Uji Mikrobiologi Pakan Lengkap Fermentasi Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda

Syahrul Ramadhan, Samadi Samadi, Sitti Wajizah

Abstract


AbstrakPakan merupakan salah satu faktor terpenting dalan usaha peternakan dalam menentukan kemampuan ternak dalam mengekspresikan potensi genetiknya Sumber bahan dasar pakan ternak ruminansia pada umumnya terdiri dari hijauan, biji-bijian dan limbah pertanian. Limbah hasil olahan produk pertanian selama ini kerap terbuang begitu saja, padahal sangat berpotensi sebagai pakan ternak ruminansia. Namun kandungan nutrisi yang terdapat pada ampas sagu sangat rendah dengan kandungan serat kasar ampas sagu mencapai 28,30% dan kandungan protein kasar hanya berkisar 1,36% (Sutama dan Budiarsana, 2009). Penelitian tentang uji mikrobiologi pakan lengkap fermentasi berbahan dasar ampas sagu dengan teknik fermentasi berbeda telah dilaksanakan di Laborotarium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh mulai tanggal 12 Januari sampai dengan 17 Maret 2016. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 (tanpa fermentasi), P2 (ampas sagu difermentasi terlebih dahulu lalu baru dicampur ke dalam bahan penyusun pakan lengkap lainnya dan difermentasi lanjutan, P3 (ampas sagu bersama bahan penyusun pakan lengkap dicampur dan baru dilakukan fermentasi. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah populasi Bakteri Asam Laktat (BAL), Bakteri Total (BT) dan Kapang.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pakan lengkap fermentasi dengan teknik fermentasi berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap populasi BAL dan Bakteri Total, namun berpengaruh nyata (P<0,05) nyata terhadap populasi Kapang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik fermentasi tidak mempengaruhi jumlah populasi Bakteri Asam laktat (BAL) dan Bakteri Total Namun mempengaruhi terhadap jumlah populasi Kapang.

(Microbiological Test of Complete Feed of Fermentation Based on Sago Pulp With Different Fermentation Techniques).

Abstract. Feed is one of the most important factors in the livestock business in determining the ability of livestock to express its genetic potential Source of feed ingredients of ruminant livestock feed generally consists of forage, grain and agricultural waste. Waste from processed agricultural products has been wasted so often, when it is very potential as ruminants feed. Research on microbiological test of complete feed of fermented sago-based fermentation with different fermentation technique has been conducted in Laboratory of Nutrition Science and Feed Technology of Syiah Kuala University of Darussalam Banda Aceh from 12 January to 17 March 2016. The design used in this research is Completely Randomized Design (RAL) with 3 treatments and each treatment consisted of 5 replications. The treatments in this study were P1 (without fermentation), P2 (fermented sago pulp first and then mixed into other complete feed compounds and further fermented, P3 (the sago pulp with the complete feed ingredient mixed and newly fermented. in this research is population of Lactic Acid Bacteria (BAL), Total Bacteria (BT) and Kapang. This research indicate that complete fermentation feed with different fermentation technique has no significant effect (P> 0,05) to BAL population and Total Bacteria, (P <0,05) real to Kapang population Based on the research result, it was concluded that the fermentation technique did not affect the total population of lactic acid bacteria (BAL) and Total bacteria but influenced to Kapang population.


Keywords


Ampas Sagu, Fermentasi, SBP, Populasi BAL, Populasi Bakteri Total dan Populasi Kapang ;Sago, Fermentation, SBP, BAL Population, Total Bacterial Population and Kapang Population

References


Al-Arif, M., Lamid M. 2011. Produksi Enzim Selulose oleh Actinobacillus Sp. Menggunakan Beberapa Sumber Nitrogen dalam Media Pertumbuhan Alternatif. Majalah Kedokteran Hewan 7 (2) : 127-131.

Carr F J, Chill D dan Maida N. 2002. The Latic Acid Bacteria : A Literature Survey. Critical Rev Microbiol. 28:281-370.

Departemen Pertanian. 2004. Produktifitas Perkebunan. Http://www.deptan.go.id/bps/sarus/data2/luas%20areal5dan%20dan%20produktivitas%20perkebunan%20propinsi.htm. Tgl Akses : 8 juli 2016.

Ganjar, I. 2000. Pemanfaatan Ampas Sagu Sebagai Pakan Ternak. Departemen Pertanian. Jakarta. Hlm: 13-16.

Hilakore, M.A., Suryahadi, K. Wiryawan, dan D. Mangunwijaya. 2013. Peningkapan kadar protein putak melalui fermentasi oleh kapang Trichoderma reseei. Jurnal Veteriner. Vol. 14. No. 2. Hal: 250-254).

