Karakteristik Reproduksi Kerbau Simeulue Betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue

Rina Macharani Pulungan, Mohd. Agus Nashri Abdullah, Eka Meutia Sari

Abstract


 Abstrak. Suatu penelitian karakteristik reproduksi kerbau Simeulue betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kemampuan reproduksi  ternak kerbau betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Untuk memperoleh data primer dilakukan melalui teknik wawancara langsung secara terbuka di lokasi penelitian dengan pemilik ternak kerbau berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan dalam bentuk kuesioner. Sedangkan untuk data sekunder telah diperoleh dari instansi terkait di Kecamatan Salang dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Simeulue. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga desa dalam Kecamatan Salang yaitu: Padang Unoi, Mutiara dan Ujung Salang. Sebagai responden adalah 40 orang peternak kerbau yang tersebar dalam tiga desa terpilih tersebut. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, yaitu mengambil sampel dengan ketentuan minimal peternak memelihara dua ekor kerbau betina yang telah beranak dua kali dan pengalaman peternak lebih dari satu tahun. Ada tiga bagian informasi data primer dalam penelitian ini yaitu: data identitas responden, profil umum peternakan kerbau, dan karakteristik reproduksi kerbau betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue. Informasi utama menyangkut parameter yang diamati adalah: (a) umur berahi pertama; (b) umur beranak pertama; (c) berahi kembali setelah melahirkan; (d) jarak beranak (calving internal); dan (e) angka kelahiran (calving rate).  Data profil peternak sebagai responden yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah: (a)   tingkat pendidikan peternak dan (b) pengalaman responden. Informasi pendukung data primer dalam penelitian ini adalah: (a) sistem pemeliharaan ternak kerbau; (b) populasi kerbau; (c)  sistem perkawinan; dan (d)  gangguan reproduksi. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mencatat langsung data yang tersedia pada Dinas Peternakan atau yang menangani fungsi peternakan di Kecamatan Salang dan dinas-dinas terkait. Data yang diperoleh, dianalisis dengan cara menghitung nilai rataan dan dipersentasekan dengan bantuan lembar Excel. Hasil analisis data dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerbau Simeulue betina yang dipelihara di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue mempunyai sifat-sifat reproduksi yang baik namun angka kelahirannya masih sangat rendah. Karakteristik reproduksi kerbau Simeulue di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue yaitu: dewasa kelamin pada umur 24-36 bulan dengan nilai rataan 30 bulan, beranak pertama pada umur 3,3 tahun bervariasi dari 2-4,5 tahun, rataan umur berahi kembali setelah melahirkan pada 6 bulan dengan kisaran 3-9 bulan, calving interval bervariasi dari 12-16  bulan dengan rataan 14 bulan, dan angka kelahiran kurang dari 50% yaitu 30,56%.

Reproductive Characteristics of Simeulue female buffalo in Salang District of Simeulue Regency

Abstract. A research on the reproductive characteristics of the Simeulue Buffalo females in district Salang Simeulue Regency has been done. The purpose of this research was to identify the female reproductive ability of buffalo herds in district Salang District Simeulue. The methods used in this research is a survey by collecting primary data and secondary data. To obtain primary data is done through direct interview techniques openly in the location of the research with the owner of the buffalo herds based on a list of questions that had been prepared in the form of a questionnaire. As for the secondary data have been obtained from the relevant agencies in the Salang Sub-district and District animal husbandry and Fishery Agency of Simeulue. Sampling is conducted on three villages in the Salang Sub-district, namely: Padang Unoi, pearls and the ends of the Salang. As the respondents was 40 Buffalo farmers scattered in three selected villages. Sampling technique was purposive sampling, i.e. taking samples with minimal provisions breeders maintain two buffaloes females has increased twice and breeder experience more than one year. There are three primary data in the information section of the research data, namely: the identity of the respondent, the public profile of Buffalo Ranch, and reproductive characteristics of female Buffalo on Simeulue Regency Salang Sub-district. The main information regarding the parameters observed were: (a) age of first love; (b) the age of the first litter is; (c); return after childbirth; (d) the distance increased (calving internal); and (e) the birth rate (calving rate). Breeder profile data as respondents collected in this study were: (a) the level of education of breeders and (b) the experience of respondents. Information supporting the primary data in this study were: (a) the system of maintenance of the buffalo herds; (b) the population of Buffalo; (c) the system of marriage; and (d) reproductive disorders. While secondary data collection is carried out by means of direct data records are available at the Office of the farm or farms in the function that handles the Salang Sub-district and Office-related service. The data obtained, analyzed by calculating the values of the dipersentasekan and with the help of rataan sheet Excel. The results of the data analysis described in descriptive. Research results show that buffalos Simeulue females maintained in Simeulue District Salang Sub-district have reproductive traits were good but the number of his birth is still very low. Reproductive characteristics of the Simeulue Buffalo in Simeulue District Salang Sub-district, namely: mature sex at age 24-36 months value rataan first litter is 30 months, at 3.3 years varies from 2-4,5 years, rataan age love again after giving birth at 6 months with the range of 3-9 month, calving interval varied from 12-16 the month with rataan 14 months, and the birth rate is less than 50% i.e. 30.56%.

