Pemberian Kirinyuh (Cromolaena odorata L.) sebagai Mulsa Organik pada Tanaman Kedelai (Glycine max L.) serta Pengaruhnya terhadap Sifat Fisika dan Kimia Tanah

Nasrullah Nasrullah, syakur syakur, Hasanuddin Hasanuddin

Abstract


Abstrak :Gulma kirinyuh sangat berpotensi untuk dijadikan pupuk organik karena kandungan unsur  hara dalam jaringannya yang tinggi. Biomassa kirinyuh memiliki kandungan hara N 2,65%, P 0,53% dan K 1,9% sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber hara yang potensial dalam upaya peningkatan produksi kedelai dan perbaikan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanah yang sesuai dalam menunjang produksi tanaman kedelai akibat dari penambahan bahan organik kirinyuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanah yang sesuai dalam menunjang produksi tanaman kedelai akibat dari penambahan bahan organik kirinyuh. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor dengan pola 4 x 3 sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah dosis mulsa organik kirinyuh (D), terdiri atas 4 (empat) taraf yaitu: D0 = 0 ton ha-1, D1 = 6 ton ha-1, D2 = 12 ton ha-1, D3 = 18 ton ha-1. Faktor kedua adalah waktu aplikasi mulsa organik kirinyuh (W) terdiri atas 3 (tiga) taraf yaitu saat tanam (W1), 1 minggu setelah tanam (W2), 2 minggu setelah tanam (W3). Peubah fisika dan kimia tanah yang diamati meliputi bulk density, stabilitas agregat tanah, kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mulsa organik kirinyuh berpengaruh sangat nyata  terhadap sifat fisika tanah yaitu bulk density. Dosis mulsa organik kirinyuh 6 - 18 ton ha-1 menurunkan nilai bulk density namun tidak meningkatkan stabilitas agregat tanah. Waktu aplikasi mulsa organik kirinyuh yang awal tidak menunjukkan pengaruhnya terhadap sifat fisika dan kimia tanah yang diamati. Tidak terdapat interaksi antara dosis dan waktu aplikasi mulsa organik kirinyuh terhadap semua peubah yang diamati.   

Granting Kirinyuh (Cromolaena odorata L.) As Organic Mulch In Soybean Plants (Glycine max L.) As Well As Its Effects On The Physical And Chemical Properties Of Soil

Abstract. Weed kirinyuh potential to be used as organic fertilizer because the content of nutrient elements in its high. Biomass kirinyuh contain nutrient N 2.65%, 0.53% P and K 1.9% so that it can be utilized as a source of potential nutrient in an attempt to increase the production of soybean and improvement of soil fertility. This research aims to know the appropriate ground support the soybean crop production resulting from the addition of organic matter kirinyuh. This research aims to know the appropriate ground support the soybean crop production resulting from the addition of organic matter kirinyuh. This research was performed using Random Design Group (RAK) Factorial of 2 (two) factors with the 4 x 3 pattern so obtained 12 combination treatment. The first factor is a dose of organic mulch kirinyuh (D), consisting of four (4) levels, namely: a D0 = 0 ton ha-1, D1 = 6 ton ha-1, D2 = 12 ton ha-1, D3 = 18 ton ha-1. The second factor is the time of organic mulch application kirinyuh (W) consists of 3 (three) level that is when planting (W1), 2 weeks after planting (W2), 2 weeks after planting (W3). Soil physical and chemical variables were observed include bulk density, soil aggregate stability, cation exchange capacity and saturation of the base. The results showed that a dose of organic mulch kirinyuh very real effect against soil physical properties namely bulk density. A dose of organic mulch kirinyuh 6-18 ton ha-1 lowers the values of bulk density but does not increase the stability of soil aggregates. Organic mulch application time kirinyuh the beginning does not show its effects on the physical and chemical properties of the soil is observed. There is no interaction between the dose and time of application of organic mulch kirinyuh against all variables were observed.

 


Keywords


kirinyuh ; mulsa organik ; fisika tanah ; kimia tanah ; Cromolaena odorata; organic mulch; soil chemistry; soil physics

Full Text:

PDF

References


Abdurachman, A., S. Sutomo, dan N. Sutrisno. 2005. Teknologi pengendalian erosi lahan berlereng dalam teknologi pengelolaan lahan kering menuju pertanian produktif dan ramah lingkungan. Puslitbangtanak. Bogor.

Agbede, T. M., A. O. Adekiya, and J. S. Ogeh. 2013. Effects of Chromolaena and

Tithonia on soil properties, leaf nutrient composition, growth and yam yield. West African J. Applied Ecology. 21 (1): 16-29.

De Leenheer, L., and M. De Boodt. 1959. Determination of aggregate stability by the change in mean weight diameter. Overdruk Uit Medelingen Van de Staat te Gent. International Symposium on Soil Structure, Ghent, 1958.

Erna, S. 2012. Perkecambahan dan pertumbuhan gulma bayam duri (Amaranthus spinosus L.) pada pemberian ekstrak kirinyuh (Chromolaena odorata L.) R.M. King And H. Robinson. [Skripsi]. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu tanah. Edisi ketiga. PT Medyatama. Sarana Parkasa. Jakarta.

Hardjowigeno, S. dan H. Sarwono. 2002. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Press. Jakarta.

Kastono, D. 2005. Tanggapan pertumbuhan dan hasil kedelai hitam terhadap penggunaan

pupuk organik dan biopestisida gulma siam (Chromolaena odorata L.). J. Ilmu Pertanian. 12(2): 103 –116.

Marzuki, Sufardi, dan Manfarizah. 2012. Sifat fisika dan hasil kedelai (Glycine Max L.) pada tanah terkompaksi akibat cacing tanah dan bahan organik. J. Manajemen Sumberdaya Lahan. 1(1) : 23-31.

Purwanto, M.E. 2012. Perbandingan sifat kimia dan biologi tanah akibat keterbukaan lahan pada hutan reboisasi pinus di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara. [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rahmawati, A. 2004. Respon pemberian Chromolaena odorata (L.) King dan Robinson dengan pemulsaan dan pembenaman terhadap produksi dan pertumbuhan legume Desmodium rensonii. [Skripsi]. Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sheku, K.M., E.N. Johnny, and F.K. Augustine. 2012. Effect of siam weed (Chromolaena odorata) leaf mulch rates on agronomic traits and yield of cowpea in Sierra Leone. Annual Conference Organized. University Society for Academic Advancement (NUSAA), Njala. Sierra Leone.

Sri, N.H.U., dan H. Suci. 2003. Sifat kimia Entisol pada sistem pertanian organik. J. Ilmu

Pertanian. 10(2): 63-69.

Subowo, G., J. Subagja, dan M. Sudjadi. 1990. Pengaruh bahan organik terhadap pencucian hara tanah Ultisol Rangkasbitung Jawa Barat. Pemberitaan Penel. Tanah dan Pupuk. 9 : 26-31.

Suntoro. 2003. Peranan bahan organik terhadap kesuburan tanah dan upaya pengelolaanya. UNS Press. Surakarta.

Tan, K. 1991. Dasar-Dasar Kimia Tanah. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v3i2.7473

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id