Pengaruh Dosis Mikoriza Gigaspora sp dan Varietas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.)

Fahmi Hamdani Rumapea, Erita Hayati, Trisda Kurniawan

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikoriza Gigaspora sp dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari bulan Maret sampai April 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) model faktorial 4x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah dosis mikoriza Gigaspora sp yang terdiri atas 4 jenis yaitu 0, 5, 10, dan 15 g/tanaman. Faktor selanjutnya ialah varietas yang terdiri atas 3 jenis yaitu Lucky Five, Greennie, dan Carmine Splendor. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, kemudian terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dosis mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 45 HST, jumlah cabang umur 45 HST, jumlah buah per tanaman, panjang buah, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang umur 15 dan 30 HST, diameter buah, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman. Perlakuan dosis mikoriza 15 g/tanaman secara umum menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra yang terbaik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa varietas berpengaruh nyata dengan jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman. Varietas Carmine Splendor secara umum cukup baik pada parameter pertumbuhan dan hasil. Terdapat interaksi yang sangat nyata antar dosis mikoriza dan varietas terhadap jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman, namun tidak nyata dengan parameter lainnya. Kombinasi terbaik diperoleh pada dosis mikoriza 15 g/tanaman dengan varietas Carmine Splendor.


Effect of Mycorrhizal Gigaspora sp Dossages and Varieties on Growth and Yield of Ochro (Abelmoschus esculentus L.) Plants


Abstract.The objective of this research is to see how different doses of mycorrhizal Gigaspora sp and varieties affect the growth and yield of okra plants, and how they interact. From March to April 2021, this research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. A 4x3 factorial randomized block design (RAK) with three replications was employed in this research. The dose of mycorrhizal Gigaspora sp researched, which was classified into four levels: 0, 5, 10, and 15 g/plant. The second factor is the variety of options, which includes three levels: Lucky Five, Greennie, and Carmine Splendor.There were 36 experimental units and there were 12 treatment combinations with three replications. Plant height at 45 DAP, number of branches at 45 DAP, number of fruits per plant, fruit length, canopy wet weight, crown dry weight, and root dry weight were all found to be significantly affected by mycorrhizal dosage. The number of branches aged 15 and 30 DAP, fruit diameter, fruit weight per fruit, and fruit weight per plant were all significantly influenced. Okra plants grew and yielded better after receiving a 15 g/plant mycorrhizal dosage treatment. The quantity of fruits per plant, fruit weight per fruit, and fruit weight per plant were all significantly affected by the variety. In terms of growth and yield characteristics, the Carmine Splendor variety performed admirably. On the quantity of fruits per plant and fruit weight per plant, there was a highly significant interaction between mycorrhizal dosage and variety, but not on the other parameters. With the cultivar Carmine Splendor, the optimal combination was obtained at a mycorrhizal dose of 15 g/plant.


Keywords


Okra; Dosis Mikoriza; Varietas; Ochro; Mycorrhizal Dose; Variety

Full Text:

PDF

References


Anas, I. 1997. Bioteknologi Tanah. Laboratorium Biologi Tanah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Arifiana, N. B., Soeparjono, S., dan Avivi, S. 2020. Peningkatan Produksi dan Kualitas Benih Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) menggunakan Aplikasi Fosfor dan GA3.

Benchasri, S. 2012. Okra. Departmen of Agriculture Malaysia, Malaysia. 49(1): 105-112.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). 2016. Budidaya okra dan kelor didalam pot. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

Ichsan, M. C., Santoso, I., dan Oktarina, O. 2016. Uji Efektivitas Waktu Aplikasi Bahan Organik dan Dosis Pupuk Sp-36 dalam Meningkatkan Produksi Okra (Abelmoschus esculentus). Agritop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 14(2).

Delvian. 2005. Respon Pertumbuhan dan Perkembangan Cendawan Mikoriza Arbuskula. USU Repository. Medan.

Fadli, Muhammad. Tanjung. 2020. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Hayati Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Nilam (Pogestemon cablin Benth.) pada Tanah Entisol. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Febrianti, M., Rosita, S., dan T. Irmansyah. 2019. Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) dengan Pemberian Kompos Eceng Gondok. Jurnal Online Agroekoteknologi. 7(1): 106-116.

Haris, A., dan Adnan, A. M. 2000. Mikoriza dan Manfaatnya. Balai Penelitian Tanaman Serelia. Prosiding Seminar Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEI dan PFI XVI Komda Sul-Sel.

