Pengaruh Dosis Pupuk KCl dan Persentase Defoliasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tin (Ficus carica L.)

Raudatul Jannah, Nurhayati Nurhayati, Cut Nur Ichsan

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk KCl dan persentase defoliasi yang tepat serta interaksi antara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman  tin. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa komplek Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Juli sampai September 2019. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah pola RAK faktorial 3 x 2 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu pengaruh dosis pupuk KCl yang terdiri atas 3 taraf (0 g-1tan-1thn, 700 g-1tan-1thn, 800 g-1tan-1thn) dan persentase defoliasi yang terdiri atas 2 taraf (30% dan 60%). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa dosis pupuk KCl berpengaruh  sangat nyata terhadap pertambahan jumlah  daun 2, 4, 6, 8 dan 10 MSP (minggu setelah  perlakuan) ,  pertambahan panjang daun 2 dan 10 MSP,  pertambahan lebar daun 2 dan 10 MSP, pertambahan jumlah cabang 2 dan 10 MSP, pertambahan diameter cabang 2 dan 10 MSP, pertambahan jumlah buah 2, 4, 6, 8 dan 10 MSP dan jumlah buah total serta berat buah 2, 4, 6, 8 dan 10 MSP dan berat buah total. Pertumbuhan dan hasil tanaman tin yang terbaik dijumpai pada dosis pupuk KCl 800 g-1tan-1thn dengan pertambahan hasil rata-rata 15,4 t. ha-1untuk2 bulan masa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase defoliasi berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan jumlah daun 2, 4, 6, 8 dan 10 MSP, pertambahan panjang daun 2 dan 10 MSP, pertambahan lebar daun 2 dan 10 MSP, pertambahan jumlah cabang 2 dan 10 MSP, pertambahan diameter cabang 2 dan 10 MSP, pertambahan jumlah buah 2 dan 4 MSP dan berat buah 10 MSP total, berpengaruh nyata terhadap jumlah buah 6, 8 dan 10 MSP dan jumlah buah total serta berat buah 2, 4, 6, 8 MSP. Pertumbuhan dan hasil tanaman tin terbaik dijumpai pada defoliasi daun 60% dengan pertambahan hasil rata-rata 12,6 t. ha-1untuk2 bulan masa panen. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara dosis pupuk KCl dan persentase defoliasi terhadap pertambahan jumlah daun 4, 6 dan 8 MSP, pertambahan panjang daun 2 dan 10 MSP, pertambahan lebar daun 2, jumlah cabang 2 dan 10 MSP, pertambahan diameter cabang 2 dan 10 MSP dan jumlah buah 2 MSP dan berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun 2 MSP. Pertumbuhan dan hasil tanaman tin terbaik dijumpai pada perlakuan dosis pupuk KCl 800 g-1tan-1thn dengan defoliasi 60%.

The Effect of Potassium Chloride (KCl) Fertilizer Doses and Defoliation

Percentage on the Growth and the Yield of Fig (Ficus carica L.)

Abstract. This research aims to examine the effect of potassium chloride (KCl) fertilizer doses and defoliation percentage on the growth and the production of Fig (Ficus carica L.) and the interaction between these factors on the growth and production of fig plants. This research was conducted at the Screen House of Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The research was carried out from July to September 2019. The research used split-plot design of 3 x 2 factorial RCBD with 3 replications. KCl fertilizer doses consisting of 3 levels (0 g tree-1 yr-1,700 g tree-1yr-1, 800 g tree-1 yr-1) and defoliation percentage consisting of 2 levels (30 % and 60 %). The result shows that KCl fertilizer dose has a very significant effect on increasing the number of leaves to 2, 4, 6, 8 and 10 WAT (week after treatment), increasing leaf length at 2 and 10 WAT, leaf width at 2 and 10 WAT, the number of branches at 2 and 10 MSP, branch diameter at 2 and 10 WAT, the number of fruits at 2, 4, 6, 8 and 10 WAT, and fruit weight at 2, 4, 6, 8 and 10 WAT. The best growth and yield of fig plants were found at a dose of KCl 800 g tree-1 yr-1with 15,4 t. ha-1 increasing fot two mounths harvest time. Percentage of defoliation has a very significant effect on increasing the number of leaves at 2, 4, 6, 8 and 10 WAT, the number of branches at 2 and 10 MSP, the number of fruits at 6 WAT, significantly affected in increasing the number of leaves at 2 and 10 WAT, leaf width at 2 WAT, the number of branches at 2 MSP, branch diameter at 2 and 10 WAT, the number of fruits at 4, 8 and 10 WAT. The best growth and yield of fig plants were found at 60% defoliation treatment1with 12,6 t. ha-1 increasing fot two mounths harvest time. Thus, there was a very significant interaction between the dose of KCl fertilizer and the percentage of defoliation on the increasing the number of leaves at 4, 6 and 8 WAT), leaf length at 2 and 10 WAT, leaf width at 2 WAT, the number of branches at 2 and 10 MSP, branch diameter at 2 and 10 WAT, the number of fruits at 2 WAT and significant interaction on the number of leaves to 2 WAT. The best growth and  yield of fig plants were found in a combination of a dose of 800 g tree-1 yr-1 of KCl fertilizer with 60% of defoliation.


