Pengaruh Konsentrasi Sperma Terhadap Daya Tetas dan Bobot Tetas DOC Ayam KAMARAS

Moulizar Moulizar, Aman Yaman, Muhammad Daud

Abstract


Abstrak. Turunan hasil persilangan antara ayam lokal, ayam ras petelur dan ayam arab dihasilkan Ayam KAMARAS (Kampung - Arab – Ras).   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap fertilitas, daya tetas, bobot tetas DOC ayam KAMARAS dan Sex rasio. Konsentrasi sperma  ini berguna untuk mengetahui perbandingan jantan dan betina yang paling efisien dalam suatu pemeliharaan. Sperma ditampung dan dicampur dari 3 ekor ayam KAMARAS jantan yang berumur sekitar 7 bulan. Sperma yang telah diketahui konsentrasinya kemudian dibagi menjadi 4 bagian dan masing-masing diencerkan dengan NaCl fisiologis sehingga diperoleh konsentrasi akhir yaitu 25x106/0,5 ml (dosis 1); 50x106/0,5 ml (dosis 2); dan 75x106/0,5 ml (dosis 3) dan 100x106/0,5 ml (dosis 4). 24 ekor ayam KAMARAS betina diinseminasi untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas dan bobot tetas ayam KAMARAS. Ayam betina yang digunakan adalah ayam KAMARAS yang berumur sekitar 7 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi sperma tidak berpengaruh nyata terhadap fertilitas telur namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan P0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), P1: 50x106/0,5 ml (100%), P2: 75x106/0,5 ml dan pada perlakuan P3 terendah 83,33% diantara 4 perlakuan konsentrasi sperma yang terbaik untuk menghasilkan fertilitas  yang tinggi yaitu konsentrasi 50x106/0,5 ml. Pengaruh konsentrasi sperma terhadap daya tetas tidak berpengaruh nyata namun disetiap perlakuan terdapat hasil yang berbeda-beda pada perlakuan P0: 25x106/0,5 ml tingkat fertilitas (100 %), P1: 50x106/0,5 ml (100%), P2 75x106/0,5 ml (100%) dan pada perlakuan P3 terendah (83,33%) dari setiap perlakuan konsentrasi sperma yang dapat meningkatkan daya tetas telur adalah pada konsentrasi 50x106/0,5 ml dengan tingkat daya tetas (100%). Pengaruh konsentrasi sperma terhadap bobot tetas DOC KAMARAS berpengaruh nyata terhadap bobot tetas DOC pada setiap perlakuan P0 25x106/0,5 (31,1 g/butir), P1: 50x106/0,5 ml (33 g/butir), P2: 75x106/0,5 ml (32,1 g/butir) dan pada perlakuan P3 100x106/0,5 ml bobot tetas DOC sebesar (33,3 g/butir),  pengaruh konsentrasi sperma terhadap sex rasio didapat hasil pada perlakuan 50x106/0,5 ml-75x106/0,5 ml menghasilkan sex rasio DOC betina lebih dominan (66,6-75%).

