Aktivitas Antioksidan, Kadar Vitamin C dan Derajat Keasaman pada Susu Kambing Fermentasi dengan Menggunakan Lactobacillus rhamnosus dan Penambahan Jus Buah Bit (Beta Vulgaris L).

Putri Putri, Yurliasni Yurliasni, Zuraida Hanum

Abstract


Abstrak. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar vitamin C dan nilai pH susu kambing fermentasi dengan menggunakan Lactobacillus rhamnosus dan penambahan jus buah bit (Beta vulgaris L). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari: P0: (kontrol) 0% jus buah bit, P1: 2% jus buah bit, P2 :4% jus buah bit, P3: 6% jus buah bit, P4: 8% jus buah bit. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah uji pH, uji kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susu kambing fermentasi menggunakan Lactobacillus rhamnosus dan penambahan jus buah bit berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH, dan pada aktivitas antioksidan menunjukkan dengan penambahan jus buah bit mampu meningkatkan golongan aktivitas antioksidan (IC50) susu kambing fermentasi dari golongan antioksidan sedang menjadi golongan antioksidan kuat. Sedangkan pada hasil uji kadar vitamin C menunjukkan bahwa penambahan jus buah bit tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar vitamin C susu kambing fermentasi.

 

  Milk Using Lactobacillus rhamnosus and Addition of Beetroot Juice (Beta vulgaris L)

 

Abstract. This study aims to determine the antioxidant activity, vitamin C content and pH value of fermentes goat milk using Lactobacillus rhamnosus and the addition of fruit juice beet (Beta vulgaris L). The design used completely Randomized (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications so that the obtained 20 units. The treatment consists of: P0: (control) 0% juice fruit bits, P1: 2% fruit juice beets, P2 :4% fruit juice beets, P3: S4% fruit juice beets, P4: 8% fruit juice bits. The parameters measured were pH, the levels of vitamin C and IC50 of antioxidant activity. The results showed that goat milk fermented using Lactobacillus rhamnosus and the addition of Beets fruit juice very significantly (P<0.01) effect very significant effect (P<0.01) on pH value, on the antioxidant activity showed that with the addition of fruit juice beet able to increase the class of antioxidant activity (IC50) of goat milk fermented from the class of antioxidants becoming a group of powerful antioxidants. While on the test results the levels of vitamin C showed that the addition of fruit juice the beets do not significantly effect (P>0.05) on the levels of vitamin C.

Keywords


Susu Kambing ; Goat’s milk; Buah bit (Beta vulgaris L); Fruit beet (Beta vulgaris L; Lactobacillus rhamnosus; Lactobacillus rhamnosus; Kualitas susu kambing fermentasi ; Quality of goat milk fermented

Full Text:

PDF

References


Abubakar, M.A.S., Z, Hassan, M., Muftah, A., Imdakim dan Sharifah, N.R.S.A. 2012. Antioxidant activity of lactic acid bacteria (LAB) fermented skim milk as determined by 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) and ferrous chelating activity (FCA). African Journal of Microbiology Research 6 (34): 6358-6364.

Ahmad, R., Munim, A dan Elya, B. 2012. Study of antioxidant activity withreduction of free radical DPPH andxanthine oxidase inhibitor of the extractRuellia tuberosa Linn Leaf. International Research Journal of Pharmacy. 3(11).

Andersen, Q.M. dan Markham, K.R. 2006. Flavonoid : Chemistry, Biochemistry and aplication. CRC Press. USA. 2-11.

Bahar, B. 2008. Minuman Susu Fermentasi dengan Segudang Khasiat untuk Kesehatan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Cakrawati, Dewi. 2012. Bahan Pangan, Gizi, dan Kesehatan. Alfabeta, Bandung.

Direktorat Gizi Depkes RI.2005. Daftar komposisi bahan makanan. Jakarta: Departemen Kesehatan, Jakarta.

Farnworth E. 2005. Kefir A Complex Probiotic.Food Science and Technology Bulletin. Functional Foods.2(1): 1-17

Forestier, C., C. De Champs, C., Vatoux, C dan Joly, B. 2001. Probiotic activities of Lactobacillus casei rhamnosus: in vitro adherenceto intestinal cells and antimicrobial properties. Res. Microbiol 152. 167–173.

Hadiwiyoto, S. 1994. Teori dan Prosedur Pengujian Mutu Susu Dan Hasil Olahannya. Liberty, Yogyakarta.

Hembing. 2008. Ramuan herbal penurun kolesterol. niaga swadaya, Jakarta.

James. 2005. Modern Food Microbiology. Cahoman and Hall Book, New York.

