Daya Hambat Minyak Serai Wangi (Andropogon nordus L.) terhadap Pertumbuhan Koloni Patogen Terbawa Benih secara In Vitro dan Pengaruhnya Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Terung (Solanum melongena L.)

Aldina Cahaya, Hasanuddin Hasanuddin, Syamsuddin Syamsuddin

Abstract


Abstrak. Penelitan tentang efektifitas minyak serai wangi dalam menghambat pertumbuhan koloni patogen terbawa benih secara in vitro dan pengaruhnya terhadap viabilitas dan vigor benih terung dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis patogen dan konsentrasi minyak serai wangi serta interaksi antara jenis patogen dengan konsentrasi minyak serai wangi terhadap daya hambat pertumbuhan koloni patogen terbawa benih secara in vitro.  Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak serai wangi yang efektif terhadap viabilitas dan vigor benih terung secara in vivo. Percobaan I menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri atas dua faktor, faktor pertama yang diteliti terdiri dari 6 taraf konsentrasi minyak serai wangi, faktor kedua adalah 2 taraf jenis isolat patogen dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Percobaan II menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan sehingga diperoleh 20satuan unit percobaan. Hasil percobaan I menunjukkan bahwa Daya hambat pertumbuhan Rhizoctonia solani secara sempurna (100%) diperoleh dengan pemberian minyak serai wangi pada konsentrasi 0,08%. Sementara daya hambat 100% pada patogen Sclerotium rolfsii, diperoleh dengan pemberian minyak serai wangi pada konsentrasi 0,10%. Hasil percobaan II menunjukkan bahwa perlakuan benih dengan minyak serai wangi tidak memberikan pengaruh negatif terhadap viabilitas dan vigor benih apabila konsentrasi yang digunakan dibawah 0,02%

 

Effectiveness of In Vitro Inhibitory Effects of citronella oil (Andropogon nordus L.) on Controlling the growth of seed borne pathogens Colonies and the effect for viability and vigor of eegplant seed (Solanum melongena L).

Abstract. The research of citronella oil effectivity on controlling the growth of seed borne pathogens under in vitro conditions and the effect for viability and vigor of eggplant seed.has been carried out in the laboratorium of seed, Departement of Agroteknologi, Agriculure Faculty, Syiah Kuala University was started from June until August  2017. The purpose of this study was to find out about the effect of pathoghen with citronella oil concentration and interact between pathogen with citronella oil concentration on controlling the growth of seed borne pathogens under in vitro conditions.The second purpose of this research was to find out about effectiveness of citronella oil to viability and vigor of eggplant seed under in vivo conditions. The first research used double randomize design method concisting with  two standards,the first was using  6 concentrations of citronella oil, seconf was two kinds of pathogens and repeated 3 times to obtain36 units of experiment. The second research used single randomized design method (CRD) consisting of 4 treatments and repeated 5 times to obtain 20 units of experiment. The results of the first research showed that the solubility of Rhyzoctonia solani growth (100%) was obtained by administering citronella oil at a concentration of 0.08%. While 100% inhibitory in Sclerotium rolfsii pathogens, obtained by administration of citronella oil at a concentration of 0.10%. The results of experiment II showed that the seed treatment with citronella oil did not negatively affect the viability and vigor of the seeds when the concentration used was 0.02%


Keywords


Serai Wangi; Patogen; Rhyzoctonia solani; Sclerotium rolfsii; Citronella; Pathogens

Full Text:

PDF

References


Asie, K.V. 2004. Matriconditioning plus pestisida botani untuk perlakuan benih cabai terinfeksi Colletotricum capsici: evaluasi mutu benih selama penyimpanan. Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Astuti, D. 2009. Pengaruh matriconditioning plus minyak cengkeh terhadap viabilitas, vigor dan kesehatan benih padi (Oryza sativa) yang terinfeksi Altenaria padwickii (Ganguly) M.B. Ellis. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

BPS, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian. 2016. Produktivitas Sayuran di Indonesia, 2011-2015. http://www.pertanian.go.id/Data5tahun/PdfHORTI2016/3

Produktivitas%20%20Nasional%20sayuran.pdf. [22 Maret 2017].

Brandl, F. 2001. Seed treatment technologies, envolving the achieve crop genetic potential. Dalam A.J. Biddle (Eds.) Seed Treatment Challengers and Opportunities. Symposium Proceedings No. 76, North Warwickshire.

Gandjar, I., R.A. Samson., K.Van Den Tweel-Vermeulen., A. Oetari dan I. Santosa. 1999. Pengenalan Kapang Tropik. Universitas Indonesia, Jakarta.

Kardinan, A. 2002. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Khan, A.A., H. Miura, J. Prusinski, dan S. Ilyas. 1990. Matriconditioning of seed to improve emergence. Proceeding of the Symposium on Stand Establishment of Horticultural Crops. Minnesota. p 19-40.

Lorber, P dan W.H Muller. 1976. Volatile growth inhibitors produced by Salvia leucophylla: effects on seedling root tip ultrastructure. Amer. J. Bot. 63: 196-200.

Leite, M.C.A., A.P.B. Bezerra, J.P Sousa dan E.O. Lima. 2014. Investigating the antifungal activity and mechanism (s) of geraniol against Candida albicans strains. Medical Mycology. 1-10.

Mamik. 2016. Penyakit pada tanaman terung. http://bp4k.blitarkab.go.id/wp-content/uploads/2016pdf. [20 April 2017].

Maude, R.B. 1996. Seedborne disease and their control, principles and practice. CAB International. Wallingford, UK.

Naqvi, S.D.Y., T. Shiden, W. Merhawi dan S.Mehret. 2013. Identification of seed borne fungi on farmer saved sorghum (Sorghum bicolor L.), pearl millet (Pennisetum glaucum L.) and groundnut (Arachis hypogaea L.) seeds. Agricultural Science Research Journal. 3(4): 107-114.

Noveriza, R. 2003. Soil mycloflora in the rhyzosphere of black pepper (Piper negrum L.) and their antagonisms against Phytophthora capsici. Thesis. Department of Plant Pathology, University of The Philipines at Los Banos, College, Laguna, Philippines.

Sadjad, S., E. Muniarti dan S. Ilyas. 1999. Parameter Pengujian Vigor Benih dari Komperatif ke Simulatif. Grasindo, Jakarta.

Sastrohamidjojo, A. 2004. Kimia Minyak Atsiri. UGM Press, Yogyakarta.

Simatupang, A. 2010. Pengaruh beberapa jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang.

Sudarmo, S. 2009. Pestisida Nabati: Pembuatan dan Pemanfaatannya. Kanisius, Yogyakarta.

Syamsuddin., S. Ilyas., D. Manohara dan Sudarsono. 2007. Efektifitas daya hambat minyak nabati terhadap pertumbuhan koloni patogen terbawa benih cabai secara in vitro. J. Agrista, 11(2): 81-91.

Tjahjani, A., S. Rahayu dan Supartini. 2003. Pengaruh ekstraksi daun mimba dan daun sirih terhadap penyakit antraknosa pada buah cabai merah (Capsicum annum). Prosiding Forum Komunikasi Ilmiah. Pemanfaatan Pestisida Nabati (9-10 November 1999). Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id