Effect of Sperm Concentration on Hatching Power and Hatching Weight of DAM Chicken KAMARASAbstract. Derivative results of crosses between local chickens, laying chicken and arab chicken produced Chicken KAMARAS (Kampung - Arab - Ras). This study aims to determine the effect of sperm concentration on fertility, hatchability, weight of DOC chicken KAMARAS and Sex ratio. This sperm concentration is useful for knowing the most efficient male and female ratio in a maintenance. Sperm was collected and mixed from 3 chickens KAMARAS male about 7 months old. The known sperm concentration is then divided into 4 parts and each diluted with physiological NaCl to obtain the final concentration of 25x106 / 0.5 ml (dose 1); 50x106 / 0.5 ml (dose 2); and 75x106 / 0.5 ml (dose 3) and 100x106 / 0,5 ml (dose 4). 24 chickens KAMARAS females inseminated to determine the effect of sperm concentration on hatchability and weight of hens chicken KAMARAS. The female chicken used is KAMARAS chicken which is about 7 months old.The results showed that sperm concentration treatment did not have significant effect on egg fertility but in each treatment there were different results on treatment of P0: 25x106 / 0,5 ml fertility rate (100%), P1: 50x106 / 0,5 ml (100% ), P2: 75x106 / 0.5 ml and at the lowest P3 treatment 83.33% among the 4 best sperm concentration treatment to produce high fertility ie concentration 50x106 / 0,5 ml. The effect of sperm concentration on hatchability was not significant but in each treatment there were different results on treatment of P0: 25x106 / 0,5 ml fertility rate (100%), P1: 50x106 / 0,5 ml (100%), P2 75x106 / 0.5 ml (100%) and at the lowest P3 treatment (83.33%) of each treatment of sperm concentration which can increase the hatchability of eggs at concentration 50x106 / 0,5 ml with hatchability level (100%). The influence of sperm concentration on DOC KAMARAS hatching weight significantly influenced the weight of DOC in each treatment P0 25x106 / 0,5 (31,1 g / grain), P1: 50x106 / 0,5 ml (33 g / grain), P2: 75x106 / 0,5 ml (32,1 g / grain) and at treatment of P3 100x106

/ 0,5 ml of DOC hight weight (33,3 g / grain), influence of sperm concentration to sex ratio obtained result at treatment 50x106 / 0, 5 ml-75x106 / 0.5 ml result in sex ratio of female DOC is more dominant (66,6-75%).


Keywords


Ayam ; KAMARAS, ; Konsentrasi ; Sperma ; Ayam ; Chicken; KAMARAS, ; Sperm ; Chicken; Concentration ;

References


Bakst, M. R. and J. P. Brillard. 2010. Mating and fertility. Dalam World Animal Science.

P. Hunton (ed.). Poultry Production vol. C9 Elsevier, Amsterdam. Pp. 271-282.

Bell, D.D. & W.D. Weaver. 2002. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Fifth

Edition (Section II). United States of America: Academic Publisher.

Bachari, I., I. Sembiring & D. S. Tarigan. 2006. Pengaruh frekuensi pemutaran telur

terhadap daya tetas dan bobot badan DOC ayam kampung. Jurnal Agribisnis Perternakan. Hal: 101-105.

Gunawan, H. 2001. Pengaruh bobot telur terhadap daya tetas serta hubungan antara bobot

telur dan bobot tetas itik Mojosari. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Garnida, D. 1998. Pengaruh umur induk dan frekuensi pengambilan telur tetas terhadap

daya tetas dan hasil penetasan. Majalah Ilmiah Universitas Padjajaran. 15: 54-61.

Lasmini, A., R. Abdelsamie, dan N.M. Parwati. 1992. Pengaruh Cara Penetasan

Terhadap Telur Itik Tegal dan Alabio. Pengolahan dan Komunikasi Hasil Penelitian Balai Penelitian Ternak. Ciawi, Bogor.

Nuryati. 2000. Sukses Menetaskan Telur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Noor, R.R. 2004. Genetika Ternak. Cetakan ke-4. Jakarta: Penebar Swadaya.

North, M.O. dam D.D Bell. 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4thEdition.

By Van Nestrod Rainhoul. Newyork.

Sartika, T dan S. Iskandar. 2005. Mengenal Plasma Ayam Indonesia dan Pemanfaatannya

KEPRAKS. Sukabumi.

Yousefi, M. & K. Karkodi. 2007. Effect of probiotic thepax® and Saccharomyces

cerevisiae supplementation on performance and egg quality of laying hens. Journal International Poultry Science 6: 52-54.

Yaman, M. A., Zulfan dan Dasrul 2004. Pengembangan Metode Seleksi Potensi Genetik dan Pendekatan Nutrisi untuk Menghasilkan Induk Ayam Buras Pedaging Unggul. Laporan Penelitian Hibah Kompetensi – Dikti. Jakarta Dellman HD, Brown EM. 1992. Buku Teks Histologi Veteriner. Ed ke-3. R. Hartono, penerjemah. Jakarta: Universitas Indonesia Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id