Karakteristik Reproduksi Kerbau Gayo Betina di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah

Al Kautsar, Eka Meutia Sari, Mohammad Agus Nashri Abdullah

Abstract


ABSTRAK. Sebuah penelitian pada evaluasi karakteristik reproduksi kerbau betina Gayo di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah telah dilakukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui kemampuan reproduksi kerbau betina Gayo di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan data dari 40 peternak sebagai responden.Penentuan responden secara purposive sampling, dengan memelihara 2 ekor kerbau betina dan pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan peneliti, yaitu ternak yang telah beranak dua kali. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik reproduksi kerbau, faktor pendukung dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Data yang terkumpul kemudian  dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel frekuensi dan persentase. Lembar Excel digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pubertas kerbau di Kecamatan Linge adalah usia 27,9 bulan, dengan umur kawin pertama 32,6 bulan, rata-rata umur kerbau melahirkan anak pertama di Kecamatan Linge yaitu umur 3,7 Tahun, dengan lama bunting 316,5 hari (10,37 bulan), serta rata-rata jarak kelahirannya 19,5 bulan, rata-rata beranak sampai berahi kembali pada kerbau Gayo di Kecamatan Linge adalah 6,8 bulan, rata-rata angka kelahiran pada induk betina 64,75 dan anak 52,75, dengan perbandingan sex rasio anak kerbau jantan dan betina yaitu 1,2:1 dan persentase anak kerbau jantan 55,92 dan betina 44,07. Populasi kerbau Gayo di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Yang meliputi empat Desa yaitu, Desa Jamat, Kute Robel, Lumut, dan Owaq  yaitu 12,31% jantan, 48,32% betina,  anak jantan 22,01% dan anak betina 17,35.

The Characteristics of the Reproduction in Female Buffaloes Gayo in the Linge Sub-District, Central Aceh Regency

ABSTRACT. A study on the evaluation of characteristics of the reproduction in female Gayo Buffaloes in Linge sub-district, Central Aceh Regency, has been done. The purpose of this research was to identify and figure out the reproduction ability in female Gayo Buffaloes in Linge sub-district, Central Aceh Regency. This study used survey method by using data from 40 buffalo breeders as respondents. The sampling method used in this study was purposive sampling, the sample determination is taken for those who have at least two female buffaloes, and sampling was conducted based on the consideration of researchers, the female Gayo Buffaloes which had given birth twice. The data collected includes buffalo reproduction characteristics, supporting factors and secondary data obtained from related institutions. The data obtained were analyzed descriptively by using frequency tables and percentages with the help of Excel sheet. The results showed that Gayo buffaloes' puberty in Linge sub-district was  27.9 months old, the first mating age was 32.6 months old, and the average ageof the buffaloes giving birth to the first calf was 3.7 years old, with a duration of 316.5 days (10. 4 months), as well as an average birth spacing was 19.5 months. The average duration between giving birth and again was 6.8 months old, birth rate in female parent 64.75% and calf 52.75%, with the sex ratio of male and female buffaloeswas 1.2: 1, the percentage of male calves 55. 92% and female calves 44.07%. Gayo buffalo population in Linge sub-district, Central Aceh Regency, includes at Jamat Village, Kute Robel, Lumut, and Owaq which was 12,31% male buffaloes and 48.32% female buffaloes, 22.01% male calves and 17.35 female calves.


Keywords


Bahasa indonesia; Karakteristik, Reproduksi, Kerbau Gayo Betina bahasa inggris ; Characteristics, Reproduction, Female Buffaloes Gayo

References


Arman C. 2006. Penyigian Karakteristik Reproduksi Kerbau Sumbawa. Dalam: Subandriyo,

Diwyanto K, Inounu I, Haryanto B, Djajanegara A, Priyanti A, Handiwirawan E, penyunting. Lokakarya nasional usaha ternak kerbau mendukung program kecukupan daging sapi. Prosiding Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi. Sumbawa, 4-5 Agustus 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. hlm. 219-226.

Berry, D.P and A. R. Crome. 2007. Artificial Insimination Increases The Probability of A Male Calf in Dairy and Beef Catle. Threogenolohy 67 (2) : 346-352.

Chantalakhan, C. 1981. Ascope on buffalo breeding.Buffalo buletin. 4 (4): 224-242.

Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Aceh Tengah (2016). Data Populasi Kerbau Gayo Perkecamatan.

Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Bener Meriah (2016). Kerbau Gayo

Ditjennak. 2010. Buku Statistik Peternakan Tahun 2009. Direktorat Jenderal. Peternakan. Departemen Pertanian, Jakarta.

Dwiyanto K, Handiwirawan E. 2006. Strategi Pengembangan Ternak Kerbau: Aspek Penjaringan dan Distribusi. Dalam: Subandriyo, Diwyanto K, Inounu I, Haryanto B, Djajanegara A, Priyanti A, Handiwirawan E, penyunting. Lokakarya nasional usaha ternak kerbau mendukung program kecukupan daging sapi. Prosiding Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi. Sumbawa, 4-5Agustus 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Sumbawa (Indones). hlm. 3-12.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id