Harlis., Murni, P., dan Fitria, A. B. 2008. Pengaruh Jenis dan Dosis Cendawa Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan Cabai (Capsicum annum L.) pada Tanah Ultisol. Jurnal Biospecies. 1(2): 59-62.

Khodafi, A. Z. 2016. Pengaruh Jenis Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil beberapa Varietas Cabai pada Tanah Andisol. Skripsi. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Lukman, A. A. 2016. Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Urea pada beberapa Galur terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Okra (Abelmoschus esculentus L.). Skripsi. Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Jember. Jember.

Manik, A. E. S., Melati, M., Kurniawati, A., Faridah, A. N. 2019. Hasil dan Kualitas Okra (Abelmoschus esculentus L.) Merah dan Okra Hijau dengan Jenis Pupuk yang Berbeda. Jurnal Agronomi Indonesia. 47(1): 68-75.

Nadira, S., Hatidjah,B., Dan Nuraeni. 2009. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) pada Perlakuan Pupuk Dekaform dan Defoliasi. Jurnal Agrisains. 10(1): 10-15.

Nurmasyitah., Syafruddin., dan Sayuthi, M. 2013. Pengaruh Jenis Tanah dan Dosis Fungi Mikoriza Arbuskular pada Tanaman Kedelai terhadap Sifat Kimia Tanah. Jurnal Agrista. 17(3): 103-110.

Prasasti, O. H. K., Purwani, I., dan Nurhatika, S. 2013. Pengaruh Mikoriza Glomus fasciculatum terhadap Pertumbuhan Vegetatif Kacang Tanah yang Terinfeksi Patogen Sclerotium rolfsii. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2(2): 74-78.

Prajnanta, F. 2004. Pemeliharaaan Tanaman Budidaya Secara Intensif dan Kiat Sukses Beragribisnis. Penebar Swadaya. Bogor.

Prayudyaningsih, R., dan Tikupadang, H. 2008. Percepatan Pertumbuhan Tanaman Bitti (Vitex Cofasuss Reinw) dengan Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Balai Penelitian Kehutanan. Makassar.

Puspitasari, D., Purwani, K. I., dan Muhibbudin, A. 2012. Eksplorasi Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM) Indigenous pada Lahan Jagung di Desa Torjun, Sampang Madura. Jurnal Sains dan Seni ITS. 1(1): 19-22.

Sutjahjo, S. H., Herison, C., Sulastrini, I., dan Marwiyah, S. 2015. Pendugaan Keragaman Genetik Beberapa Karakter Pertumbuhan dan Hasil pada 30 Genotipe Tomat Lokal. Jurnal Hortikultura Indonesia. 25(4): 304-310.

Santi, T. K. 2006. Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycoprsicum esculentum Mill). Jurnal Ilmiah Progresif. 3(9): 41-49.

Sampurno., Elsie., Riana O. 2010. Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) pada Beberapa Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). SAGU. 9(1): 28-37.

Setiadi, Y. 1999. Status Penelitian dan Pemanfaatan Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Rhizobium untuk Merehabilitasi Lahan Terdegradasi. Seminar Nasional Mikoriza. Bogor.

Sulistiyowati. 2013. Kompatibilitas Tanaman Tomat dan Cabai dengan Kombinasi Pupuk Organik dan Hayati (Cendawan Mikoriza Arbuskular). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah. Surakarta.

Susanti, D. 2006. Studi Penggunaan Asam Gibrelat untuk Meningkatkan Kualitas Polong Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.). Thesis. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Sutarya, R., dan Grubben, G. 1995. Pedoman Bertanam Sayuran Dataran Rendah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Sitompul, S. M., dan Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Syafruddin. Syakur and Arabia, T. 2016. Propagation Tecniques of Mycorrhizal Biofertiliser with Different Types of Mycorrhizal Inoculants and Host Plant in Entisol Aceh. Int. J. Agric. Res, 11(2): 69-76.

Siverding, E. 1991. Vesikuler Arbuscular Mycorrizha Management in Tropical Agrosystem. Deutche gessellschaft fur Tenosche Zummernourheit (GTZ) Gmbh. Federal Republic Germany.

Zulaikha, S. 2006. Serapan Fosfat dan Respon Tanaman Tomat terhadap Mikoriza dan Pupuk Fosfat terhadap Tanah Ultisol. Jurnal Bioshenia. 3(2): 83-92




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i4.18336

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id