Efektivitas Fermentasi Susu Kambing Menggunakan Bakteri Lactobacillus rhamnosus dengan Penambahan Jus Buah Bit (Beta vulgaris L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Patogen Usus

Linda Yanti Hutasuhut, Zuraida Hanum, Yurliasni Yurliasni

Abstract


Bit merupakan tanaman berbentuk akar mirip umbi-umbian. Bit sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai tambahan dalam bahan pangan karena mengandung antioksidan tinggi, vitamin C yang tinggi serta memiliki senyawa antibakteri yang mampu menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kemampuan susu kambing fermentasi menggunakan L. rhamnosus dan penambahan jus bit dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen usus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 (lima) perlakuan yaitu P0 = Kontrol, P1 = 2% jus bit, P2 = 4% jus bit, P3 = 6% jus bit, dan P4 = 8% jus bit dengan 4 (empat) kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance), jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan jus bit dengan persentase berbeda pada susu kambing fermentasi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kemampuan susu fermentasi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kemampuan susu fermentasi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

The Effectiveness Fermentation of Goat’s Milk Using Lactobacillus rhamnosus Bacteria with Addition of Beetroot Juice (Beta vulgaris L.) In Inhibiting The Growth of Intestinal Pathogenic Bacteria

Beetroot is a root-shaped plant similar to tubers. Beetroot is very useful to be used as an addition in food ingredients because of its content such as high antioxidants, high vitamin C and has antibacterial compounds that are able to inhibit the growth activity of gram-positive bacteria and gram-negative bacteria. The purpose of this study is to find out the effectiveness of fermented goat milk capabilities using L. rhamnosus and the addition of beet juice in inhibiting the growth of pathogenic gut bacteria. This study used a Complete Randomized Design (RAL) consisting of 5 (five) treatments namely P0 = Control, P1 = 2% beet juice, P2 = 4% beet juice, P3 = 6% beet juice, and P4 = 8% beet juice with 4 (four) times the replay. The data obtained was analyzed using ANOVA (Analysis of Variance), if there are noticeable differences then continued with Duncan's multiple distance test. The results showed that the addition of beet juice with a different percentage in fermented goat milk had no real effect (P>0.05) on the ability of fermented milk to inhibit the growth of Salmonella typhi bacteria but had a very real effect (P<0.01) on the ability of fermented milk to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria.


Keywords


Susu kambing fermentasi; Lactobacillus rhamnosus; jus bit; Escherichia coli; Salmonella typhi; Fermented goat's milk; Lactobacillus rhamnosus; beet juice; Escherichia coli; Salmonella typhi

Full Text:

PDF

References


Agusmansyah, S. 2017. Uji efektifitas pengaruh ekstrak etanol daun tua sirsak pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Skripsi. Universitas Lampung, Lampung.

Bell, C., dan A. Kyriakides. 2002. Salmonella. Dalam Blackburn dan Mc Clure (eds). Foodborne patogens: Hazard, risk analysis and control. Woodhead Publishing Ltd, Cambridge.

Brooks, G.F., Butel, J.S., Ornston, L.N. 2008. Jawetz, Melnick dan Adelberg Mikrobiologi Kedokteran (terjemahan). Buku Kedokteran EGC, Jakarta. 627-9.

Brooks, G.F., J. S. Butel, and S. A. Morse. 2004. Jawetz, Melnick, dan Adelberg Mikrobiologi Kedokteran. 23rd ed. McGraw-Hill Companies Inc, New York. 623-651.

Canadanovic-Brunet, M. J., S. S. Savatovic, S. G. Cetkovic, J. J. Vulic, M. S. Djilas, L. S. Markov, and D. D. Cvtkovic. 2011. Antioxidant and antimicrobial activities of beetroot pomace extract. Czech J. Food Sci. 29 (6): 575-585.

Hartanti, A. W. 2007. Seleksi Bakteri Asam Laktat yang Berpotensi sebagai Probiotik dari Isolat Air Susu Ibu. Skripsi. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Bogor.

Ismail, D. 2012. Uji Bakteri Escherichia coli Pada Minuman Susu Kedelai Bermerek dan Tanpa merek di kota surakarta. Naskah publikasi, Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Karlina CY, M. Ibrahim, G. Trimulyono. 2013. Aktivitas antibakteri ekstrak herba krokot (Potulaca oleracea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Lentera Bio. 2(1):87–93.

Litbang pertanian. 2017. Teknologi pengolahan dan pengemasan sari buah belimbing. http://jakarta.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/44-belimbing/30-teknologi-pengolahan-dan-pengemasan-sari-buah-belimbing.html. Diakses tanggal 19 Juni 2021.

Pelczar, M. J. dan Chan, E. C. S. 2005. Dasar-dasar Mikrobiologi 1. UI Press, Jakarta.

Ruhama, E., H. Chairunnisa, H. A. W. Lengkey. 2016. Pengaruh tingkat penggunaan bit (Beta vulgaris L.) terhadap toatal bakteri asam laktat, pH dan nilai kesukaan set yogurt. Jurnal Peternakan Universitas Padjadjaran.

Sanjaya, T. A., dan E. Apriliana. 2013. Deteksi Escherichia colipada jajanan cendol yang dijual di pasar tradisional kota Bandar Lampung. Medical Journal of Lampung University, Lampung. ISSN 2337-3776.

Steel, C. J. dan J.H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistik. PT. Gramedia, Jakarta

Suryawiria, U. 1978. Mikroba Lingkungan. Ed. ke- 2. ITB, Bandung.

Susanto, Y., Ira, N., dan Netty, K. 2014. Pengaruh variasi proporsi sari bit merah dan susu UHT terhadap sifat fisikokimia, mikrobiologis dan sensoris yoghurt. Jurnal teknologi pangan dan gizi Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya. 13(1): 34-39.

Talaro KP. 2008.Foundation in Microbiology: Basic PrinciplesSixth Edition. Mc Graw Hill. New York.

Uni, I. A. S. M. 2012. Isolasi Bakteri Asam Laktat Penghidrolisis Garam Empedu dari Feses Bayi dan Uji Ketahanan Terhadap pH Rendah untuk Pengembangan Probiotik. Skripsi. Jurusan Biologi FMIPA UNUD, Denpasar.

Waluyo, L. 2007. Uji Antimikroba Fraksi Metanol dan Dietil Eter Daun Tanaman Kesum (Polygonum minus). Publikasi, Agripura.

WHO (World Health Organization). 2014. The Top 10 causes of death. World Health Organization. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs310/en/#. Diakses tanggal: 15 Juli 2020.

Wibawanto, N. R., K. A. Victoria, dan P. Rika. 2014. Produksi Serbuk Pewarna Alami Bit Merah (Beta vulgaris L.) dengan Metode Oven Drying. Universitas Katolik Soegija Pranata, Semarang.

Widyasanti A, Siti H, Dadan R. 2015. Aktivitas antibakteri ekstrak teh putih terhadap bakteri Gram positif dan negatif. Jurnal Penelitian Teh dan Kina. 18(1): 55- 60.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i4.17607

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id