FORMULASI ANTISEPTIK TANGAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) DENGAN BAHAN PENSTABIL TEA (Trietanolamin)

Samantha Samantha, Yusya' Abubakar, Yuliani Aisyah

Abstract


Abstrak: Antiseptik adalah suatu senyawa kimia yang biasanya digunakan untuk menghambat maupun membunuh pertumbuhan mikroorganisme. Tanaman sirih merupakan salah satu tanaman yang mempunyai kandungan zat aktif yang dapat memberi efek antibakterial. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis fisik, kimia dan sifat mikrobiologis. Formulasi gel antiseptik terbaik terdapat pada ekstrak daun sirih 25% dan TEA 0,75% (K1P2). Hasil pengujian terhadap sifat pH gel antiseptik menunjukkan bahwa pH gel antiseptik yang dihasilkan sesuai dengan SNI No. 4075-2:2017. Nilai viskositas gel antiseptik tertinggi diperoleh dari interaksi konsentrasi ekstrak daun sirih 35% dan konsentrasi TEA 1% yaitu 2551,07 cP. Seluruh formulasi gel antiseptik menunjukkan susunan yang homogen dan tidak terdapat butiran-butiran kasar. Hasil penilaian uji deskripsi pada perlakuan terbaik K1P2 menunjukkan warna kuning skala sangat kuat, aroma daun sirih skala sangat lemah, tekstur gel skala netral dan tekstur tidak lengket skala netral. Gel antiseptik ekstrak daun sirih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan bakteri E. coli.

Formulation Of Hand Antiseptic Gel from Betel Leaf (Piper Betle L.) Extract with the Addition of Triethanolamine (TEA) Stabilizer

Abstract: Antiseptics are chemical compounds that are usually used to inhibit or kill the growth of microorganisms. Betel plant is one of the plants that contain active substances that can have an antibacterial effect. The analysis carried out in this study includes the analysis of physical, chemical and microbiological properties. The best antiseptic gel formulation was found in 25% betel leaf extract and 0.75% TEA (K1P2). The test results on the pH properties of the antiseptic gel showed that the pH of the antiseptic gel produced was in accordance with SNI No. 4075-2:2017. The highest antiseptic gel viscosity value was obtained from the interaction of 35% betel leaf extract concentration and 1% TEA concentration, which was 2551.07 cP. All antiseptic gel formulations showed a homogeneous composition and there were no coarse grains. The results of the description test assessment on the best treatment K1P2 showed a very strong yellow color scale, a very weak scale of betel leaf aroma, a neutral scale gel texture and a neutral scale non-sticky texture. Betel leaf extract antiseptic gel has antibacterial activity against S. aureus and E. coli bacteria.


Keywords


Gel antiseptik, daun sirih, TEA (Trietanolamin); Antiseptic gel, betel leaf, Triethanolamine (TEA)

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Anggreini, C. K., & Asngad, A. (2018). Hand Sanitizer Dalam Bentuk Gel Dari Daun Serai Dengan Penambahan Alkohol Dan Triklo. Seminar Nasional Pendidikan Biologi Dan Saintek Iii, 126–130.

Angnes, Y. (2016). Pengaruh Karbopol 940 dan Gliserin dalam Formulasi Gel Hand Sanitizer Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau (Piper betle Linn) Terhadap Sifat Fisik, Stabilitas Fisik dan Aktivitas Antibakteri Terhadap Escherichia coli. 1–96.

Ayu Kartika Putri, Quinne Eannatum Satwika, Yanti Sulistyana, Z. A. (2019). Studi Morfologi Piper betle L. dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-Hari.

Kusuma, M., Susilorini, T., & Surjowardojo, P. (2017). Pengaruh Lama Dan Suhu Penyimpanan Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle Linn) Dengan Aquades Terhadap Daya Hambat Bakteri Streptococcus Agalactiae Penyebab Mastitis Pada Sapi Perah. Ternak Tapioka Journal of Tropical Animal Production, 18(2), 14–21.

Lukman, A., Susanti, E., dan Oktaviana, R. (2013). Formulasi Sediaan Gel Minyak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmanii BI) sebagai Sediaan Antinyamuk. Jurnal Penelitian Indonesia, 1(1), 24–29.

Mentari, G. (2015). Pengaruh Karbopol 940 dan Sorbitol dalam Formulasi Gel Hand Sanitizer Minyak Daun Sirih Hijau (Oleum Piper betle L.) dan Uji Aktivitas Antibakteri.

Muhlisan, F. (2007). Tanaman Obat Keluarga (Toga). Journal of Linguistics.

Nurwaini, S., & Saputri, I. D. (2018). Pengujian Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain). Talenta Conference Series: Tropical Medicine (TM), 1(3), 078–085.

Rukmana, W. (2017). Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Salep Antifungi Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L.). Skrip, 87(1,2), 149–200.

Salni, S., Marisa, H., & Mukti, R. (2011). Isolasi Senyawa Antibakteri Dari Daun Jengkol (Pithecolobium lobatum Benth) dan Penentuan Nilai KHM-nya. Jurnal Penelitian Sains, 14(1), 168193.

Sari, R. G. (2017). Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri dari Sediaan Gel Hand Sanitizer Ekstrak Daun Belimbing Wuluh ( Averrhoa bilimbi L .) Terhadap Bakteri Escherichia Coli dan Staphylococcus Aureus. USU.

Sari, R., & Isadiartuti, D. (2006). Studi Efektivitas Sediaan Gel Antiseptik Tangan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn.). Majalah Farmasi Indonesia, 17(4), 163–169.

Simatupang, E. J. (2018). Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Etanol Daun Jambu Air (Syzygium aqueum (Burm. F.) Alston).

Susanto, D., S. dan R. R. (2012). Studi Kandungan Bahan Aktif Tumbuhan Meranti Merah (Shorea leprosula Miq) sebagai Sumber Senyawa Antibakteri. Mulawarmnan Scientifie, 11 (2), 181–190.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i4.18366

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id