Ekstraksi Antosianin dari Buah Senggani (Melastoma polyanthum BI.) dengan Variasi Rasio Bahan dengan Pelarut dan Konsentrasi Asam Sitrat

Trysia Zulfina, Novi Safriani, Nida El Husna

Abstract


Abstrak.  Senggani (Melastoma polyanthum BI.) adalah tanaman hias yang tumbuh pada lahan semak dan memiliki buah dengan ukuran kecil yang berwarna ungu atau merah muda. Warna ungu pekat pada buah senggani berasal dari kandungan senyawa antosianin yang berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber zat warna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rasio bahan dengan pelarut dan konsentasi asam sitrat terhadap intensitas warna dari ekstrak buah senggani. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah rasio bahan dengan pelarut (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: P1=1:5, P2=1:10, P3=1:15, P4=1:20. Faktor kedua adalah konsentrasi asam sitrat (A) yang terdiri dari 2 taraf yaitu: A1=0,4%, A2=20%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa Rasio bahan : pelarut berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap aktivitas antioksidan, derajat keasaman (pH), intensitas warna ekstrak buah senggani. Konsentrasi asam sitrat berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap total antosianin, aktivitas antioksidan, intensitas warna. Berdasarkan hasil analisis intensitas warna ekstrak buah senggani, perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan antara rasio bahan : pelarut 1:5 dan konsentrasi asam sitrat 20% (P1A2) dengan karakteristik ekstrak memiliki intensitas warna 0,57.

 

Abstract. Senggani (Melastoma Polyanthum BI.) is an ornamental plant that grows on a bushland and has a fruit with a small size that is purple or pink. The colour of the fruit comes from anthocyanin compound that is potential to be used as a source of natural dyes. This study aimed to determine the effect of the ratio between material and solvent and the concentration of citric acid on the color intensity of the senggani fruit extract. Randomized Block Design (RAK) of factorial pattern consisting of 2 (two) factors was used. The first factor was the ratio between material and the solvent (P) consisted of 4 levels: P1 = 1: 5, P2 = 1: 10, P3 = 1: 15, P4 = 1: 20. The second factor was the concentration of citric acid (A) consisted of 2 levels: A1 = 0.4%, A2 = 20%. Each treatment was repeated 3 times to obtain 24 units of experiment. The results showed that the ratio between material and solvent has an effect (P≤0.01) on the antioxidant activity, the degree of acidity (pH), the intensity of the extract color of the fruit of senggani. Citric acid concentration was highly significant (P≤0.01) to total anthocyanin, antioxidant activity, and colour intensity. Based on the analysis of the intensity of the extract color of the senggani fruit, the best treatment was obtained from the combination between the ratio of the ingredient: solvent 1: 5 solvent and 20% citric acid concentration (P1A2) where the extract has the color intensity of 0.57.

Keywords: Senggani, Melastoma polyanthum BI., colour intensity, citric acid.

Keywords


Senggani, Melastoma polyanthum BI., intensitas warna, asam sitrat; color intensity, citric acid

Full Text:

PDF

References


Fennema, O. R. 1996. Food Chemistry, Thrid Edition.Di dalam Surianti, N. S. 2010. Marcel Dekker Inc, New York.

Firmansyah R., AM Hendrawan, dan MU Riandi. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Setia Purna Inves, Bandung.

Hambali M, F Mayasari, dan F Noermansyah. 2014. Ekstraksi Antosianin dari Ubi Jalar dengan Variasi Konsentrasi Solven, dan Lama Waktu Ekstraksi. Teknik Kimia. Volume 20 (2): 25-35.

Kristiana HD, S Ariviani, dan LU Khasanah. 2012. Ekstraksi Pigmen Antosianin Buah Senggani (Melastoma malabathricum Auct. non Linn) dengan Variasi Jenis Pelarut. Teknosains Pangan. Volume 1 (1): 105-109.

Moulana R, Juanda, S Rohaya, dan R Rosika. 2012. Efektivitas Penggunaan Jenis Pelarut dan Asam dalam Proses Ekstraksi Pigmen Antosianin Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L). Teknologi dan Industri Pertanian. Volume 4 (3): 20-25.

Praja DI. 2015. Zat Aditif Makanan (Manfaat dan Bahayanya). Garudhawaca, Yogyakarta.

Simanjuntak L, C Sinaga, dan Fatimah. 2014. Ekstraksi Pigmen Antosianin dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Teknik Kimia USU. Volume 3 (2): 25-29.

Surianti, N. S. 2010. Pengaruh Konsentrasi Asam Sitrat Terhadap Karakteristik Ekstrak Pigmen Limbah Selaput Lendir Biji Terung Belanda (Cyphomandra Beatacea S.) dan Aktivitas Antioksidannya. Skripsi Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Bali.

Sutresna, N. 2007. Cerdas Belajar Kimia. Grafindo Media Pratama, Jakarta.

Tensiska, E. S., dan D. Natalia. 2006. Ekstraksi Pewarna Alami dari Buah Arben (Rubus idaeus (Linn.) dan Aplikasinya pada Sistem Pangan. Di dalam Surianti, N. S. 2010. http://digilib.umm.ac.id. Diakses pada 14 September 2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id