Kemandirian Petani Dalam Mengadopsi Varietas Benih Unggul Padi IPB 3S Di Gampong, Meunasah Pulo, Sawang, Aceh Utara

Kiki Andriyan, Elly Susanti, Agussabti Agusssabti

Abstract


Abstrak. Salah satu sasaran strategi pemberdayaan petani adalah penguatan kemandirian dalam proses pengambilan keputusan-keputusan yang berkaitan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraanya. Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kemandirian petani di Gampong Meunasah Pulo, Sawang, Aceh Utara terhadap adopsi varietas benih unggul padi IPB 3S dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas petani memiliki tingkat kemandirian yang tinggi baik secara emosional maupun rasional. Karakteristik dari benih unggulan baru yang diperkenalkan memiliki hubungan yang relatif kuat dan korelasi positif dengan tingkat kemandirian terutama dari sisi kesesuaian, keuntungan relatif, kemudahan dalam pengamatan dan tingkat kerumitannya. Disisi lain, keputusan individual memiliki hubungan dan korelasi yang positif terhadap kemandirian petani daripada keputusan kelompok dalam proses pengambilan keputusan. Sedangkan luas lahan, umur dan pengalaman petani tidak memiliki hubungan dan korelasi yang negatif terhadap tingkat kemandirian petani. Hal ini menunjukkan bahwa petani dalam hal mengadopsi benih unggul varietas IPB 3S di wilayah ini telah memiliki pilihan-pilihan yang tepat baik secara emosional maupun rasional untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan hidupnya.

Farmer’s Autonomy In Adopting A New Variety Of High-Yielding Rice Seeds IPB 3S At Gampong Meunasah Pulo, Sawang, Aceh Utara

Abstract. Farmer empowerment intervention addresses to strengthen the ability and autonomy on the process of decision making to improve productivity and their well-being. This paper aims to indentify the level of farmer’s autonomy and its contributing factors at Gampong Meunasah Pulo, Sawang, Aceh Utara. The finding of study shows that level of farmer’s autonomy towards adoption of new variety of high-yielding rice seeds IPB 3S is high both emotional and rational aspect. The characteristics of the new seeds introduced has strong and positive correlation to the level of autonomy, in terms of compatibility, relative advantage, observability and complexity. On the other hands, individual decision also positively correlates to the level of autonomy rather than group decision. While the land area, age and experience of farmer haven’t relationship and negative correlation towards farmer’s autonomy level. In this sense, the study shows that the farmer in this area has the capacity and capability to identify, to analyse, and to make choices and decision in adopting new introduced high-yielding rice seeds IPB 3S, from both emotional and rational aspects, to increase productivity and farmer’ well-being.


Keywords


kemandirian petani; adopsi inovasi; benih padi IPB 3S; farmer’s autonomy; adoption of innovation; IPB 3S rice seeds

Full Text:

PDF

References


Hasmoko, E.V. (2008). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja berdasarkan penerapan system pengembangan manajemen kinerja klinis (SPMKK) di Ruang Rawat Inap RS Panti Wilasa Citarum Semarang. Tesis Program Pasca Sarjana UNDIP. Semarang.

Kusuma, P.P. 2006. Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Bunga dan Hubungannya dengan Pendapatan. Skripsi. Fakultas Pertanian USU. Medan.

Riduwan. 2010. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Alfabeta. Bandung.

Sudjana. 2005. Metode Statistika Edisi Ke-6. Tarsito. Bandung.

Supriana, T. 2009. Analisis Usahatani. UI-Press. Jakarta.

Wicaksono, Y. 2006. Aplikasi Excel dalam Menganalisis Data. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id