Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Kopi di Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah

Nurdin Bahtra, Mujiburrahmad Mujiburrahmad, Otto Nur Abdullah

Abstract


 The purpose of agricultural extension is to produce competent human resources for agricultural development actors so that they are able to build strong agricultural businesses, do better farming (better farming), make farming more profitable (better businesses), live more prosperously (better living) and a healthier environment. This study aims to find out about the role of extension workers and their constraints. This research was conducted by taking data through interviews with extension workers and the results of filling out questionnaires by 33 members of the farmer group. The results of the study concluded that extension workers played a very important role in agricultural extension in Bius Baru village as mentors, organizers/ dynamizers, technicians, consultants, educators, leaders and advisors. Farmer groups have developed with routine activities and assignments, adequate facilities, farming experience, group norms and rules and group classes. The constraints of extension workers in developing farmer groups are: participation of members of farmer groups is still low, members of farmer groups are not consistent in attending meetings where some are present and others are not present, low motivation of farmers to become more advanced and infrastructure that is not yet adequate. Farmers' constraints are: field coordination, most farmers have side jobs, use of farmer group facilities and discontinuous meeting times.



Keywords


Penyuluh pertanian, petani kopi, dan kelompok tani

Full Text:

PDF

References


Arsyad Lubis dan Saidin nainggolan. 2009. Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Pembinaan kontak Tani dalam Upaya Peningkatan Efektifitas penyuluhan Pertanian. Universitas Jambi. Percikan: Vol 99 edisi April 2009.

Departemen Pertanian. 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006. Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Jakarta.

Departemen Pertanian. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007. Tentang Pedoman Pertumbuhan dan Pengembangan Kelompk Tani Dan Gabungan Kelompok Tani. Jakarta.

Dimas & Woyanti, N. 2009. Efisiensi Sektor Pertanian dan Analisisnya. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE) Vol.16 No.1. ISSN: 1412-3126

Erwadi, Doli. 2012. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Mengaktifkan Kelompok Tani Di Kecamatan Lubuk Alung. Padang: Universitas Andalas.

Kartasapoetra, G.1994. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.

Komarudin, 1994. Ensiklopedia Manajemen: Edisi Kesatu. Jakarta: Bumi Aksara.

Mardikanto, Totok. 2007. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. Pusat Penyuluhan Kehutunan Republik Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Mardikanto, Totok, 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Mulyono, M. 2001. Pola Pengembangan Penyuluhan Pertanian Berorientasi Agribisnis Pada Era Otonomi Daerah. Jakarta: Renika Cipta

Najib, M. 2010. Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Desa Bukit Raya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Ziraa’ah. Volume 28 (2) : 116-128.

Novita. 2013. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum TerhadapPengalokasian Anggaran Belanja Modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Barat. SEMANTIK 2013.

Putri Resicha, 2016. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam. Diploma thesis, Universitas Andalas.

Raharja 2011, Peran Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Kinerja Usaha Tani (Studi Kasus Tanaman Unggulan Padi Di Kabupaten Kudus. Under Graduates thesis, Universitas Negeri Semarang.

Revikasari. 2010. Peranan Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Universitas Sebelas Maret. Padang.

Riduwan,2013. Rumus dan Data Dalam Analisis Statistika. Bandung: Alfabeta.

Singarimbun & Sofian. Effendi. 2006. Metode Penelitian Survei, Jakarta: Pustaka LP3ES.

Soedijanto. 2001. Administrasi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Soedijanto. 2003. Administrasi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Sugiarto dkk. 2003. Teknik Sampling. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta.

Suhardiyono. 1992. Penyuluhan Pertanian Terjemahan dari Agriculture. Jakarta : Mitra Wacana.

Sukino, 2013. Membangun Pertanian dengan Pemberdayaan Masyarakat Tani. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Surya Putra Bm. 2016. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Padi Sawah di Desa Rambah Baru Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Under Graduates thesis. Universitas Pasir Pengaraian

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Wardhani, Ratna, 2006. Mekanisme Corporate Governance dalam Perusahaan yang mengalami Kesulitan Keuangan (Financial Distressed Firms) . Simposium Nasional Akuntansi IX Padang.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i3.17506

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id