Keywords


KCl; Defoliasi; Tin; KCl; Defoliation; Fig

Full Text:

PDF

References


Abror, Y P. 2007. Budidaya semangka. http://teknis-budidaya. Blogspot.com. [25 oktober 2019].

Destifa, R. E. 2016. Pengaruh pemangkasan dan pemberian pupuk majemuk terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jambu biji merah (Psidium guajava L) kultivar citayam. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung.

FAOSTAT, 2017. Food and Agriculture Organization of the United Nations. http://www.fao.org/faostat/en/#data/QC/visualize. [15 april 2019].

Ferguson, L., Michailides, T,J., Shorey, H.H., 1990. The california fig industry. Hortic. 409-490`

Gaaliche, B., P. E. Lauri., M. Trad., E. Costes, and M. Mars. 2011. Interactions between vegetative and generative growth and between crop generations in fig tree (Ficus carica L.).International Journal of Scientia Horticulturae. 131: 22-28.

Ginting, A. P., A. Barus, R. Sipayung. 2017. Pertumbuhan dan produksi melon (Cucumis melo L.) terhadap pemberian pupuk NPK dan pemangkasan buah.5(4).786-798.

Irawati, H., dan N. Setiari. 2006. Pertumbuhan tunas lateral tanaman nilam setelah dilakukaan pemangkasan pucuk pada ruas yang berbeda. Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Diponogoro.

Irget, M. E., U. Aksoy, B. Okur, A. R Ongun and M. Tepecik. 2008. Effect of calsium based fertilizer on dried fig (Ficus carica L.cv. Sarilop) yieldand quality. Scientia Horticulturae. 118 : 308-313.

Muhammad. N., W. Dewayanti, L. Hutagulang dan Soegito. 2000. Pengaruh tipe rambatan dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil markisa. Jurnal Hortikultura. 10 : 101.

Pujisiswanto, H., dan Pangaribuan, D. 2008. Pengaruh dosis kompos pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II (17–18). Universitas Lampung, Lampung.

Putri, S. L. 2016. Pengaruh pemberian pupuk NPK dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sedap malam (Polianthes tuberosa L). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus.

Raden, I., B.S. Purwoko, M. Hariyadi., Ghulamahdi dan E. Santosa. 2009. Pengaruh tinggi pangkasan batang utama dan jumlah cabang primer yang dipelihara terhadap produksi minyak jarak pagar (Jatropha curcas L). 37(2):159-166.

Raden, I. 2008. Studi arsitektur Tajuk Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Hubungannya dengan Kapasitas Fotosintesis, Produksi dan kandungan minyak. Disertasi. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Shulman, Y., Nir, and G., lavee, S.1986. Oxidative processes in bud dormancy and the use of hydrogen cyanamide in breaking dormancy. Acta Hortic. 179: 141-148.

Sobir dan Siregar F. D. 2010. Budidaya Melon Unggul. Penebar Swadaya, Jakarta.

Soeb, M. 2000. Pengaruh pemangkasan dan pemberian mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Skripsi. Fakultas Pertanian USU. Medan.

Suharjo, 2019. Sistem Pertanian Berkelanjutan (model pengelolaan tanaman). Media Sahabat Cendikia. Surabaya.

Sutrapadja. 2008. Pengaruh pemangkasan pucuk terhadap hasil dan kuaitas benih lima kultivar mentimun. J. Hort. 18(1):16-20.

Zulkarnain. 2010. Dasar - Dasar Hortikultura. PT Bumi Aksara, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v5i2.14928

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id