because these pathogens are able to survive for a long time in the soil. One of the alternative biological controls that are environmentally friendly is by utilizing the antagonist fungus as a biocontrol agent that is Trichoderma spp. the use of antagonistic fungi as biological agents should be in the form of the right formula with easily available materials. This study aims to determine the effect of application of some form of Trichoderma spp formulation in controlling fusarium wilt disease in tomato plants. This research uses Completely Randomized Design of non factorial pattern consisting of 4 treatments using 5 replications, each replication consisting of 4 plant units. the active formulation by several form formulation of Trichoderma spp is F0 = Control (without treatment), F1 = Leaf pelet formulation 3 g (+ 10 grain) / polybag, F2 = Dry corn solid formula 3 g / polybag and F3 = Commercial liquid product formulation 100 ml / polybag. The results showed that the application of some form of formulation Trichoderma spp able to give a real effect on the percentage of wilting plants and plant height as well as the percentage of stems that discoloration on xylem.


Keywords


Formulasi; Trichoderma spp; Layu fusarium; Tanaman tomat ; Formulation; Trichoderma spp; Fusarium Wilt; Tomato Plants

Full Text:

PDF

References


Agrios G.N., 2005. Plant Pathology (3ʳ ʳͩ edn.). Academic Press, New York. (Diterjemahkan Oleh Busnia, M. Ilmu Penyakit Tumbuhan (Edisi Ketiga) Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Alfizar, Marlina, N. Hasanah. 2011. Upaya Pengendalian Penyakit Layu Fusarium oxysporum Dengan Pemanfaatan Agen Hayati Cendawan FMA dan Trichoderma harzianum. J. Floratek 6 : 8-17.

Andriani, D., Elfina, Y. S., dan Venita, Y. 2012. Uji Antagonis Trichoderma pseudokoningii Rifai dalam Formulasi Biofungisida yang Mengandung Beberapa Bahan Organik Terhadap Jamur Ganoderma boninense Pat Secara In Vitro. Riau : Fakultas Pertanian Universitas Riau.

Bhuvaneswari, S. Reetha, R. Sivaranjani and K. Ramakrishnan. 2014. Effect of AM fungi and Trichoderma spesies as stimulations of growth and morphological character of chilli (Capsicum annum L.). International Journal of Current Microbiology and Applied Scienses, 3 (3): 447-445.

BPS. 2016. Produksi Tomat Provinsi Aceh,2013-2014. (Online). Diakses 23 Februari 2016.

Chamzurni T., M. A. Ulim, E. Diannur. 2010. Uji Ketahanan Beberapa Varietas Tomat Terhadap Penyakit Layu Fusarium. J. Agrista Vol. 14 No. 2.

Djaenuddin, N, 2011. Bioekologi dan Pengelolaan Penyakit Layu Fusarium. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Maros.

Freeman S., A. Zveibil, H. Vintal, and M. Maymon. 2002. Isolation of non-pathogenic Mutants of Fusarium oxysporum f. sp. melonis for Biological Control of Fusarium wilt in Cucurbits. Phytopathology 92: 164-168.

Herlina, L. dan P. Dewi. 2010. Penggunaan Kompos Aktif Trichoderma harzianum dalam Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Cabai. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Lewis JA. and GC. Papavizas. 1983. Production of Clamidospores and Conidia by Trichoderma sp. In Liquid and Solid Growth Media. Soil Biology and

Biochemistry. 15 (4): 351-357.

Liswarni YF, Rifai dan Fitriani. 2007. Efektivitas Beberapa Spesies Trichoderma Untuk Mengendalikan Penyakit Layu pada Tomat, Yang Disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp Lycopersici Sacc. J Hort. 8(1):39-42.

Nurahmi, E., Susanna dan R. Sriwati .2012. Pengaruh Trichoderma terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit kakao, tomat, dan kedelai. Jurnal Floratek 7: 57 – 65.

Rusli R. dan Trizelia., 2009, Perbanyakan Beauveria bassiana Pada Limbah Organik, Formulasi dan Uji Efektivitasnya Sebagai Bioinsektisida Untuk Pengendalian Hama Spodoptera exigua Hubner (Lepidoptera : noctuidae). Unand. Padang.

Saragih YS, FS. Silalahi dan AE. Marpaung. 2006. Uji Resistensi Beberapa Kultivar Markisa Asam Terhadap Layu Fusarium. J Hort. 16(4):321-326.

Sastrahidayat, I.R., 2010. Fitopatologi (Ilmu Penyakit Tumbuhan). Usaha Nasional. Surabaya.

Semangun H. 2001. Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah

Mada University Press.

Soekarno B. P. W., Surono dan Susanti. 2014. Formulasi Pelet Berbahan Aktif Trichoderma sp. dan Aplikasinya Terhadap Penyakit Rebah Kecambah Pada Tanaman Mentimun. J. Fitopatologi Vol. 10 No. 2.

Susanna, T. Chamzurni dan A. Pratama . 2010. Dosis dan Frekuensi Kascing untuk Pengendalian Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat. J. Floratek 5 : 152-163.

Triyatno, B.Y. 2005. Potensi beberapa Agensia Pengendali terhadap Penyakit Busuk Rimpang Jahe. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.

Wibowo, A. 2005. Kemampuan Strain Bakteri Antagonis Terhadap Fusarium Penyebab Layu pada Tomat dalam Kolonisasi Perakaran Tomat. J. Perlindungan Tanaman Indonesia. 11 (2).

Wongpia A., dan K. Lomthaisong. 2010. Changes in the 2DE protein profiles of chilli pepper (Capsicum annuum) leaves in response to Fusarium oxysporum infection. ScienceAsia 36:259-270.

Yunasfi. 2002. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit dan Penyakit yang Disebabkan Oleh Jamur. Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Kehutanan Universitas Sumatera Utara. USU Digital Library. http://library.usu.ac.id/download/fp/hutan-yunasfi.pdf.

Zikriah. 2015. Potensi Daun Katuk Dan Lamtoro Sebagai Nutrisi Cendawan Trichoderma sp. Pada Pelet Media Tumbuh Dalam Menekan Pertumbuhan Patogen Tular Tanah. Skripsi. Unsyiah. Banda Aceh.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i2.7478

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id