Julendra, H., E. damayanti, A. Sofyan, dan A. Febrisiantosa. 2007. Karakteristik Fisiko-Kimia dan Mikrobiologis pakan Berbahan Dasar Onggok Fermentasi Selama Penyimpanan. Jurnal Sains MIPA. 13 (1) : 1-5.

Kompiang, Lp., T. Haryati dan J. Darma. 1994. Nilai gizi dari singkong yang diperkaya protein: Cassapro. Ilmu dan Petemakan 7 (2): 22-25.

Lee, Y. H., And L. T., Fan. 1982. Kinetic Studies of Enzymatic Hydrolysis of Insoluble Cellulose : (II). Analisis Of Extented Hydrolysis Time. Biotechnology Bioenggenering, 25,939-66.

Levin, D. B., Carere C. R., Cicek R., and Sparling R. 2009. Challenges for biohydrogen production via direct lignocelluloses fermentation. International journal of hydrogen energy, 34:7390–7403.

Mangunwidjaja, D dan A. Suryani. 1994. Teknologi Bioproses. Penerbit Swadaya, Jakarta.

Martaguri I, Minawati dan Muis H. 2011. Peningkatan Kualitas Ampas Sagu Melalui Fermentasi Sebagai Bahan Pakan Ternak. J Peternakan. 8 :38-43.

Munier, F. F. 2010. Pertumbuhan Aspergillus Niger dalam Proses Biofermentasi pada Beberapa Ukuran Cacahan Kulit Buah Kakao (Theobronia Cacao L.) Pross. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor 13-14 Agustus 2009. Puslitbang Peternakan, Bogor. Hlm. 739-744.

Pamungkas, D. P. N. Anggaeny. 2006. Probiotik dalam Pakan Ternak Ruminansia. Wartazoa. Vol. 16. No. 2. Hal: 82-91).

Pelczar, M.J dan E.C.S. Chan., 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi I. Diterjemahkan oleh Hadioetomo, dkk. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Rahmad, K. 2014. Penggunaan pelepah kelapa sawit yang difermentasi dengan mikroba lokal pada domba lokal jantan.Universitas Sumatera Utara. Medan.

Santoso, B., B. Tj. Hariadi, H. Manik Dan H. Abubakar. 2009. Kualitas Rumput Unggul Tropika Hasil Ensilase dengan Bakteri Asam Laktat dari Ekstrak Rumput Fermentasi. Fakultas Peternkan, Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Negeri Papua.

Schegel. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Universutas Indonesia Press. Jakarta.

Suci, W. 2014. Performa produksi domba yang diberi pakan lengkap fermentasi berbasis POD kakao serta nilai nutrient tercernanya secara in vivo.Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.

Sugiyono, 2008. Kadar Protein dan Serat Kasar Ampas Sagu (Metroxylon Sp) Terfermentasi dengan Lama Pemeraman Yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Ikoma. UNDARIS. Ungaran).

Sugrahadi, A. A. 2016. Evaluasi Kecernaan In Vitro Complete Feed Fermentasi Berbahan Dasar Ampas Sagu dengan Teknik Fermentasi Berbeda. (Skripsi). Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Surono. 1995. Indigenous fermented foods in Indonesia. Japanese J. Dairy and Food Sci. 44: A91-A98).

Tanuwidjaja, L. 1997. Sengle Cell Protein. Ceramah Ilmiah. LKN-LIPI, Bandung.

Wahjuni, R.S., dan R. Binjani. 2006. Uji Efek samping Formula Pakan Komplit Terhadap Fungsi Hati dan Ginjal pedet sapi friesian holstein. Media Kedokteran Hewan. 22 (3) : 174-178

Waluyo, L., 2004. Mikrobiologi Umum. UMM Press. Malang.

Wina, E., H. Affandi, E. Solihah dan R. Ningsih. 2005. Komposisi serat dan kecemaan bahan kering kulit kayu Acacia mangium yang digunakan sebagai media jamur Pleurotus ostreatus dan Ganoderma lucidutn. Pros. Seminar Nasional AINI V. Malang, 10 Agustus 2005 (in press).

Yahaya, M.S., M. Goto, W. Yimiti, B. Smerjai & Y. Kuwamoto. 2004. Evaluation of fermentation quality of a tropical and temperate foragecrops ensiled with additives of fermented juice of epiphytic lactic acid bacteria (FJLB). Asian-Aust. J. Anim. Sci. 17:942-946).

Yuliana, N. 2008. Kinetika Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat Isolat T5 Yang Berasal dari Tempoyak. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian Vol. 13. No. 2. Hal: 108-116).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id