 

 

 


Keywords


karakteristik;reproduksi;service period;calving interval

References


Alkautsar. 2017. Karakteristik reproduksi kerbau Gayo betina di Kecamatan Linge Kabupaten Alkautsar. 2017. Karakteristik reproduksi kerbau Gayo betina di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah. Skripsi. Program Studi Peternakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Arman C. 2006. Penyigian Karakteristik Reproduksi Kerbau Sumbawa. Dalam: Subandriyo, Diwyanto K, Inounu I, Haryanto B, Djajanegara A, Priyanti A, Handiwirawan E, penyunting. Lokakarya nasional usaha ternak kerbau mendukung program kecukupan daging sapi. Prosiding Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi. Sumbawa, 4-5 Agustus 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. hlm. 219-226.

Bhatti, S. A., M. Sarwar, M.S. Khan, and S.M.I. Hussain. 2007. Reducing the age at first calving through nutritional manipulations in dairy buffaloes and cows: A Review. Pakistan Vet. J., 27: 42-47.

Chantalakhana C and P Skunmun. 1994. Sustainable Smallholder Animal Systems in the Tropic. Kasetsart University Press.

Dikeswannak Kab. Simeulue. 2013. Kerbau Simeulue, Sinabang.

Dikeswannak Kab. Simeulue. 2017. Kerbau Simeulue, Sinabang.

Diwyanto, K. dan H. Handiwirawan. 2006. Strategi pengembangan ternak kerbau: Aspek penjaringan dan distribusi. Prosiding Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Hastono, Talib C, Herawati T. 2013. Penampilan reproduksi ternak kerbau di Pandeglang. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal: 92-97.

Herawati, T., Anggraeni, A., Praharani, L.,Utami, D., dan Argiris, A. 2012. Peran Inseminator dalam Keberhasilan Inseminasi Buatan pada Sapi Perah. Jurnal Informatika Pertanian vol. 21 (2): 81-88.

Komariah, Kartiarso dan L Maria. 2014. Produktivitas kerbau rawa di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Buletin Peternakan. ISSN 0126-4400.38. Buletin Peternakan. (3): 174-181.

Kusnadi, U. 2009. Kelayakan usaha ternak kerbau untuk penghasil bibit dan daging di beberapa agroekosistem. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2009. Hal: 186-192

Lendhanie, U.U. 2005. Karakteristik reproduksi kerbau rawa dalam kondisi lingkungan peternakan rakyat. Bioscientiae. 2 (1): 43-48.

Maulidani. 2017. Karakteristik reproduksi kerbau rawa betina di Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan. Skripsi. Program Studi Peternakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Naqvi, A.N. and S.A. Shami, 1999. Comparative performance of early and late maturing in Nili Ravi buffalo. Asian-Australian J. Anim. Sci. 12: 336-340.

NDRI (National Dairy research Institute). 1996. Murrah buffalo herd performance at NDRI, Annual report 1995-96, pp-66.

Noor, R. R. 2008. Genetika Ternak. Cet ke-4. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sule, S.R., A.I. Tapala, I.B. Jain, and S.P. Tailor. 2001. Productive status of Surti buffalo maintained under sub-humid condition of Rajasthan. Indian Vet. J., 78: 1049-1051.

Sari, EM, Hambal, M, Abdulah, MAN. 2017. The Identification of Quantitative Traits on Simeulue Buffalo Type of Bubalus bubalis. Proceeding the 6th SEANAS Conference, Vietnam National University, Hanoi.

Tappa, B. 2007. Bioteknologi reproduksi untuk pengembangan kerbau belang (“Tedong Bonga”). Seminar dan Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau 2007. Hal: 40-48.

Toelihere, M.R. 1979. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Angkasa. Bandung

Zulbardi M, D.A. Kusumaningrum. 2005. Penampilan Produksi Ternak Kerbau Lumpur (Bubalus bubalis) di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Mathius IW, Bahri S, Tarmudji, Prasetyo LH, Triwulanningsih E, Tiesnamurti B, Sendow I, Suhardono, penyunting. Teknologi Peternakan dan Veteriner Inovasi Teknologi Peternakan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Mewujudkan Kemandirian dan Ketahanan Pangan Nasional. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 12-13 September 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. hlm. 310-315.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id