Karakteristik Reproduksi Kerbau Betina Simeulue di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue

Sabri Rasid, Eka Meutia Sari, Mahyuddin Mahyuddin

Abstract


Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik reproduksi kerbau betina Simeulue yang dipelihara secara tradisional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue meliputi empat desa yaitu Desa Air Pinang, Kuala Makmur, Ganting dan Linggi yang berlangsung dari tanggal 20 Desember 2015 sampai 20 Januari 2016. Data karakteristik reproduksi sangat dibutuhkan untuk mengetahui tingkat kesuburan dari seekor betina.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 348 kerbau betina dari 40 orang  peternak. Sampel yang diperoleh dianalisis menggunakan table frekuensi dan persentase dengan bantuan sheet excel. Umur dewasa kelamin terbanyak 33 – 36 bulan 40,20%, umur pertama melahirkan 3 – 4 tahun 70, 10%, birahi pertama setelah melahirkan 6 – 9 bulan 70,10%, jarak beranak >12- 18 bulan, dan gangguan reproduksi sering di temukan distokia dan abortus. Karakteristik reproduksi kerbau betina di Kecamatan simeulue Kabupaten Simeulue masih dalam kondisi baik. 

 

Reproductive Characteristics Of Female Buffalo Simeulue, Simeulue Timur sub-district, district of Simeulue

Abstract. This study was conducted to determine the reproductive characteristics of female buffalo Simeulue reared traditionally. This research was conducted in the Eastern District of Simeulue, Simeulue District includes four villages namely Air Pinang, Kuala Makmur, Ganting and Linggi which was held on December 20, 2015 to January 20, 2016. The reproduction characteristics data is needed to determine the level of fertility of a female buffalo. The sample used in this study were 348 female buffalo and 40 farmers. Samples were analyzed using frequency tables and percentages with the help sheet excel.Adulthood sex female buffalo 33-36 months 40.20%, age at first childbirth 3-4 years 70, 10%, first estrus postpartum 6-9 months 70.10%, lambing distance> 12 to 18 months, and reproductive disorders frequently found distokia and abortion. Reproductive characteristics of female buffalo in the district of Simeulue, are still in good condition.


Keywords


kerbau betina, karakteristik reproduksi, tingkat kesuburan, female buffalo, reproductive characteristics, fertility rate

Full Text:

PDF

References


Ditjennak. (2009). Direktorat Kesehatan Hewan. Diakses pada 15 Februari, 2012, dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

Hafez, E.S.E. 2000. Reproduktion in Farm Animals, philadelphia.

Kusnadi, U. 2004. Kontribusi Ternak Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani diLahan Marginal Kabupaten Tanggerang, Pravinsi Banten. J.Pembangunan Peternakan Tropis.Special Edition Oktober 2004.

Toelihere, M. R,, 1981. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung

Suhubdy. 2007. Strategi penyediaan pakan untuk pengembangan usaha ternak kerbau. Wartazoa. Vol 17 (1):1-11

Sudarisman, 1993.Studi Epidemiologi dan Isolasi Agen Penyakit infectious bovine rhinotracheitis pada Sapi Perah di Indonesia Laporan Hasil Penelitian 1992 – 1993.Balai Penelitian Veteriner Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Phone:+62-
Email:jimfp@unsyiah.ac.id