Distribusi Spasial Lauraceae Di Hutan Arul Relem Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh

Cici Ariska A, Essy Harnelly, Muhammad Rusdi

Abstract


Abstrak. Hutan Arul Relem merupakan hutan lindung yang terdapat di Kecamatan Pining yang masih menyimpan keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna, salah satu keanekaragaman yang terdapat di hutan Arul Relem adalah suku Lauraceae. Suku Lauraceae merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki kualitas kayu yang bagus dan nilai ekonomi yang cukup penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis suku Lauraceae dan memetakan keberadaan suku Lauraceae di hutan Arul Relem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode garis berpetak yang dibuat sebanyak 4 transek dan 20 plot. Di mana panjang setiap transek 180 m, dan setiap transek dibuat 5 petak ukur yang berukuran 20x20 m dengan jarak antar petak 20 m, dan pada setiap petak ukur dibuat sub-sub petak berdasarkan strata pertumbuhan. Berdasarkan hasil pengamatan di hutan Arul Relem terdapat 10 jenis suku Lauraceae yang berasal dari 5 genus yaitu genus Actinodapne, Litsea, Beilcsmiedia, Cinnamomum, dan Phoebe, dengan jumlah individu sebanyak 93 individu yang terdiri dari 30 individu pada strata pohon, 17 individu tiang, 12 individu pada strata pancang, dan 34 individu strata semai. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah jenis Actinodaphne nitida yaitu sebanyak 19 individu dan strata pertumbuhan yang paling banyak ditemukan adalah strata semai. Suku Lauraceae tersebar pada beberapa ketinggian yaitu pada ketinggian 500 mdpl terdapat 31 individu suku Lauraceae, pada ketinggian 520 mdpl terdapat 38 individu,  pada ketinggian 550 mdpl terdapat 17 individu, dan pada ketinggian 575 terdapat 4 individu. Tingkatan yang paling dominan ditemukan pada setiap ketinggian adalah strata semai dan jenis yang paling dominan ditemukan adalah jenis Actinodaphne nitida, Actinodaphne glabra, dan Litsea sp.

Abstract. Arul Relem Forest is a protected forest located in Pining District which still stores biodiversity both flora and fauna, one of the diversity found in Arul Relem forest is the Lauraceae tribe. The Lauraceae are a group of plants that have good wood quality and significant economic value. The purpose of this study was to identify the species of the Lauraceae tribe and to map the presence of the Lauraceae tribe in the Arul Relem forest. The method used in this research is the checkered line method which consists of 4 transects and 20 plots. Where the length of each transect is 180 m, and each transect is made 5 plots measuring 20x20 m with a distance between plots of 20 m, and in each measuring plot, sub-plots are made based on growth strata. Based on observations in the Arul Relem forest, there are 10 species of the Lauraceae family originating from 5 genera, namely the genus Actinodapne, Litsea, Beilcsmiedia, Cinnamomum, and Phoebe, with a total of 93 individuals consisting of 30 individuals in tree strata, 17 pole individuals, 12 individuals in the sapling strata, and 34 individuals in the seedling strata. The most common type found was Actinodaphne nitida, which was 19 individuals and the most common growth strata was the seedling strata. The Lauraceae tribe is spread over several altitudes, namely at an altitude of 500 meters above sea level there are 31 individuals of the Lauraceae tribe, at an altitude of 520 meters above sea level there are 38 individuals, at an altitude of 550 meters above sea level there are 17 individuals, and at an altitude of 575 there are 4 individuals. The most dominant level found at each altitude was the seedling strata and the most dominant species found were Actinodaphne nitida, Actinodaphne glabra, and Litsea sp.

 


Keywords


Keanekaragaman, Famili Lauraceae, Hutan Arul Relem

Full Text:

PDF

References


Anitha, K., Joseph, S., Chandran, R. J., Ramasamy, E. V., & Prasad, S. N. (2010). Tree species diversity and community composition in a human-dominated tropical forest of Western Ghats biodiversity hotspot, India. Ecological Complexity, 7(2), 217-224.

Auliah, N. L. (2018). Analisis Jenis Pohon Pakan dan Kandungan Nutrisi Buah Sumber Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Bapeda Kabupaten Gayo Lues 2019. Gayo Lues dalam angka 2019. Bappeda Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Ewusie,J,Y.1990. Ekologi Tropika. Bandung: Penerbit ITB.hlm.249-267.

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Yayasan Wanajaya, 1209-1210

Kurniawan, A. Parikesit. 2008. Persebaran jenis pohon di sepanjang faktor lingkungan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Biodiversitas, 9(4), 275-279.

Kuswandi, R., Sadono, R., Supriyatno, N., & Marsono, D. (2015). Keanekaragaman struktur tegakan hutan alam bekas tebangan berdasarkan biogeografi di Papua (Diversity of stand structure in logged-over forest based on Papua biogeography). Journal of People and Environment, 22(2), 151-159.

RPJPD, 2015. Bapeda.gayolueskab.go.id.Gambaran umum kondisi kabupaten Gayo Lues diakses tanggal 20 November 2020.

Ruqayah, Rahayu M, Mulyadi, Rahajoe S J. 2017. Keanekaragaman Ekosistem Flora dan Fauna Pulau Wawonii. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tamin, R. P., Ulfa, M., & Saleh, Z. (2018). Keanekaragaman Anggota Famili Lauraceae di Taman Hutan Kota M. Sabki Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi| JIITUJ|, 2(2), 128-134.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i4.18210

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id