Performans Reproduksi Sapi Batina Aceh di Kota Subulussalam

Erlisa Rahma, Eka Meutia Sari, Cut Intan Novita

Abstract


Abstrak.  Dalam upaya meningkatkan populasi Sapi Aceh di Kota Subulussalam ini tentunya tidak semudah yang diharapkan. Banyak permasalahan yang sering dijumpai oleh peternak dalam mengembangkan populasi ternak Sapi Aceh. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh peternak adalah rendahnya efisiensi reproduksi pada ternak. Rendahnya efisiensi reproduksi ini dapat disebabkan oleh masih rendahnya pengetahuan peternak akan pentingnya pengaturan reproduksi dalam usaha peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Performans reproduksi sapi Aceh betina di Kota Subulussalam. Penelitian ini dilakukan di Kota Subulussalam Provinsi Aceh meliputi 5 kecamatan yaitu Simpang Kiri, Rundeng, Longkip, Penanggalan dan Sultan Daulat. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan dimulai dari tanggal 23 Januari-23 Februari 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) dengan pertimbangan kecamatan yang memiliki populasi ternak sapi betina Aceh terbanyak di Kota Subulussalam. Penentuan peternak responden adalah dengan menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu mengambil sampel dengan ketentuan minimal peternak memelihara satu ekor sapi Aceh yang telah beranak 2 (dua) kali. Sebagai responden ditetapkan sebanyak 30 orang peternak yang tersebar dalam 5 kecamatan yaitu Kecamatan Simpang Kiri, Rundeng, Sultan Daulat, Penanggalan dan Longkip. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perormans reproduksi sapi betina Aceh di kota Subulussalam sudah baik dan sesuai standar yang diharapkan, dimana umur pubertas terbanyak dapat dicapai pada umur 1-2 tahun, rata-rata nilai Service Per Conception adalah 1,5 pada sistem perkawinan secara IB dan Calving Interval 12,97 bulan

Aceh Cow Reproduction Performance in Subulussalam the Province of Aceh

Abstract. In an effort to increase the population of Aceh Cattle in Subulussalam city certainly not as easy as expected many problems faced by breeders in developing the population Aceh cattle. One of the problems faces is low reproduction efficiency in livestock. This low reproducibility effisiency can be caused by still low knowledge of breeder of importance of reproduction arrangement in the livestock business. This study aims to know the performance of Aceh cattle reproduction in Subulussalam city the Province of Aceh consist of 5 districts of the district of Simpang Kiri, Rundeng, Longkip, Penanggalan, and Sultan Daulat. The study was conducted for 1 month starting from 23 January to 23 February 2017. This research uses survey method. The location of this research is purposive (purposive sampling) with the consideration of the district that has the largest population of Aceh cattle in Subulussalam. Determination of breeder of respondent is by using method of Purposive Sampling, Namely taking samples with the minimum requirement of breeders to keep one Aceh cow that has been littered 2 (two) times. As the respondents set as many as 30 farmers are spread in 5 districts of Simpang Kiri, Rundeng,  Sultan Daulat, Penanggalan and Longkip. From the results of this study can be concluded that the performans reproduction of Aceh female cow in Subulussalam city is good and according to expected standard, that the age of most puberty can be achieved at age 1-2 years, The average value of Service Per Conception is 1.5 in the artificial Insemination marriage system, and Calving Interval 12.97 months


Keywords


performans reproduksi , Jarak Beranak; Reproductive performance, Service per Conception, Calving Interval

References


Abdullah, M.A.N. 2016. Sapi Aceh. Serambi Indonesia. 4 Juni 2016. Hal: 14.

Abdullah, M.A.N., Noor, R.R., Martojo, H., Solihin, D.D. dan Handiwirawan, E., 2007. Keragaman fenotipik sapi Aceh di Nanggroe Aceh Darussalam. J. Indon. Trop. Anim. Agric. 32 (1) : 11-21.

Abidin, Z. 2002. Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis Penggemukan Sapi Potong. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Apriyanti, C. 2009. Penampilan Reproduksi Sapi Simenthal Hasil Inseminasi Buatan Tahun 2006 dan 2007 di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman. Skripsi. Fakultas Peternakan Unversitas Andalas, Padang.

Astuti, M., W. Hardiosorbrota, dan L. Soekamto. 1983. Analisa Jarak Beranak Sapi Peranakan Ongole di Kecamatan Cangkringan. Daerah Istimewa Yogyakarta. Proc . Pertemuan Ilmiah Ruminansia Besar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor Cisarua, 6 - 9 Desember 1982.

Badan Pusat Statistik Daerah Kota Subulussalam. 2015. Kota Subulussalam dalam Angka. Kota Subulussalam.

Badan Pusat Statistik Daerah Kota Subulussalam, 2013. Profil Kota Subulusslam. Badan Pusat Statistik. Kota Subulussalam.

Ball, P. J. H and Peters, A. R. 2004. Reproduction In Cattle Third Edition. Blackwell Publishing. Victoria, Australia.

Bearden, H. J and J.W. Fuquay. 2004. Applied Animal Reproduction. 6 nd edition. Missisipi State University. Upper Saddle River. New Jersey.

Blakely, J. dan D. H. Bade. 1992. Ilmu Peternakan Edisi ke-4. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Brown, H.W. 1983. Dasar Parasitologi Klinis. Edisi Ketiga. PT. Gramedia Jakarta 165-222.

Darmadja, S. G. N. D. 1980. Setengah abad peternakan sapi tradisional dalam ekosistem pertanian di bali. Disertasi. Universitas Padjajaran. Bandung.

Departemen Pertanian. 2011. Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 2907/KPTS/OT.140/6/2011 Tentang Penetapan Rumpun Sapi Aceh. Deptan. Jakarta.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Subulussalam tahun 2016. Statistik Peternakan dan Perikanan Kota Subulussalam.Kota Subulussalam.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id