Jonathan, S. 2009. Statistik itu mudah, panduan lengkap untuk belajar komputasi statistic menggunakan SPSS 16. Univesitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Khairina, D. 2008. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi. FKM UI Prees, Jakarta.

Lindmark M., dan H. Akesson, B. 2000. Antioxidative factors in milk. Br. J. Nutr. 84:103-110.

Moelijanto., Damayanti, R. dan Bernadius. 2002. Khasiat dan Manfaat Susu Kambing. Agromedia, Jakarta.

Molyneux, P. 2004. The use of DPPH for estimating antioxidant activity. Journal of Science and Technology. 26 (2): 211-219.

Mukherjee. 2014. An approach towards optimization of the extraction of polyphenolic antioxidants from ginger (Zingiber officinale). J Food Sci Techno. 51(11):3301–3308

Mutiara, S., Kusumo, E dan Supartono, S. 2016. Identifikasi betasianin dan uji antioksidan ekstrak buah bit merah (Beta vulgaris L). Indonesian Journal of Chemical Science, 5(3), 217-220.

Mutiara, W. dan Heni P. 2013. Efektivitas ekstrak buah Beta vulgaris L. (Buah Bit) dengan berbagai fraksi pelarut terhadap mortalitas Larva aedes Aegypti. Loka Penelitian dan Pengembangan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2). Ciamis

Napitupulu, N. R., A Kanti, T., Yulinery., Hardiningsih, R dan Julistiono, H. 1997. DNA plasmid Lactobaccilusasal makanan fermentasi tradisional bioteknologi pagan, Jurnal mikrobiologi tropis. 1: 91-196.

Pasca, F. P., Nurwantoro, N dan Pramono, Y. B. 2016. Total bakteri asam laktat, kadar asam laktat, dan warna yogurt drink dengan penambahan ekstrak bit (Beta vulgaris L.). Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(4).

Pertiwi, M. F dan Susanto, W.H. 2014. Pengaruh proporsi (Buah: Sukrosa) dan

Lama Osmosis Terhadap Kualitas Sari Buah Stroberi (Fragaria vesca L.). Jurnal Pangan dan Agroindustri 2(2):82-90.

Pihlanto, A. 2006. Antioxidative peptides derived from milk proteins. International Dairy Journal. 16:1306–1314.

Pradana, A. S., Srijuliani, E dan Risnantoko. 2018. Karakteristik kimia dan organoleptik yoghurt tempe dengan penambahan ekstrak buah bit (beta vulgaris L). In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian. 1-1.

Purwaningsih, S. 2012. Aktivitas antioksidan dan komposisi kimia keong matah merah (Cerithidea obtuse). Ilmu Kelautan. 17(1) 39-48.

Saleh, E. 2004. Dasar Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Program Studi Produksi Ternak. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sen, S., Charaborty R., Sridhar C., Reddy Y S dan De B. 2010. Free Radicals, Antioxidants, Diseases and Phytomedicines. Current Status and Future Prospect Nitrogen Species. 3 (1): 1-100.

Steel, C.J. dan Torrie, J.H. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistik. PT. Gramedia, Jakarta.

Sugiyono. 2007. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta, Bandung.

Sumiati, T. 2012. Pengaruh pengolahan senyawa antioksidan terhadap mutu cerna ikan mujair. J Sci IPB.2(4).

Suryandari, A. E dan Happinasari, O. 2015. Perbandingan kenaikan kadar Hb pada ibu hamil yang diberi Fe dengan Fe dan buah bit di wilayah kerja puskesmas purwokerto selatan. Jurnal Kebidanan. 7(01).

Sutama, I.G.M. 2009. Budiarsana. Panduan Lengkap Kambing dan Domba. Penebar Swadaya, Jakarta.

Turan B. 2010. Role of Antioxidants in Redox Regulation of Diabetic Cardiorvascular Complications. Current pharmaceutical biotecnology. 11 (8): 819-836.

Wahyudi, M. 2006. Proses Pembuatan dan analisis mutu yogurt. Buletin Teknik Pertanian.11(1):12-16.

Werdhasari, A. 2014. Peran Antioksidan Bagi Kesehatan . Jurnal Biotek Medisiana Indonesia. . 3(2): 59-68.

Winarsi, H.2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Kanisius, Yogyakarta.

Wulansari, A.N. 2018. Alternatif cantigi ungu (Vaccinium varigiaefolium) sebagai Antioksidan. Farmaka. 16(2).

Yu, R.J. dan E.J. Van Scott. Hydroxycarboxylic acids, N-acetylamino sugars and Nacetylamino acids. Skinmed. 1 (2):117-22.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i4.17546

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id